Arab Saudi - Dakar Rally memang ajang balap terganas dunia dan diperuntukkan bagi pereli yang punya analisa bagus, semangat juang tinggi bahkan performa yang konsisten. Lantaran ajang balap lintas negara ini punya tantangan yang sangat berat. Namun pereli asal Indonesia, Julian Johan berhasil membuktikan performanya.
Selama 14 hari bertarung di gurun batu dan gurun pasir Arab Saudi dalam kompetisi Dakar 2026, debut Julian Johan (Jeje), berhasil meraih peringkat kelima di kategori Dakar Classic. Keberhasilan di ajang reli paling ganas di dunia ini, tidak hanya berhasil mencapai target, tapi juga mengangkat nama Indonesia.
Meskipun menurutnya berada di peringkat kelima Dakar Classic ini di luar ekspektasi, namun hal ini menjadi hasil dari jerih payah selama berhari-hari. Menjaga konsistensi serta komitmen untuk menyelesaikan kompetisi dengan hasil terbaik.
“Memang tujuan awalnya adalah bisa mencapai garis finish pada ajang Dakar 2026. Mengingat medan yang ekstrem, karena bukan hanya dari lintasan, tetapi juga dari jarak dan durasi balapnya, finish menjadi hal yang paling realistis bagi saya,” ungkap Julian Johan yang ditemani navigator asal Prancis, Mathieu Monplaisi, usai podium seremoni di Yanbu, Arab Saudi pada Sabtu (17/1/2026).
Baca Juga:
Mandatori Biodiesel 2026 Tetap Solar B40, B50 Masih Tahap Kajian
Dengan berbekal pengetahuan yang telah Ia pelajari sepanjang kompetisi, memasuki pekan kedua akhirnya pereli kelahiran 1 Agustus ini, mencoba untuk menaikkan performanya agar bisa mendapatkan hasil optimal.
“Saat masuk pekan kedua, Saya mulai mencoba untuk bermain lebih baik lagi, dengan minim kesalahan dengan tujuan tetap finish. Tapi di satu sisi, Saya coba memperbaiki peringkat di setiap harinya.”
Pencapaian peringkat kelima di kategori Dakar Classic 2026, bukan satu-satunya hal berhasil Ia raih. Sejak Special Stage Prologue, kemudian Special Stage 1 hingga Special Stage 13, pereli yang juga reviewer otomotif ini senantiasa berhasil menyelesaikan tantangan.
Tentunya ini bukan perkara mudah, sebab total lintasan yang harus dilahap selama gelaran Dakar 2026 adalah sejauh 8.000 kilometer lebih. Dengan durasi dan jarak tersebut, bukan tidak mungkin segala sesuatu bisa terjadi selama balapan.
“Bisa merampungkan setiap stage Dakar memang menjadi prestasi utama, bukan cuma tujuan utama tetapi itu merupakan sebuah achievement atau pencapaian yang luar biasa. Jarak Dakar 8.000 kilometer kita tempuh dalam 2 minggu, dan di setiap harinya boleh dibilang satu hari penuh kita berada di balik kemudi, itu bukan hal yang mudah.”
Baca Juga:
Rencana Skema Baru Uni Eropa Lindungi Industri Otomotif dari Merek China
Performa Jeje sepanjang Dakar 2026 tidak hanya ditopang oleh kemampuan mengemudi serta navigasi dari navigator, tetapi SUV Toyota Land Cruiser 100 yang Ia kemudikan juga memiliki peran penting.
Mobil yang dirawat oleh tim balap asal Prancis, Compagnie Saharienne, terbukti andal dan senantiasa tidak mengalami kendala yang berarti selama dua pekan digeber di atas gurun pasir dan gurun batu.
“Untuk LC100 Alhamdulillah tidak bermasalah dari awal sampai akhir, kita bisa setiap harinya mencapai finish dengan kondisi yang utuh dan tetap sehat. Jadi kalau yang sifatnya kerusakan lebih kepada kaitannya baret pada bodi, pada bagian bumper. Sementara utk bagian lainnya dari awal sampai akhir semuanya aman.”
Tak lupa, pencapaian tertinggi tersebut tidak lepas dari tangan dingin para kru yang tergabung di dalam Compagnie Saharienne. Menurut Jeje, tim ini turut memberikan kontribusi yang positif atas debutnya di ajang Dakar 2026.
“Dan untuk Compagnie Saharienne juga sudah memberikan support yang baik dengan menyiapkan mobil yang kuat dan tahan banting serta Alhamdulillah tidak ada kendala berarti setiap harinya jadi itu patut diapresiasi.”
