Jakarta - Cop busi atau yang memiliki nama resmi spark plug cap (tutup busi) merupakan komponen vital pada sistem pengapian kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor. Fungsinya sangat krusial, yaitu mengalirkan arus listrik tegangan tinggi dari koil ke busi sekaligus melindungi area kepala busi dari kotoran dan air.
Namun, seiring pemakaian, komponen berbahan karet atau ebonit/plastik keras ini rentan mengalami kerusakan, seperti menjadi getas, mengeras, hingga retak. Jika dibiarkan, hal ini dapat memicu kebocoran arus listrik.
Berikut adalah beberapa penyebab utama mengapa cop busi bisa cepat getas dan retak:
Paparan Panas Ekstrem di Ruang Mesin
Mesin kendaraan menghasilkan suhu yang sangat tinggi saat beroperasi. Cop busi berada tepat di area kepala silinder yang merupakan salah satu titik terpanas mesin.
Paparan suhu panas yang konstan dan berulang-ulang membuat material karet atau plastik pada cop busi kehilangan kelembapan dan elastisitasnya, sehingga lama-kelamaan menjadi kering, getas, dan mudah pecah.
Sering Terkena Air dan Perubahan Suhu (Thermal Shock)
Kondisi cuaca saat berkendara terutama ketika melewati genangan air/banjir saat hujan atau saat mencuci mesin dalam keadaan panas memicu thermal shock (perubahan suhu secara drastis).
Perubahan suhu yang mendadak dari panas ke dingin membuat struktur material cop busi memuai dan menyusut secara tidak merata. Hal ini mempercepat timbulnya retakan mikro pada permukaan bahan.
Usia Pemakaian dan Kualitas Material
Faktor usia tidak bisa dihindari. Seiring berjalannya waktu, sifat kimiawi karet atau plastik pada cop busi akan mengalami degradasi alami.
Komponen orisinal atau OEM biasanya menggunakan bahan tahan panas berkualitas tinggi yang lebih awet. Sebaliknya, cop busi aftermarket berkualitas rendah atau barang tiruan (KW) seringkali menggunakan bahan campuran yang mudah mengeras dan getas dalam hitungan bulan saja.
Kontaminasi Oli dan Bahan Bakar
Kebocoran kecil pada paking tutup klep (gasket valve cover) atau tumpahan cairan saat melakukan servis dapat menyebabkan oli mesin merembes ke area busi.
Oli, bensin, atau cairan kimia pembersih mesin yang menempel dan meresap ke material karet cop busi akan merusak struktur karet tersebut. Bahan kimia ini melunakkan lalu membuat karet menjadi rapuh dan mudah robek saat dicopot.
Kesalahan Pemasangan atau Pelepasan (Human Error)
Cop busi harus ditarik dan dipasang dengan posisi yang lurus serta teknik yang tepat. Seringkali mekanik atau pemilik kendaraan menarik kabelnya secara kasar atau menekuk cop busi dengan sudut yang terlalu lancip saat membukanya. Tekanan fisik berlebih ini menyebabkan material yang sudah mulai menua langsung retak atau patah.
Segera ganti cop busi kendaraan Anda dengan produk yang berkualitas dan sesuai standar pabrikan jika sudah menunjukkan tanda-tanda pengerasan atau retak halus demi menjaga performa pengapian tetap optimal.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan