DKI Jakarta: Perawatan ban menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan berkendara. Salah satu langkah yang kerap disarankan adalah melakukan rotasi ban secara berkala agar tingkat keausan ban tetap merata.
Rotasi ban merupakan proses memindahkan posisi ban dari satu sisi ke sisi lainnya dalam interval tertentu, dikutip dari situs resmi Mitsubishi. Tujuannya untuk memperpanjang usia pakai ban sekaligus menjaga stabilitas kendaraan saat digunakan sehari-hari.
Jika rotasi ban tidak dilakukan, ban yang berfungsi sebagai penggerak utama kendaraan biasanya akan lebih cepat aus. Kondisi ini umum terjadi pada mobil berpenggerak roda depan atau Front Wheel Drive (FWD) maupun penggerak roda belakang atau Rear Wheel Drive (RWD).
Pada mobil FWD, ban depan bekerja lebih berat karena menanggung beban putaran mesin, sistem kemudi, dan pengereman. Sementara pada mobil RWD, beban terbesar ada di roda belakang sebagai penggerak utama kendaraan.
Baca Juga:
GWM Ora 5, Pantaskah Menantang BYD Atto 3?
Selain sistem penggerak, gaya berkendara, kondisi jalan, hingga pengaturan keselarasan roda juga memengaruhi tingkat keausan ban. Karena itu, rotasi ban disarankan dilakukan setiap enam bulan atau setiap 10 ribu kilometer. Cara melakukan rotasi ban pun berbeda tergantung sistem penggerak kendaraan.
Pada mobil FWD, kedua ban depan dipindahkan ke belakang dengan posisi menyilang kiri dan kanan. Sedangkan ban belakang dipindahkan ke depan pada sisi yang sama. Untuk mobil RWD, ban belakang dipindahkan ke depan dengan posisi menyilang. Sementara ban depan dipindahkan ke belakang tanpa berpindah sisi.
Sedangkan pada kendaraan All Wheel Drive (AWD) atau 4WD, seluruh ban ditukar posisi dan sisi secara menyilang. Ban depan dipindahkan ke belakang dengan bertukar sisi, begitu juga ban belakang yang berpindah ke depan secara menyilang.
Selain rotasi ban, perawatan lain yang tidak kalah penting adalah spooring dan balancing. Keduanya berfungsi menjaga kestabilan kendaraan sekaligus memastikan ban aus secara merata.
Spooring dilakukan untuk memastikan posisi roda tetap sejajar sesuai spesifikasi pabrikan. Beberapa tanda mobil membutuhkan spooring antara lain posisi setir terasa tidak lurus saat kendaraan melaju lurus, mobil cenderung menarik ke kanan atau kiri, hingga keausan ban yang tidak merata.
Baca Juga:
Melihat Keamanan Berkendara Jetour T2, Struktur Body-nya Spesial!
Spooring idealnya dilakukan setiap 10 ribu kilometer atau setelah kendaraan menghantam jalan rusak, lubang, maupun trotoar. Sementara balancing bertujuan menjaga putaran roda tetap seimbang agar tidak menimbulkan getaran saat kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi.
Tanda balancing perlu dilakukan biasanya ditandai dengan setir bergetar pada kecepatan tinggi atau roda terasa tidak stabil saat digunakan berkendara. Balancing umumnya dilakukan bersamaan dengan rotasi ban atau ketika mulai muncul getaran pada roda kendaraan.
Melalui perawatan rutin seperti rotasi ban, spooring, dan balancing, kenyamanan serta keamanan berkendara dapat tetap terjaga. Kondisi ban yang optimal juga membantu meningkatkan stabilitas kendaraan dan memperpanjang usia komponen kaki-kaki mobil.
DKI Jakarta: Perawatan
ban menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kenyamanan dan
keselamatan berkendara. Salah satu langkah yang kerap disarankan adalah melakukan rotasi ban secara berkala agar tingkat keausan ban tetap merata.
Rotasi ban merupakan proses memindahkan posisi ban dari satu sisi ke sisi lainnya dalam interval tertentu, dikutip dari situs resmi Mitsubishi. Tujuannya untuk memperpanjang usia pakai ban sekaligus menjaga stabilitas kendaraan saat digunakan sehari-hari.
Jika rotasi ban tidak dilakukan, ban yang berfungsi sebagai penggerak utama kendaraan biasanya akan lebih cepat aus. Kondisi ini umum terjadi pada mobil berpenggerak roda depan atau Front Wheel Drive (FWD) maupun penggerak roda belakang atau Rear Wheel Drive (RWD).
Pada mobil FWD, ban depan bekerja lebih berat karena menanggung beban putaran mesin, sistem kemudi, dan pengereman. Sementara pada mobil RWD, beban terbesar ada di roda belakang sebagai penggerak utama kendaraan.
Selain sistem penggerak, gaya berkendara, kondisi jalan, hingga pengaturan keselarasan roda juga memengaruhi tingkat keausan ban. Karena itu, rotasi ban disarankan dilakukan setiap enam bulan atau setiap 10 ribu kilometer. Cara melakukan rotasi ban pun berbeda tergantung sistem penggerak kendaraan.
Pada mobil FWD, kedua ban depan dipindahkan ke belakang dengan posisi menyilang kiri dan kanan. Sedangkan ban belakang dipindahkan ke depan pada sisi yang sama. Untuk mobil RWD, ban belakang dipindahkan ke depan dengan posisi menyilang. Sementara ban depan dipindahkan ke belakang tanpa berpindah sisi.
Sedangkan pada kendaraan All Wheel Drive (AWD) atau 4WD, seluruh ban ditukar posisi dan sisi secara menyilang. Ban depan dipindahkan ke belakang dengan bertukar sisi, begitu juga ban belakang yang berpindah ke depan secara menyilang.
Selain rotasi ban, perawatan lain yang tidak kalah penting adalah spooring dan balancing. Keduanya berfungsi menjaga kestabilan kendaraan sekaligus memastikan ban aus secara merata.
Spooring dilakukan untuk memastikan posisi roda tetap sejajar sesuai spesifikasi pabrikan. Beberapa tanda mobil membutuhkan spooring antara lain posisi setir terasa tidak lurus saat kendaraan melaju lurus, mobil cenderung menarik ke kanan atau kiri, hingga keausan ban yang tidak merata.
Spooring idealnya dilakukan setiap 10 ribu kilometer atau setelah kendaraan menghantam jalan rusak, lubang, maupun trotoar. Sementara balancing bertujuan menjaga putaran roda tetap seimbang agar tidak menimbulkan getaran saat kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi.
Tanda balancing perlu dilakukan biasanya ditandai dengan setir bergetar pada kecepatan tinggi atau roda terasa tidak stabil saat digunakan berkendara. Balancing umumnya dilakukan bersamaan dengan rotasi ban atau ketika mulai muncul getaran pada roda kendaraan.
Melalui perawatan rutin seperti rotasi ban, spooring, dan balancing, kenyamanan serta keamanan berkendara dapat tetap terjaga. Kondisi ban yang optimal juga membantu meningkatkan stabilitas kendaraan dan memperpanjang usia komponen kaki-kaki mobil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)