Arab Saudi - Dakar Rally memang ajang balap terganas dunia dan diperuntukkan bagi pereli yang punya analisa bagus, semangat juang tinggi bahkan performa yang konsisten. Lantaran ajang balap lintas negara ini punya tantangan yang sangat berat. Namun pereli asal Indonesia,
Julian Johan berhasil membuktikan performanya.
Selama 14 hari bertarung di gurun batu dan gurun pasir Arab Saudi dalam kompetisi Dakar 2026, debut Julian Johan (Jeje), berhasil meraih peringkat kelima di kategori Dakar Classic. Keberhasilan di ajang reli paling ganas di dunia ini, tidak hanya berhasil mencapai target, tapi juga mengangkat nama Indonesia.
Meskipun menurutnya berada di peringkat kelima Dakar Classic ini di luar ekspektasi, namun hal ini menjadi hasil dari jerih payah selama berhari-hari. Menjaga konsistensi serta komitmen untuk menyelesaikan kompetisi dengan hasil terbaik.
“Memang tujuan awalnya adalah bisa mencapai garis finish pada ajang Dakar 2026. Mengingat medan yang ekstrem, karena bukan hanya dari lintasan, tetapi juga dari jarak dan durasi balapnya, finish menjadi hal yang paling realistis bagi saya,” ungkap Julian Johan yang ditemani navigator asal Prancis, Mathieu Monplaisi, usai podium seremoni di Yanbu, Arab Saudi pada Sabtu (17/1/2026).
Dengan berbekal pengetahuan yang telah Ia pelajari sepanjang kompetisi, memasuki pekan kedua akhirnya pereli kelahiran 1 Agustus ini, mencoba untuk menaikkan performanya agar bisa mendapatkan hasil optimal.
“Saat masuk pekan kedua, Saya mulai mencoba untuk bermain lebih baik lagi, dengan minim kesalahan dengan tujuan tetap finish. Tapi di satu sisi, Saya coba memperbaiki peringkat di setiap harinya.”
Pencapaian peringkat kelima di kategori Dakar Classic 2026, bukan satu-satunya hal berhasil Ia raih. Sejak Special Stage Prologue, kemudian Special Stage 1 hingga Special Stage 13, pereli yang juga reviewer otomotif ini senantiasa berhasil menyelesaikan tantangan.
Tentunya ini bukan perkara mudah, sebab total lintasan yang harus dilahap selama gelaran Dakar 2026 adalah sejauh 8.000 kilometer lebih. Dengan durasi dan jarak tersebut, bukan tidak mungkin segala sesuatu bisa terjadi selama balapan.
“Bisa merampungkan setiap stage Dakar memang menjadi prestasi utama, bukan cuma tujuan utama tetapi itu merupakan sebuah achievement atau pencapaian yang luar biasa. Jarak Dakar 8.000 kilometer kita tempuh dalam 2 minggu, dan di setiap harinya boleh dibilang satu hari penuh kita berada di balik kemudi, itu bukan hal yang mudah.”
Performa Jeje sepanjang Dakar 2026 tidak hanya ditopang oleh kemampuan mengemudi serta navigasi dari navigator, tetapi SUV Toyota Land Cruiser 100 yang Ia kemudikan juga memiliki peran penting.
Mobil yang dirawat oleh tim balap asal Prancis, Compagnie Saharienne, terbukti andal dan senantiasa tidak mengalami kendala yang berarti selama dua pekan digeber di atas gurun pasir dan gurun batu.
“Untuk LC100 Alhamdulillah tidak bermasalah dari awal sampai akhir, kita bisa setiap harinya mencapai finish dengan kondisi yang utuh dan tetap sehat. Jadi kalau yang sifatnya kerusakan lebih kepada kaitannya baret pada bodi, pada bagian bumper. Sementara utk bagian lainnya dari awal sampai akhir semuanya aman.”
Tak lupa, pencapaian tertinggi tersebut tidak lepas dari tangan dingin para kru yang tergabung di dalam Compagnie Saharienne. Menurut Jeje, tim ini turut memberikan kontribusi yang positif atas debutnya di ajang Dakar 2026.
“Dan untuk Compagnie Saharienne juga sudah memberikan support yang baik dengan menyiapkan mobil yang kuat dan tahan banting serta Alhamdulillah tidak ada kendala berarti setiap harinya jadi itu patut diapresiasi.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)