Bus Mercedes-Benz OH 1626 L Euro 5 rakitan Indonesia resmi diekspor ke Thailand. Daimler
Bus Mercedes-Benz OH 1626 L Euro 5 rakitan Indonesia resmi diekspor ke Thailand. Daimler

Indonesia Mulai Ekspor Bus Rakitan Lokal ke Thailand

Ekawan Raharja • 18 Januari 2026 19:59
Cikarang: Daimler Commercial Vehicles Manufacturing Indonesia (DCVMI), bersama Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI), mencatatkan sejarah baru dalam perjalanan ekspor kendaraan niaga nasional dengan mengirimkan satu unit bus Mercedes-Benz OH 1626 L Euro 5 dari pabrik perakitan Cikarang menuju Thailand. Bus ini menggunakan bodi Legacy SR3 Neo Panorama produksi PT Laksana Bus Manufaktur yang dirancang khusus untuk memenuhi regulasi internasional serta persyaratan pasar Thailand.
 
Pengiriman ini menjadi ekspor perdana bus Mercedes-Benz yang sepenuhnya dirakit di Indonesia menuju Thailand. Langkah ini sekaligus memperlihatkan sinergi teknologi sasis Mercedes-Benz yang telah teruji secara global dengan standar keselamatan dan emisi Eropa, sekaligus tetap mematuhi regulasi lokal di kawasan ASEAN.
 
Ekspor tersebut juga menegaskan kolaborasi erat antara DCVMI dan industri karoseri bus nasional dalam menghadirkan solusi kendaraan siap ekspor untuk pasar regional.

Ekspor ke Thailand menjadi bagian dari komitmen jangka panjang dalam menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur kendaraan niaga berkualitas tinggi untuk pasar domestik dan internasional. Capaian ini sejalan dengan dukungan pemerintah terhadap penguatan industri otomotif nasional.
 
Baca Juga: Fitur Khusus Chery J6 Hadapi Genangan Air
 
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan apresiasi terhadap pembangunan pabrik perakitan DCVMI di Cikarang yang diresmikan pada Juni 2025.
 
“Pemerintah mengapresiasi pembangunan pabrik baru PT DCVMI di Cikarang sebagai langkah strategis yang menunjukkan kepercayaan Daimler Truck AG terhadap prospek positif industri otomotif nasional Indonesia. Kami sangat menghargai komitmen untuk memperkuat pasar ekspor, membangun rantai pasok lokal, dan menciptakan lapangan kerja,” ujar Agus dikutip dari keterangan resminya.
 
Direktur Utama DCVMI, Shravana T Kumar, menegaskan ekspor ini mencerminkan kesiapan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan niaga berstandar global.
 
“Peluncuran ini menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menyediakan solusi bus lengkap yang memenuhi standar keselamatan Eropa dan regional yang ketat. Dari fasilitas Cikarang, kami tidak hanya memproduksi kendaraan tetapi juga membangun kepercayaan global terhadap kemampuan manufaktur Indonesia. Pada saat peresmian pabrik tahun lalu, kami menegaskan adanya target untuk mengembangkan strategi ekspor, dan hari ini kami mewujudkan komitmen tersebut. Ekspor OH 1626 L Euro 5 ke Thailand mencerminkan fokus jangka panjang kami pada kualitas, keselamatan, dan pertumbuhan berkelanjutan di kawasan ASEAN,” kata Shravana.
 
Baca Juga: Kisah Seru di Balik Keikutsertaan Julian Johan di Dakar Rally 2026
 

Spesifikasi dan Standar Keselamatan

Sasis Mercedes-Benz OH 1626 L Euro 5 dilengkapi dengan sistem pengereman anti-lock braking system (ABS) sebagai standar, konfigurasi mesin belakang untuk keseimbangan dinamika kendaraan, serta rangka sasis yang dirancang kokoh untuk ketahanan jangka panjang. Sementara itu, bodi Legacy SR3 Neo Panorama dari PT Laksana Bus Manufaktur dirancang dengan standar keselamatan internasional, termasuk:
  • Standar UNECE R66 untuk perlindungan saat bus terbalik
  • Standar UNECE R118 untuk material interior tahan api
  • Standar ECE R43 untuk kaca keselamatan
  • Standar UNECE R80 untuk kursi dan titik pengikat
  • Standar UNECE R14 untuk sabuk pengaman

Bus ini juga dilengkapi pintu darurat sesuai regulasi Thailand, tanda darurat bercahaya, kunci eksternal pemecah kaca, serta desain lampu depan baru untuk meningkatkan visibilitas dan keselamatan.
 
Direktur Komersial PT Laksana Bus Manufaktur, Alvin Arman, menyampaikan unit ekspor ini menunjukkan daya saing industri karoseri nasional di tingkat regional.
 
“Unit ekspor ini membuktikan bahwa bodi bus buatan Indonesia dapat sepenuhnya memenuhi standar keselamatan Eropa sembari juga memenuhi persyaratan pasar khusus di Thailand. Melalui kolaborasi erat dengan DCVMI, kami telah menghasilkan produk yang menggabungkan keselamatan, kenyamanan, dan desain kontemporer, memperkuat daya saing Indonesia di industri bus regional,” ujar Alvin.
 
Dengan ekspor ini, Indonesia semakin mengukuhkan posisinya sebagai basis manufaktur strategis Daimler Truck di kawasan ASEAN, sekaligus mendorong pertumbuhan ekspor, penguatan industri dalam negeri, dan ketahanan rantai pasok regional.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan