Tips berkendara aman di koneidi macet. MI/Barry Fatahillah
Tips berkendara aman di koneidi macet. MI/Barry Fatahillah

Jakarta Makin Macet, Begini Cara Berkendara Aman di Kondisi Macet

Ahmad Garuda • 15 Juni 2026 10:01
Ringkasnya gini..
  • Jangan dikira berkendara dalam kondisi macet, risiko bahaya nyaris tak ada.
  • Lantaran dalam kondisi ini banyak pengemudi justru lebih fokus dengan kendaraan yang ada di depannya.
  • Biasanya tanpa menghiraukan kondisi kendaraan yang ada di samping kiri, kanan dan dari belakang.
Jakarta - Jangan dikira berkendara dalam kondisi macet, risiko bahaya nyaris tak ada. Lantaran dalam kondisi ini banyak pengemudi justru lebih fokus dengan kendaraan yang ada di depannya tanpa menghiraukan kondisi kendaraan yang ada di samping kiri, kanan dan dari belakang. 
 
Perlu diketahui, bahwa Sobat Medcom wajib lebih waspada meski dalam kondisi macet sekalipun. Agar tidak lupa, berikut tips berkendara dalam kondisi macet saat akan berangkat atau pulang kerja. 
 
1. Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan Anda
Jarak aman yang dimaksud adalah jarak yang sekiranya memberi Anda cukup waktu untuk bereaksi jika terjadi rem mendadak. Umumnya, waktu yang cukup adalah sekitar 3 detik. Jadi, pastikan ada selang waktu sekitar 3 detik bagi kendaraan Anda untuk mencapai titik yang sebelumnya ditempati kendaraan di depan Sobat.

2. Beri tanda saat akan berpindah jalur
Jika Anda butuh untuk berpindah jalur, maka Anda perlu memberikan tanda dengan menggunakan lampu sein. Lampu sein di sini berguna untuk membuat pengemudi di sekitar Anda mengetahui niat Anda untuk berpindah jalur. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan dan membuat lalu lintas berjalan lebih teratur.

Baca Juga:
Bakal Meluncur Solarky Sun V, Mobil Listrik dengan Panel Surya


3.   Memindahkan ransmisi pada posisi netral & gunakan hand brake saat berhenti lama
Jika dalam kemacetan parah dan diperkirakan akan berhenti untuk waktu cukup lama, maka gunakanlah hand brake atau rem tangan. Hand brake akan membantu mobil berhenti lebih terjamin.  Selain itu, penggunaan hand brake juga bisa mencegah Anda menginjak pedal rem secara terus-menerus. 
 
Menginjak pedal rem secara terus-menerus dapat menimbulkan panas berlebih yang dapat membuat rem aus. Hal ini juga akan membuat kaki Anda lebih cepat lelah. Namun, jika kemacetan yang terjadi sangat parah sehingga mobil harus berhenti lama, maka gunakan posisi N lalu gunakan hand brake. 
 
4. Hindari berhenti mendadak
Saat lalu lintas sedang padat merayap, hindari untuk berhenti mendadak karena dapat meningkatkan risiko tabrakan dari belakang. Sebaiknya, saat Anda ingin berhenti, kurangi kecepatan secara bertahap dengan mengurangi tekanan pada pedal gas. Hal ini akan membuat pengemudi di belakang Anda memiliki waktu untuk bereaksi.
 
Agar tidak berhenti mendadak, sebaiknya Anda tidak memacu mobil dengan kecepatan tinggi sejak awal. Selalu gunakan kecepatan rendah dan melajulah secara perlahan ketika sedang terjebak kemacetan.

Baca Juga:
Daftar Sasaran Tilang ETLE dan Nonelektronik Operasi Patuh Lodaya 2026


5. Gunakan gigi rendah
Saat berkendara di jalan macet menggunakan mobil transmisi manual, terutama saat kendaraan bergerak secara perlahan, sebaiknya gunakan gigi rendah. Gigi rendah yang dimaksud umumnya gigi 1 atau 2. Gunakan gigi 1 jika macet yang terjadi cukup parah.
 
Hal ini akan membantu Anda mengontrol kendaraan dengan lebih baik dan mengurangi risiko mobil mati karena beban mesin yang berlebihan. Jika Anda menggunakan mobil transmisi otomatis atau matic, Anda bisa menggunakan posisi D saat harus berjalan pelan dan injak pedal rem untuk berhenti.
 
6. Hindari penggunaan setengah kopling
Bagi Anda pengguna mobil transmisi manual, mungkin kerap mempertanyakan bagaimana cara menggunakan kopling mobil di tanjakan dan jalan macet? Jika Anda mengemudi di kemacetan menggunakan mobil manual, sebaiknya hindari menggunakan setengah kopling. 
 
Setengah kopling maksudnya adalah menginjak pedal kopling dengan setengah injakan saja. Jika hal ini dilakukan, maka akan terjadi gesekan yang berlebihan pada plat kopling. Hal ini tentunya dapat membuat kampas kopling cepat aus dan timbul bau seperti benda terbakar. 

Baca Juga:
Veda Ega Pratama Pulang ke Indonesia Setelah 3 Kali Lebaran!


7. Jaga emosi saat berkendara
Ketika berkendara, pengemudi harus bisa menjaga emosi tetap stabil, terutama saat berkendara di jalanan yang macet. Kemacetan memang bisa menjadi pemicu stress dan emosi bagi pengemudi. Namun, perlu diingat bahwa mengemudi dalam kondisi emosi dapat membuat Anda tidak bisa berpikir jernih dan beresiko mengalami kecelakaan. 
 
8. Gunakan fitur Traffic Jam Assistance
Anda mungkin pernah melalui jalanan macet yang menurun, atau menanjak. Misalnya, seperti saat berkendara di kawasan wisata Puncak, Bogor. Ketika melalui jalanan seperti ini, sebaiknya perhatikan dengan seksama kondisi jalan agar selalu siaga menghadapi medan di depan Anda. Gunakan kecepatan rendah dan selalu stand by untuk menginjak rem.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan