Servis CVT. Wahana Honda
Servis CVT. Wahana Honda

Motor Matik Bunyi Gredek Saat Akselerasi? Ini Penyebab dan Cara Merawat CVT

Ekawan Raharja • 16 Agustus 2026 07:03
Ringkasnya gini..
  • Bunyi gredek saat motor matik mulai berjalan bisa menandakan gangguan CVT akibat debu, kampas ganda aus, atau mangkok kopling licin.
  • V-Belt yang kering, getas, aus, atau licin juga dapat memicu decitan dan mengurangi efisiensi penyaluran tenaga mesin.
  • Perawatan CVT rutin setiap 2.000–5.000 km membantu menjaga performa dan mendeteksi kerusakan komponen sejak dini.
DKI Jakarta: Suara gredek atau decitan saat motor matik mulai berjalan maupun berakselerasi dapat menjadi tanda adanya gangguan pada sistem Continuously Variable Transmission (CVT). Kondisi tersebut perlu diperhatikan karena CVT berperan menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang.
 
CVT merupakan sistem transmisi otomatis yang mengatur rasio putaran mesin agar akselerasi motor terasa responsif dan nyaman tanpa perpindahan gigi. Setiap komponen di dalam sistem tersebut membutuhkan pemeriksaan dan perawatan berkala sesuai rekomendasi pabrikan.

Penyebab CVT Motor Matik Bunyi Gredek

Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, menjelaskan bunyi gredek dapat muncul ketika proses gesekan antara kampas ganda dan mangkok kopling tidak berlangsung optimal.
 
“Saat motor mulai berjalan, kampas ganda akan menempel pada mangkok kopling untuk meneruskan tenaga dari mesin ke roda belakang. Ketika permukaan kampas atau mangkok sudah kotor, licin, atau mengalami keausan, proses gesekannya menjadi tidak sempurna sehingga muncul getaran yang dirasakan pengendara sebagai bunyi gredek. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya kenyamanan berkendara yang terganggu, tetapi juga dapat mempercepat keausan komponen CVT lainnya,” jelas Wahyu Budhi melalui keterangan resminya.

Baca Juga: Hot Wheels Collectors Convention 2026: Nissan Skyline GT-R BNR34
 

Ada beberapa kondisi yang dapat memicu bunyi gredek atau decitan pada sistem CVT motor matik.

1. Penumpukan debu

Sisa gesekan antarkomponen dapat menghasilkan debu yang kemudian menempel pada mangkok kopling dan kampas ganda. Penumpukan tersebut dapat mengurangi daya cengkeram komponen ketika bekerja.

2. Mangkok kopling licin

Permukaan mangkok kopling dapat menjadi mengilap atau mengalami glazing akibat panas berlebih. Kondisi ini membuat gesekan antara mangkok kopling dan kampas ganda tidak lagi optimal.

3. Kampas ganda aus

Gesekan yang berlangsung terus-menerus dapat membuat permukaan kampas ganda menipis atau terbakar. Akibatnya, kemampuan kampas untuk mencengkeram mangkok kopling dapat menurun.
 
Baca Juga: Para Pengusaha Borong 1.180 Unit Isuzu di GIIAS 2026

4. V-Belt kering atau getas

V-Belt yang mulai aus, kering, getas, atau licin juga dapat memunculkan bunyi berdecit. Kondisi tersebut sekaligus berpotensi mengurangi efisiensi penyaluran tenaga mesin.

Cara Merawat CVT Motor Matik

Untuk menjaga sistem CVT tetap bekerja optimal, pemilik motor matik disarankan melakukan servis dan pembersihan secara berkala. Area CVT dapat dibongkar dan dibersihkan dari debu serta kotoran setiap menempuh jarak sekitar 2.000–5.000 kilometer atau disesuaikan dengan kondisi penggunaan kendaraan.
 
Selain pembersihan, komponen yang sudah mengalami keausan atau kerusakan perlu diganti. Kampas ganda dan V-Belt, misalnya, perlu segera diganti apabila sudah aus, getas, atau mengalami kerusakan.
 
Perawatan berkala juga dapat membantu mengetahui kondisi komponen CVT sebelum mengalami kerusakan yang lebih serius.
 
Head of TSD PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F. Maharanto, mengatakan pemeriksaan rutin dapat membantu pemilik motor mengetahui kondisi komponen lebih awal.
 
“Banyak konsumen baru datang ke bengkel setelah muncul bunyi gredek. Padahal apabila pemeriksaan dilakukan secara berkala, kondisi komponen CVT dapat diketahui lebih awal. Perawatan rutin tidak hanya menjaga performa motor, tetapi juga membuat biaya perawatan menjadi lebih ekonomis karena kerusakan dapat dicegah sejak dini,” tambah Benedictus F Maharanto.

Servis CVT di Bengkel Resmi

WMS menyarankan perawatan CVT dilakukan di bengkel resmi agar pemeriksaan dan pengerjaan mengikuti standar Honda. Pemeriksaan secara menyeluruh memungkinkan kondisi setiap komponen diketahui dan potensi kerusakan ditangani lebih awal.
 
Untuk mendukung layanan tersebut, WMS memiliki 293 jaringan bengkel resmi AHASS yang tersebar di wilayah Jakarta-Tangerang. Jaringan tersebut didukung teknisi tersertifikasi Honda untuk menangani pemeriksaan, pembersihan, hingga penggantian komponen CVT sesuai prosedur yang direkomendasikan pabrikan.
 
AHASS juga menggunakan Honda Genuine Parts (HGP) yang dirancang sesuai spesifikasi sepeda motor Honda. Penggunaan suku cadang asli ditujukan untuk menjaga kualitas, presisi, dan daya tahan komponen.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan