Jakarta - Banyak yang menganggap enteng soal rem anti-lock braking system (ABS) di kendaraan mengalami masalah. Di antaranya lampu indikator ABS di panel instrumen menyala terus, lalu rem terasa tidak pakem atau bergetar saat ditekan dan roda terkunci saat pengereman mendadak.
Jika salah satu dari tiga penyebab di atas terjadi di kendaraan Sobat Medcom, baik itu sepeda motor apalagi mobil, maka segera lakukan pemeriksaan secara mandiri. Apalagi jika Sobat memang mengerti cara ngoprek kendaraan dan komponennya.
Penyebab rem ABS (Anti-lock Braking System) error umumnya dipicu oleh sensor ABS kotor atau putus, minyak rem kotor/kurang, hingga kegagalan modul hidrolik. Indikator ini ditandai dengan lampu ABS menyala di dasbor.
Masalah ini mengakibatkan pengereman kurang pakem, roda mengunci saat direm, atau ABS tidak aktif. Dalam beberapa kondisi, baik itu saat melakukan pengereman di kecepatan rendah maupun pengereman di kecepatan tinggi, masalahnya selalu muncul. Dan ini sangat membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Baca Juga:
Mobil Bekas untuk Perempuan yang Irit dan Nyaman
Untuk itu ketahui penyebab pastinya dengan melakukan analisis mandiri berikut ini.
-Sensor ABS Kotor atau Rusak
Sensor ABS yang tersembunyi di area roda sering tertutup kotoran, lumpur, atau serpihan logam, menyebabkan pembacaan kecepatan roda tidak akurat. Kabel sensor juga bisa putus akibat benturan atau gigitan tikus. Untuk bagian ini memang agak sulit dilakukan oleh yang tidak mengerti soal teknis otomotif. Sebaiknya bawa ke bengkel umum ataupun bengkel resmi.
-Minyak Rem Kotor atau Kurang
Minyak rem yang jarang diganti akan menurunkan kualitas dan volumenya, menyebabkan unit hidrolik ABS gagal berfungsi. Untuk melakukan pengecekan terdapat tabung reservoir yang biasanya gampang di jangkau ketika kap mesin di buka untuk mobil atau melihat di pangkal setang untuk motor.
-Masalah pada Modul ABS
Modul kontrol ABS atau hydraulic unit mengalami kerusakan internal. Modul ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang paham soal sistem modul dan bagaimana cara kerjanya. Sebaiknya bawa kendaraan Sobat ke bengkel terdekat untuk melakukan penyesuaian.
-Koneksi Kabel Bermasalah
Putusnya koneksi atau kabel sensor ABS menyebabkan data tidak terkirim ke ECU. Akibatkan sistem pengereman tidak bisa menyesuaikan dengan tekanan pedal rem.
Baca Juga:
Inovasi Wuling di Sektor Mobil Listrik Semakin Lengkap
-Ban Botak atau Tidak Sesuai
Tapak ban yang sudah aus membuat sensor salah membaca traksi, sehingga ABS tidak bekerja optimal. Hal ini juga disebabkan karena sensor ECU hanya akan mengeluarkan perintah ke modul pengereman jika ban dalam kondisi normal. Bisa dicoba untuk mengganti ban baru terlebih dahulu dan melihat apakah masalah yang sama masih terulang atau memang sudah pulih.
-Komponen Pengereman Panas
Pengereman mendadak yang terlalu sering (sering terjadi pada motor atau mobil) dapat membuat komponen ABS cepat panas dan malfungsi. Untuk itu dalam melakukan pengereman, sebaiknya dilakukan dengan moderat. Artinya disesuaikan dengan kondisi yang ada.
Jakarta - Banyak yang menganggap enteng soal rem
anti-lock braking system (ABS) di kendaraan mengalami masalah. Di antaranya lampu
indikator ABS di panel instrumen menyala terus, lalu rem terasa tidak pakem atau bergetar saat ditekan dan roda terkunci saat pengereman mendadak.
Jika salah satu dari tiga penyebab di atas terjadi di kendaraan Sobat Medcom, baik itu sepeda motor apalagi mobil, maka segera lakukan pemeriksaan secara mandiri. Apalagi jika Sobat memang mengerti cara ngoprek kendaraan dan komponennya.
Penyebab rem ABS (Anti-lock Braking System) error umumnya dipicu oleh sensor ABS kotor atau putus, minyak rem kotor/kurang, hingga kegagalan modul hidrolik. Indikator ini ditandai dengan lampu ABS menyala di dasbor.
Masalah ini mengakibatkan pengereman kurang pakem, roda mengunci saat direm, atau ABS tidak aktif. Dalam beberapa kondisi, baik itu saat melakukan pengereman di kecepatan rendah maupun pengereman di kecepatan tinggi, masalahnya selalu muncul. Dan ini sangat membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Untuk itu ketahui penyebab pastinya dengan melakukan analisis mandiri berikut ini.
-Sensor ABS Kotor atau Rusak
Sensor ABS yang tersembunyi di area roda sering tertutup kotoran, lumpur, atau serpihan logam, menyebabkan pembacaan kecepatan roda tidak akurat. Kabel sensor juga bisa putus akibat benturan atau gigitan tikus. Untuk bagian ini memang agak sulit dilakukan oleh yang tidak mengerti soal teknis otomotif. Sebaiknya bawa ke bengkel umum ataupun bengkel resmi.
-Minyak Rem Kotor atau Kurang
Minyak rem yang jarang diganti akan menurunkan kualitas dan volumenya, menyebabkan unit hidrolik ABS gagal berfungsi. Untuk melakukan pengecekan terdapat tabung reservoir yang biasanya gampang di jangkau ketika kap mesin di buka untuk mobil atau melihat di pangkal setang untuk motor.
-Masalah pada Modul ABS
Modul kontrol ABS atau hydraulic unit mengalami kerusakan internal. Modul ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang paham soal sistem modul dan bagaimana cara kerjanya. Sebaiknya bawa kendaraan Sobat ke bengkel terdekat untuk melakukan penyesuaian.
-Koneksi Kabel Bermasalah
Putusnya koneksi atau kabel sensor ABS menyebabkan data tidak terkirim ke ECU. Akibatkan sistem pengereman tidak bisa menyesuaikan dengan tekanan pedal rem.
-Ban Botak atau Tidak Sesuai
Tapak ban yang sudah aus membuat sensor salah membaca traksi, sehingga ABS tidak bekerja optimal. Hal ini juga disebabkan karena sensor ECU hanya akan mengeluarkan perintah ke modul pengereman jika ban dalam kondisi normal. Bisa dicoba untuk mengganti ban baru terlebih dahulu dan melihat apakah masalah yang sama masih terulang atau memang sudah pulih.
-Komponen Pengereman Panas
Pengereman mendadak yang terlalu sering (sering terjadi pada motor atau mobil) dapat membuat komponen ABS cepat panas dan malfungsi. Untuk itu dalam melakukan pengereman, sebaiknya dilakukan dengan moderat. Artinya disesuaikan dengan kondisi yang ada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)