Jakarta: Engine brake menjadi salah satu trik pengereman yang harus dipahami pengguna mobil, baik transmisi manual maupun otomatis.
Teknik ini memanfaatkan penurunan gigi transmisi untuk membantu memperlambat laju kendaraan tanpa terlalu mengandalkan pedal rem.
Biasanya, engine brake digunakan saat melintasi jalan menurun panjang atau ekstrem agar sistem pengereman tidak cepat panas dan mengurangi risiko rem blong.
Meski sama-sama berfungsi menahan laju kendaraan, efek engine brake pada mobil manual dan mobil matic memiliki perbedaan cukup signifikan.
Perbedaan engine brake transmisi manual dan otomatis
Pada mobil manual, engine brake terasa lebih kuat karena pengemudi menurunkan gigi secara langsung dan bertahap. Saat gigi diturunkan, putaran mesin meningkat sehingga deselerasi kendaraan lebih responsif.
Baca Juga :
Engine Brake: Pengertian, Cara Kerja, dan Cara Melakukannya di Mobil
Sementara pada mobil bertansmisi otomatis, engine brake bekerja lebih halus karena diatur sistem komputer transmisi. Penurunan gigi berlangsung otomatis mengikuti putaran mesin dan bukaan gas, sehingga efek pengeremannya tidak seagresif mobil manual.
Karena itu, pengguna mobil matic biasanya masih lebih sering mengandalkan rem kaki. Namun, engine brake tetap bisa dimaksimalkan dengan memindahkan tuas transmisi secara bertahap dari posisi D ke D3, D2, hingga D1 atau Low, terutama saat melewati turunan.
Cara penggunaan engine brake di mobil manual
Pada mobil manual, penggunaan engine brake dimulai dengan melepas pedal gas, kemudian menurunkan gigi secara bertahap sambil melepas kopling perlahan agar perpindahan transmisi tetap halus.
Pengemudi juga disarankan tidak menurunkan gigi terlalu cepat agar putaran mesin tidak melonjak drastis dan merusak transmisi.
Cara penggunaan engine brake di mobil matic
Sedangkan pada mobil matic, pengemudi cukup memindahkan posisi transmisi ke gigi rendah seperti 2 atau L untuk mendapatkan efek deselerasi lebih besar. Jika mobil memiliki fitur Overdrive (OD), fitur tersebut sebaiknya dinonaktifkan saat engine brake digunakan.
Selain di jalan menurun, engine brake juga berguna saat menghadapi lalu lintas stop and go, jalan licin saat hujan, hingga ketika membawa muatan berat. Teknik ini membantu mengurangi beban kerja rem sehingga komponen pengereman lebih awet.
Jakarta:
Engine brake menjadi salah satu trik pengereman yang harus dipahami pengguna mobil, baik transmisi manual maupun otomatis.
Teknik ini memanfaatkan penurunan gigi transmisi untuk membantu memperlambat laju kendaraan tanpa terlalu mengandalkan pedal rem.
Biasanya, engine brake digunakan saat melintasi jalan menurun panjang atau ekstrem agar sistem pengereman tidak cepat panas dan mengurangi risiko rem blong.
Meski sama-sama berfungsi menahan laju kendaraan, efek engine brake pada mobil manual dan mobil matic memiliki perbedaan cukup signifikan.
Perbedaan engine brake transmisi manual dan otomatis
Pada mobil manual, engine brake terasa lebih kuat karena pengemudi menurunkan gigi secara langsung dan bertahap. Saat gigi diturunkan, putaran mesin meningkat sehingga deselerasi kendaraan lebih responsif.
Sementara pada mobil bertansmisi otomatis, engine brake bekerja lebih halus karena diatur sistem komputer transmisi. Penurunan gigi berlangsung otomatis mengikuti putaran mesin dan bukaan gas, sehingga efek pengeremannya tidak seagresif mobil manual.
Karena itu, pengguna mobil matic biasanya masih lebih sering mengandalkan rem kaki. Namun, engine brake tetap bisa dimaksimalkan dengan memindahkan tuas transmisi secara bertahap dari posisi D ke D3, D2, hingga D1 atau Low, terutama saat melewati turunan.
Cara penggunaan engine brake di mobil manual
Pada mobil manual, penggunaan engine brake dimulai dengan melepas pedal gas, kemudian menurunkan gigi secara bertahap sambil melepas kopling perlahan agar perpindahan transmisi tetap halus.
Pengemudi juga disarankan tidak menurunkan gigi terlalu cepat agar putaran mesin tidak melonjak drastis dan merusak transmisi.
Cara penggunaan engine brake di mobil matic
Sedangkan pada mobil matic, pengemudi cukup memindahkan posisi transmisi ke gigi rendah seperti 2 atau L untuk mendapatkan efek deselerasi lebih besar. Jika mobil memiliki fitur Overdrive (OD), fitur tersebut sebaiknya dinonaktifkan saat engine brake digunakan.
Selain di jalan menurun, engine brake juga berguna saat menghadapi lalu lintas stop and go, jalan licin saat hujan, hingga ketika membawa muatan berat. Teknik ini membantu mengurangi beban kerja rem sehingga komponen pengereman lebih awet.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)