Suzuki Auto Value. Medcom.id/Ekawan Raharja
Suzuki Auto Value. Medcom.id/Ekawan Raharja

8 Tanda Body Mobil Bekas Pernah Tabrakan

Ekawan Raharja • 08 Mei 2026 12:13
Ringkasnya gini..
  • Membeli mobil bekas perlu ketelitian, terutama untuk memastikan body kendaraan tidak pernah mengalami tabrakan.
  • Perbedaan warna cat, celah panel tidak rata, hingga baut bekas bongkar jadi tanda mobil pernah diperbaiki.
  • Pemeriksaan detail body mobil bekas penting dilakukan agar pembeli terhindar dari kendaraan bermasalah.
DKI Jakarta: Membeli mobil bekas masih menjadi pilihan banyak masyarakat karena menawarkan harga yang lebih terjangkau dibandingkan mobil baru. Namun, kondisi kendaraan tetap harus menjadi perhatian utama sebelum memutuskan melakukan transaksi.
 
Selain memeriksa performa mesin dan kelengkapan dokumen, calon pembeli juga perlu melakukan pengecekan menyeluruh pada bagian body mobil. Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui apakah kendaraan pernah mengalami kecelakaan atau tabrakan yang berpotensi memengaruhi kondisi kendaraan dalam jangka panjang.
 
Kerusakan akibat tabrakan biasanya meninggalkan sejumlah tanda pada body mobil. Mulai dari perubahan warna cat hingga panel yang tidak presisi. Pemeriksaan visual menjadi langkah awal yang cukup efektif untuk mengenali kondisi tersebut.

Suzuki kemudian membagikan informasi delapan tanda body mobil bekas yang patut dicurigai pernah mengalami tabrakan atau perbaikan besar.

1. Warna Cat Body Berbeda

Perbedaan warna cat menjadi salah satu ciri paling mudah dikenali. Perhatikan area seperti pintu, kap mesin, hingga bagian belakang mobil.

Baca Juga:
Bocoran Terbaru Skema Insentif Motor dan Mobil Listrik


Jika terdapat warna yang terlihat berbeda atau belang, kondisi tersebut dapat menandakan adanya proses pengecatan ulang akibat perbaikan body setelah tabrakan. Biasanya hal ini terjadi karena penggantian panel atau proses repaint yang tidak sesuai warna asli pabrik.

2. Celah Antar Panel Tidak Rata

Calon pembeli juga perlu memperhatikan celah antar panel body mobil. Pada mobil dengan kondisi normal, jarak antar panel umumnya simetris dan presisi.
 
Sebaliknya, mobil yang pernah mengalami benturan sering memiliki celah yang tidak rata atau terlihat miring. Kondisi ini biasanya ditemukan pada area pintu, kap mesin, dan fender.

3. Dudukan Karet Bergelombang

Pemeriksaan berikutnya dapat dilakukan pada bagian dudukan karet di pintu atau bagasi. Area ini biasanya menutupi tulangan body kendaraan.
 
Jika setelah karet dibuka terlihat permukaan bergelombang atau tidak rata, maka ada kemungkinan mobil pernah mengalami benturan keras. Pada kondisi normal, area tersebut seharusnya terlihat lurus dan rapi.

Baca Juga:
Bocor Halus Bikin Pusing, Ini Cara Deteksi Kebocoran di Ban Mobil

4. Baut Body Memiliki Bekas Bongkar

Perhatikan kondisi baut pada pintu, kap mesin, dan fender. Mobil yang pernah diperbaiki biasanya memiliki bekas pembongkaran pada baut.
 
Tanda tersebut dapat berupa goresan bekas kunci atau cat yang terkelupas di sekitar baut. Selain itu, baut yang terlihat terlalu baru pada mobil berusia lama juga patut dicurigai.

5. Bentuk Mobil Terlihat Tidak Simetris

Mobil yang belum pernah mengalami kecelakaan umumnya memiliki tampilan body yang simetris dan proporsional.
 
Sebaliknya, kendaraan bekas tabrakan kadang terlihat kurang presisi saat dilihat dari jarak tertentu. Untuk mengeceknya, calon pembeli bisa berdiri sekitar empat meter dari kendaraan dengan posisi sedikit menyamping agar lebih mudah melihat bentuk keseluruhan mobil.

6. Bingkai dan Pintu Tidak Presisi

Kerusakan akibat benturan pada bagian pintu dapat menyebabkan perubahan bentuk pada panel maupun bingkai pintu.
 
Cobalah membuka dan menutup pintu beberapa kali. Jika pintu terasa berat, tidak presisi, atau sulit menutup rapat, maka kondisi tersebut bisa menjadi indikasi adanya riwayat kecelakaan.

7. Warna Engsel Pintu Berubah

Perubahan warna pada engsel pintu juga dapat menjadi petunjuk adanya proses pengecatan ulang.
 
Pada kondisi standar pabrik, engsel biasanya memiliki warna logam silver atau kekuningan. Namun jika warnanya sama dengan warna body mobil, hal itu dapat menandakan engsel ikut terkena cat saat proses repaint setelah perbaikan body.

8. Kaca Mobil Tidak Presisi

Mobil yang pernah mengalami kecelakaan besar berpotensi mengalami kerusakan kaca sehingga harus diganti.
 
Namun, pemasangan kaca pengganti terkadang tidak sepresisi standar pabrik. Karena itu, pembeli perlu memeriksa posisi kaca dan kerapian pemasangannya untuk memastikan tidak ada tanda perbaikan besar.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan