Guyuran air hujan yang mengenai tubuh secara langsung dapat mengganggu penglihatan sekaligus menurunkan konsentrasi saat berkendara. Yamaha
Guyuran air hujan yang mengenai tubuh secara langsung dapat mengganggu penglihatan sekaligus menurunkan konsentrasi saat berkendara. Yamaha

Tips Aman Berkendara Motor Saat Musim Hujan, Waspadai Aquaplaning

Ekawan Raharja • 18 Januari 2026 20:45
Jakarta: Memasuki musim hujan, pengendara sepeda motor dituntut untuk lebih berhati-hati saat berada di jalan. Guyuran air hujan yang mengenai tubuh secara langsung dapat mengganggu penglihatan sekaligus menurunkan konsentrasi saat berkendara.
 
Selain itu, pengendara juga perlu mewaspadai risiko aquaplaning. Aquaplaning merupakan kondisi ketika ban kendaraan kehilangan daya cengkeram karena melaju di atas genangan air, sehingga roda tidak menempel sempurna ke permukaan jalan. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan motor sulit dikendalikan.
 
Untuk menunjang mobilitas tetap aman di tengah cuaca hujan, pengendara disarankan memahami sejumlah tips berkendara berikut agar terhindar dari risiko kecelakaan.

Gunakan Safety Gear yang Tepat

Baca Juga: Sailun Group Investasi Pabrik Ban Senilai Rp4 Triliun di Indonesia

Pengendara disarankan menggunakan perlengkapan berkendara yang sesuai, antara lain:
  • Jas hujan model setelan (atasan dan bawahan)
  • Helm dengan visor bening
  • Sepatu anti air atau sepatu karet
  • Sarung tangan

Pastikan Kondisi Motor Prima

Sebelum berkendara, pastikan sepeda motor dalam kondisi optimal dengan memperhatikan beberapa aspek penting berikut:
  • Rem dalam kondisi pakem
  • Kembangan ban masih bagus dan tidak gundul
  • Tekanan ban sesuai standar spesifikasi
  • Sistem kelistrikan dan lampu berfungsi normal
  • Cover body dalam kondisi baik dan tidak terbuka, guna mencegah air masuk yang berpotensi menyebabkan korsleting pada komponen electrical

Kurangi Kecepatan

Pengendara perlu mengurangi kecepatan saat melewati jalan basah atau genangan air untuk meminimalkan risiko aquaplaning dan menjaga stabilitas kendaraan.

Jaga Jarak Aman

Baca Juga: Indonesia Mulai Ekspor Bus Rakitan Lokal ke Thailand
 
Berkendara di kondisi hujan membutuhkan jarak aman yang lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Jalan licin menyebabkan traksi roda berkurang, sehingga jarak pengereman menjadi lebih panjang. Selain itu, jarak pandang yang terbatas saat hujan juga meningkatkan risiko tabrakan.

Atur Penggunaan Rem

Lakukan pengereman secara halus dan bertahap dengan memanfaatkan rem depan dan belakang secara bersamaan. Pengendara perlu mengatur tekanan rem agar tidak terjadi selip atau tergelincir akibat permukaan jalan yang licin.

Tetap Waspada

Pengendara harus selalu fokus terhadap kondisi sekitar, mulai dari kendaraan lain, jalan berlubang, hingga pejalan kaki yang menyeberang. Kewaspadaan dan konsentrasi membantu pengendara menjaga kecepatan pada level yang aman.

Berteduh Jika Diperlukan

Apabila hujan terlalu deras, pengendara disarankan untuk berhenti dan berteduh demi keselamatan. Namun, hindari berteduh di bawah jembatan atau terowongan karena dapat mengganggu arus lalu lintas pengguna jalan lainnya.

“Fisik pengendara dan kondisi motor merupakan Poin Utama dalam berkendara, ke-dua hal tersebut harus dipastikan dalam keadaan yang prima untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan atau mogok dijalan. Pengendara harus selalu persiapkan kendaraan dengan baik dan lakukan perawatan secara berkala di Dealer dan Bengkel Resmi Yamaha agar kondisi kendaraan selalu maksimal,” ucap Instruktur YRA Jakarta, Imanuel Satrio, melalui keterangan resminya.


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan