Ilustrasi berkendara sepeda motor. Honda
Ilustrasi berkendara sepeda motor. Honda

Hujan Abu Vulkanik, Ini Tips Aman Berkendara agar Tak Membahayakan Diri

Ekawan Raharja • 08 September 2026 10:36
Ringkasnya gini..
  • Hujan abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan membuat jalan licin sehingga pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan.
  • Pengendara disarankan mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, memakai perlengkapan pelindung, dan menepi saat kondisi memburuk.
  • Setelah terpapar abu vulkanik, kendaraan perlu diperiksa dan bodi dibersihkan dengan air agar tidak tergores material abrasif.
DKI Jakarta: Hujan abu vulkanik dapat membahayakan pengendara karena mengurangi jarak pandang dan membuat permukaan jalan licin. Jika harus tetap berkendara, pengendara perlu mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, menggunakan perlengkapan pelindung, serta segera menepi ketika kondisi memburuk.

Bagi pengendara yang harus tetap melakukan perjalanan saat terjadi hujan abu vulkanik, terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan.

Persiapkan Diri dan Kendaraan

Sebelum berkendara, pastikan perlengkapan keselamatan digunakan secara lengkap. Pengendara sepeda motor disarankan menggunakan helm dengan visor tertutup untuk membantu melindungi wajah dan mata dari paparan abu vulkanik.

Masker yang mampu menyaring partikel halus serta kacamata tambahan juga dapat digunakan untuk memberikan perlindungan terhadap iritasi mata dan saluran pernapasan.

Kondisi visor helm juga perlu diperhatikan. Partikel abu yang menempel dapat mengganggu pandangan. Membersihkan visor secara sembarangan saat terdapat abu berpotensi menimbulkan goresan pada permukaannya dan semakin mengganggu visibilitas.

Baca Juga:
Jangan Sampai Bikin Kesalahan Umum saat Parkir Mobil di Mall


Selain perlengkapan berkendara, kondisi kendaraan juga perlu diperiksa. Pastikan tekanan dan kondisi ban, sistem pengereman, lampu utama, lampu belakang, lampu sein, spion, serta mesin berfungsi dengan baik.

Komponen kendaraan yang berkaitan dengan penyaring udara juga perlu mendapat perhatian. Abu vulkanik dapat masuk dan menumpuk pada bagian tersebut sehingga berpotensi memengaruhi kinerja kendaraan.

Sebelum berangkat, pengendara juga sebaiknya memantau informasi resmi mengenai aktivitas gunung api, arah penyebaran abu, kondisi lalu lintas, serta kemungkinan adanya penutupan jalan.

Kurangi Kecepatan dan Jaga Jarak

Ketika harus berkendara di tengah hujan abu vulkanik, pengendara perlu mengurangi kecepatan. Abu yang menutupi permukaan jalan, terutama ketika bercampur dengan air, dapat membuat jalan menjadi lebih licin dan mengurangi daya cengkeram ban.

Hindari melakukan manuver secara tiba-tiba. Kendalikan kendaraan secara halus dan berikan perhatian lebih terhadap kondisi lalu lintas di depan.

Pengendara juga perlu menjaga jarak aman dengan kendaraan lain. Jarak yang lebih panjang memberikan waktu tambahan untuk melakukan pengereman atau mengantisipasi perubahan kondisi lalu lintas.

Baca Juga:
Harga Oli Transmisi Mobil Matik September 2026

Jangan Memaksakan Diri Saat Jarak Pandang Terbatas

Kondisi dapat menjadi semakin berbahaya ketika hujan abu dan asap semakin pekat hingga mengurangi jarak pandang secara signifikan. Jika situasi tersebut terjadi, pengendara sebaiknya tidak memaksakan diri untuk terus melaju. Kurangi kecepatan secara bertahap, nyalakan lampu utama, dan jaga jarak dengan kendaraan lain.

Setelah itu, cari tempat yang aman untuk menepi. Pengendara sepeda motor juga sebaiknya tidak membuka visor helm ketika konsentrasi abu masih tinggi.

Periksa Kendaraan Setelah Terpapar Abu Vulkanik

Perawatan kendaraan tidak berhenti setelah pengendara tiba di tempat tujuan. Kendaraan yang terpapar abu vulkanik perlu diperiksa, terutama pada bagian yang berpotensi terkena atau menjadi tempat menumpuknya abu.

Beberapa komponen yang perlu diperhatikan antara lain filter udara, sistem pengereman, rantai dan komponen bergerak, area mesin dan CVT, lampu depan dan belakang, serta ban dan area roda. Jika terdapat penurunan performa setelah kendaraan terpapar abu vulkanik, pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan di AHASS terdekat.

Pada bagian bodi, hindari menggosok permukaan kendaraan ketika masih kering. Bersihkan terlebih dahulu menggunakan air secara hati-hati untuk membantu mencegah goresan akibat sifat abrasif abu vulkanik.

Baca Juga:
Pabrik Baru BYD di Subang Jadi Basis Baru Industri Mobil Listrik Indonesia

Pengendara Diminta Tidak Memaksakan Diri

Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM), Daniel Aria Sulistya Nugroho, mengatakan pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan diri ketika terjadi hujan abu vulkanik. Menurutnya potensi bahaya perlu diprediksi sedini mungkin agar pengendara dapat melakukan antisipasi sebelum kondisi menjadi semakin berisiko.

“Lakukan persiapan sebelum perjalanan, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, perhatikan kondisi jalan, dan segera menepi apabila kondisi sudah tidak memungkinkan untuk berkendara dengan aman. Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman tetap menjadi pilihan terbaik. Tetap Cari Aman saat berkendara,” ujar Daniel melalui keterangan resminya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan