Ilustrasi. Yamaha
Ilustrasi. Yamaha

Safety Riding

Libas Tanjakan & Turunan Pakai Skutik, Ini Tekniknya

Ekawan Raharja • 31 Mei 2023 13:46
Jakarta: Sepeda motor jenis skuter matik (skutik) kini menjadi primadona masyarkat Indonesia di berbagai kondisi jalanan. Para pesepeda motor ini menggunakan kuda besi tersebut melewati berbagai kondisi jalanan, termasuk tanjakan dan turunan.
 
Instruktur Yamaha Riding Academy PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Muhammad Arief, menyebutkan menggunakan skutik di jalan menanjak dan menurun memang memerlukan sedikit penyesuaian dalam hal teknik berkendara. Tidak seperti motor bertransmisi manual, skutik tidak bisa berakselerasi menggunakan gigi kecil saat menanjak dan melakukan engine brake saat turunan.
 
"Oleh sebab itu perlu pemahaman kemampuan berkendara yang tepat meliputi cara buka tutup gas, pengereman, postur tubuh, hingga perilaku berkendara safety untuk meminalisir resiko kecelakaan yang tidak diinginkan,” ungkap Arief melalui keterangan resminya.
Arief kemudian memberikan teknik-teknik berkendara skutik kala melewati jalan menanjak dan turunan;
 
Baca Juga:
Honda CB650R Berbalut Nuansa Hitam

Tanjakan

Saat melewati jalan tanjakan menggunakan skutik, hal pertama yang harus diperhatikan adalah menjaga kecepatan ideal dengan memanfaatkan momentum baik sebelum maupun pada saat menanjak. Untuk bisa mendapatkan kecepatan yang ideal tersebut, salah satu caranya adalah menjaga jarak dengan pengendara yang ada di depan sehingga pegendara punya ruang untuk berakselerasi. 
 
Jika jalan menanjak disertai dengan tikungan berkelok yang tajam, pilih sisi jalur yang landai dan sebisa mungkin kurangi pengereman untuk menjaga laju kecepatan ideal tersebut. Jika ingin mengurangi kecepatan, lebih disarankan melakukan deselerasi dengan menutup gas.
 
Hal lain yang perlu diperhatikan ketika menanjak dengan skutik adalah hindari berakselerasi dengan membuka-tutup gas secara agresif dan berulang-ulang. Kondisi ini bisa menyebabkan mesin menjadi lebih panas (overheat) sehingga berpontensi merusak komponen yang ada di dalam mesin. 
 
Terkait dengan postur berkendara, pada saat melewati jalanan menanjak yang cukup curam sebaiknya pengendara lebih mencondongkan badan ke arah depan. Hal ini bertujuan agar beban berpusat kebagian depan untuk menghindari roda depan motor terangkat (standing).
 
Baca Juga:
Uang Negara Aman, Tidak Dipakai untuk Insentif Mobil Listrik

Turunan 

Sementara itu ketika menghadapi jalan turunan, hal pertama yang harus diperhatikan oleh pengendara adalah jangan membawa beban berlebih dan menjaga jarak aman dengan pengendara yang ada di depan untuk mengantisipasi rem mendadak.
 
Selain itu, jaga laju kendaraan tetap pada kecepatan yang bisa dikontrol dan lakukan pengereman se-efisien mungkin, karena jika pengendara melakukan rem secara terus menerus akan membuat peranti rem menjadi cepat panas dan berpotensi terjadinya rem blong. Untuk postur berkendara saat dijalanan menurun yang curam, posisi badan lebih baik dicondongkan kebelakang untuk mengindari roda belakang motor terangkat.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(UDA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif