Rutin ganti oli mesin merupakan perawatan mendasar agar mobil awet. (foto: suzuki)
Rutin ganti oli mesin merupakan perawatan mendasar agar mobil awet. (foto: suzuki)

Catat, 6 Efek Buruk Terlambat Ganti Oli Mobil

Adri Prima • 12 Februari 2022 22:10
Jakarta: Rutin mengganti oli mesin secara berkala merupakan salah jenis perawatan paling dasar bagi pemilik mobil. Penggantian oli mesin biasanya berpatokan pada kilometer, yaitu setiap 5.000, 7.500 dan 10.000 km.
 
Jika melebihi angka tersebut, mesin bisa mengalami keausan karena kualitas oli menurun. Keausan ini terjadi karena kotoran sisa pembakaran yang dikenal dengan gram akan mengendap ke dalam oli. 
 
Oli yang tadinya kental kelamaan menjadi lebih cair dan kotor sehingga tidak bisa melumasi komponen mesin secara optimal. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, jika mobil jarang digunakan bukan berarti oli juga bisa bertahan lama. Kualitas oli mesin pada mobil yang tidak digunakan sampai tiga bulan lebih juga akan menurun. Oli yang tadinya bening akan berubah menjadi kehitaman. Jadi walaupun mobil didiamkan saja dan km tidak bertambah kualitas oli tetap menurun. 
 
Keterlambatan pemilik kendaraan dalam mengganti oli pun akan ada dampaknya. Efeknya bahkan sangat merugikan karena bisa merusak mesin yang menjadikan Anda harus keluar lebih banyak dana untuk perbaikan. 
 
Melansir laman resmi Suzuki Indonesia, berikut ini 6 efek buruk jika telat ganti oli mesin mobil:

1. Mesin tidak bertenaga


Penurunan kualitas oli akan membuat mesin semakin tidak bertenaga. Performa kendaraan yang tadinya lebih ringan untuk berakselerasi kini berubah menjadi semakin berat. 
 
Lebih parah lagi adalah ketika muncul suara dari bagian mesin yang cukup mengganggu. Artinya gesekan yang terjadi antar komponen mesin tidak terlumasi dengan baik. 
 
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif