Jakarta: Oli shock, atau sering disebut fork oil, adalah elemen vital dalam sistem suspensi depan sepeda motor. Cairan ini berperan besar dalam menjaga kenyamanan dan kestabilan motor saat melaju di berbagai kondisi jalan.
Bekerja beriringan dengan shock absorber depan, oli ini membantu meredam getaran dan benturan dari permukaan jalan. Hasilnya, pengendara tetap merasakan halusnya laju motor, bahkan ketika melewati jalan bergelombang atau berlubang.
Namun, performa suspensi sangat bergantung pada kualitas, tingkat kekentalan, dan terutama jumlah oli yang digunakan. Banyak pengendara tidak menyadari bahwa kesalahan dalam takaran oli dapat membuat suspensi terasa terlalu keras atau justru terlalu empuk. Karena itu, memahami cara kerja serta takaran oli yang tepat adalah hal penting bagi setiap pemilik motor.
Alasan takaran fork oil harus tepat:
Takaran oli bukan sekadar angka di buku manual. Ia menjadi faktor utama yang menentukan bagaimana suspensi bekerja. Melansir dari laman resmi Suzuki, berikut ini alasan mengapa pengaturan volumenya tidak boleh sembarangan:
1. Menentukan kekerasan suspensi
Jumlah oli yang diisi langsung memengaruhi tingkat kekakuan suspensi. Jika oli terlalu banyak, suspensi akan terasa keras dan tidak nyaman di jalan bergelombang.
Sebaliknya, jika terlalu sedikit, suspensi akan terasa lembek dan membuat motor limbung saat menikung atau mengerem mendadak. Takaran yang pas memberikan keseimbangan ideal antara kenyamanan dan kontrol.
Baca juga:
Mengenal Teknologi Fly by Wire pada Gas Sepeda Motor
2. Mempengaruhi proses redaman
Fungsi utama oli shock adalah sebagai peredam kejut. Volume yang sesuai memastikan redaman bekerja optimal. Kekurangan oli dapat membuat suspensi cepat mentok saat menahan benturan keras, sedangkan kelebihan oli membuat gerakan suspensi terlalu kaku dan mengurangi kemampuan menyerap guncangan.
3. Mencegah kerusakan komponen
Volume oli yang tidak sesuai juga bisa merusak bagian dalam shockbreaker seperti seal, piston, atau bushing. Terlalu sedikit oli menyebabkan gesekan berlebih dan mempercepat keausan, sementara kelebihan oli dapat menimbulkan tekanan tinggi yang berisiko menimbulkan kebocoran.
4. Menjaga kestabilan motor
Stabilitas motor sangat bergantung pada kerja suspensi depan. Dengan takaran oli yang ideal, keseimbangan kendaraan tetap terjaga, terutama saat melaju cepat atau melintasi tikungan tajam.
5. Meningkatkan keamanan berkendara
Suspensi yang berfungsi optimal membantu ban tetap menapak sempurna di permukaan jalan. Hal ini mengurangi risiko selip dan memberikan pengendalian yang lebih baik bagi pengendara, sehingga keselamatan pun lebih terjamin.
Singkatnya, takaran oli shock depan bukan hal sepele. Perhatikan volumenya sesuai rekomendasi pabrikan agar suspensi bekerja maksimal, motor tetap stabil, dan pengalaman berkendara Anda menjadi lebih aman serta nyaman.
Jakarta: Oli shock, atau sering disebut fork oil, adalah elemen vital dalam sistem suspensi depan
sepeda motor. Cairan ini berperan besar dalam menjaga kenyamanan dan kestabilan motor saat melaju di berbagai kondisi jalan.
Bekerja beriringan dengan shock absorber depan, oli ini membantu meredam getaran dan benturan dari permukaan jalan. Hasilnya, pengendara tetap merasakan halusnya laju motor, bahkan ketika melewati jalan bergelombang atau berlubang.
Namun, performa suspensi sangat bergantung pada kualitas, tingkat kekentalan, dan terutama jumlah oli yang digunakan. Banyak pengendara tidak menyadari bahwa kesalahan dalam takaran oli dapat membuat suspensi terasa terlalu keras atau justru terlalu empuk. Karena itu, memahami cara kerja serta takaran oli yang tepat adalah hal penting bagi setiap pemilik motor.
Alasan takaran fork oil harus tepat:
Takaran oli bukan sekadar angka di buku manual. Ia menjadi faktor utama yang menentukan bagaimana suspensi bekerja. Melansir dari laman resmi Suzuki, berikut ini alasan mengapa pengaturan volumenya tidak boleh sembarangan:
1. Menentukan kekerasan suspensi
Jumlah oli yang diisi langsung memengaruhi tingkat kekakuan suspensi. Jika oli terlalu banyak, suspensi akan terasa keras dan tidak nyaman di jalan bergelombang.
Sebaliknya, jika terlalu sedikit, suspensi akan terasa lembek dan membuat motor limbung saat menikung atau mengerem mendadak. Takaran yang pas memberikan keseimbangan ideal antara kenyamanan dan kontrol.
Baca juga:
Mengenal Teknologi Fly by Wire pada Gas Sepeda Motor
2. Mempengaruhi proses redaman
Fungsi utama oli shock adalah sebagai peredam kejut. Volume yang sesuai memastikan redaman bekerja optimal. Kekurangan oli dapat membuat suspensi cepat mentok saat menahan benturan keras, sedangkan kelebihan oli membuat gerakan suspensi terlalu kaku dan mengurangi kemampuan menyerap guncangan.
3. Mencegah kerusakan komponen
Volume oli yang tidak sesuai juga bisa merusak bagian dalam shockbreaker seperti seal, piston, atau bushing. Terlalu sedikit oli menyebabkan gesekan berlebih dan mempercepat keausan, sementara kelebihan oli dapat menimbulkan tekanan tinggi yang berisiko menimbulkan kebocoran.
4. Menjaga kestabilan motor
Stabilitas motor sangat bergantung pada kerja suspensi depan. Dengan takaran oli yang ideal, keseimbangan kendaraan tetap terjaga, terutama saat melaju cepat atau melintasi tikungan tajam.
5. Meningkatkan keamanan berkendara
Suspensi yang berfungsi optimal membantu ban tetap menapak sempurna di permukaan jalan. Hal ini mengurangi risiko selip dan memberikan pengendalian yang lebih baik bagi pengendara, sehingga keselamatan pun lebih terjamin.
Singkatnya, takaran oli shock depan bukan hal sepele. Perhatikan volumenya sesuai rekomendasi pabrikan agar suspensi bekerja maksimal, motor tetap stabil, dan pengalaman berkendara Anda menjadi lebih aman serta nyaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)