DKI Jakarta: Usia pakai ban mobil tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan jarak tempuh. Kondisi ban juga dipengaruhi berbagai faktor, seperti usia, penggunaan, kondisi jalan, hingga perawatan.
Michelin, melalui situs resminya, menjelaskan pengendara perlu mengetahui usia ban untuk menentukan kapan komponen tersebut sebaiknya diperiksa atau diganti. Salah satu cara untuk mengetahuinya adalah dengan melihat kode TIN (Tyre Identification Number) yang terdapat pada dinding ban.
Kode TIN terdiri dari empat digit angka. Dua angka pertama menunjukkan minggu produksi, sedangkan dua angka terakhir menunjukkan tahun produksi.
Sebagai contoh, kode usia ban 4714 menunjukkan ban tersebut diproduksi pada minggu ke-47 tahun 2014. Informasi tersebut dapat digunakan untuk mengetahui usia ban dan memastikan apakah sudah mendekati batas penggunaan yang direkomendasikan.
Baca Juga :
GIIAS Semarang 2026 Siapkan 3 Lokasi Parkir, Ada Shuttle Bus Gratis
Michelin Rekomendasikan Batas Usia Ban 10 Tahun
Michelin merekomendasikan penggantian ban dengan ban baru sebagai tindakan pencegahan apabila usia ban sudah mencapai 10 tahun sejak tanggal produksinya.
Rekomendasi tersebut berlaku meskipun ban masih terlihat layak digunakan. Penggantian juga dianjurkan untuk ban serep yang sudah mencapai usia 10 tahun sejak tanggal produksinya.
Selain memperhatikan usia ban, pengendara tetap perlu memeriksa kondisi fisik ban secara berkala. Pemeriksaan penting dilakukan untuk mengetahui kondisi ban dan memastikan performanya tetap sesuai kebutuhan berkendara.
Dengan mengetahui kode produksi pada TIN, pengendara dapat lebih mudah memantau usia ban dan menentukan waktu pemeriksaan maupun penggantian ban.
Wajib Dicek Berkala
Dalam 5 tahun, ban mungkin telah melewati banyak permukaan yang berbeda-beda, dan mungkin telah mengalami guncangan. Setelah 5 tahun penggunaan, periksakan ban kendaraan sobat medcom kepada para profesional setidaknya setahun sekali. Ini akan memastikan ban tidak rusak sebelum waktunya dan tidak membahayakan penumpang.
DKI Jakarta: Usia pakai
ban mobil tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan jarak tempuh. Kondisi ban juga dipengaruhi berbagai faktor, seperti usia, penggunaan, kondisi jalan, hingga perawatan.
Michelin, melalui situs resminya, menjelaskan pengendara perlu mengetahui usia ban untuk menentukan kapan komponen tersebut sebaiknya diperiksa atau diganti. Salah satu cara untuk mengetahuinya adalah dengan melihat kode TIN (Tyre Identification Number) yang terdapat pada dinding ban.
Kode TIN terdiri dari empat digit angka. Dua angka pertama menunjukkan minggu produksi, sedangkan dua angka terakhir menunjukkan tahun produksi.
Sebagai contoh, kode usia ban 4714 menunjukkan ban tersebut diproduksi pada minggu ke-47 tahun 2014. Informasi tersebut dapat digunakan untuk mengetahui usia ban dan memastikan apakah sudah mendekati batas penggunaan yang direkomendasikan.
Michelin merekomendasikan penggantian ban dengan ban baru sebagai tindakan pencegahan apabila usia ban sudah mencapai 10 tahun sejak tanggal produksinya.
Rekomendasi tersebut berlaku meskipun ban masih terlihat layak digunakan. Penggantian juga dianjurkan untuk ban serep yang sudah mencapai usia 10 tahun sejak tanggal produksinya.
Selain memperhatikan usia ban, pengendara tetap perlu memeriksa kondisi fisik ban secara berkala. Pemeriksaan penting dilakukan untuk mengetahui kondisi ban dan memastikan performanya tetap sesuai kebutuhan berkendara.
Dengan mengetahui kode produksi pada TIN, pengendara dapat lebih mudah memantau usia ban dan menentukan waktu pemeriksaan maupun penggantian ban.
Wajib Dicek Berkala
Dalam 5 tahun, ban mungkin telah melewati banyak permukaan yang berbeda-beda, dan mungkin telah mengalami guncangan. Setelah 5 tahun penggunaan, periksakan ban kendaraan sobat medcom kepada para profesional setidaknya setahun sekali. Ini akan memastikan ban tidak rusak sebelum waktunya dan tidak membahayakan penumpang.
(UDA)