Ilustrasi ban MotoGP. Dorna Sport
Ilustrasi ban MotoGP. Dorna Sport

Ternyata Ini Aturan Tekanan Ban MotoGP di 2026

Ekawan Raharja • 25 September 2026 08:27
Ringkasnya gini..
  • Aturan MotoGP 2026 mewajibkan tekanan ban depan minimal 1,80 bar selama 60 persen jarak Grand Prix.
  • Pelanggaran tekanan ban dikenai penalti 16 detik untuk Grand Prix dan 8 detik untuk Sprint.
  • Mulai 2027, Pirelli menggantikan Michelin sebagai pemasok ban MotoGP dan aturan tekanan ban berpotensi disesuaikan.
DKI Jakarta: Aturan tekanan ban MotoGP menjadi bagian penting dalam regulasi balap sejak pertengahan musim 2023. Regulasi ini mengharuskan pembalap menjaga tekanan ban minimum dalam persentase tertentu dari jarak balapan, dengan sanksi penalti waktu jika ketentuan tersebut dilanggar.

Mengutip Crash, regulasi tersebut diterapkan untuk menjawab kekhawatiran terkait penggunaan tekanan ban rendah secara sengaja. Perkembangan teknis MotoGP, termasuk perangkat pengatur ketinggian dan aerodinamika, membuat beban kerja ban semakin tinggi. Aturan ini juga bertujuan menutup celah performa agar kompetisi berlangsung dengan ketentuan teknis yang sama.

Cara Kerja Aturan Tekanan Ban MotoGP

Awal penerapannya pada 2023, batas minimum tekanan ban yang ditetapkan Michelin adalah 1,88 bar untuk ban depan dan 1,68 bar untuk ban belakang. Pembalap dinyatakan melanggar jika berada di bawah batas tersebut selama 50 persen jumlah lap pada balapan Grand Prix atau 30 persen pada MotoGP Sprint.

Pada sisa musim 2023, pelanggaran pertama hanya menghasilkan peringatan. Pelanggaran berikutnya dikenai penalti waktu pascabalapan secara bertahap, yakni 3 detik, 6 detik, dan 9 detik.

Mulai 2024, sistem tersebut diubah. Pembalap MotoGP diwajibkan menjaga tekanan ban depan minimal 1,80 bar selama sedikitnya 60 persen jarak Grand Prix atau 30 persen jarak Sprint. Sementara itu, batas minimum tekanan ban belakang tetap 1,68 bar.
 
Pelanggaran terhadap batas tersebut menghasilkan penalti waktu 16 detik setelah Grand Prix atau 8 detik setelah Sprint. Besaran penalti tidak berubah berdasarkan panjang normal jarak Sprint maupun Grand Prix.

Untuk Grand Prix dengan jarak lebih pendek, persentase lap yang wajib memenuhi tekanan minimum juga disesuaikan. Balapan dengan jarak 7 hingga 15 lap menggunakan batas 30 persen, sedangkan balapan lebih dari 15 lap menggunakan batas 60 persen.

Pengecualian hanya dapat diberikan apabila terdapat masalah teknis yang dapat dibuktikan melalui data dan pemeriksaan setelah balapan. Salah satu contohnya adalah kerusakan pelek yang menyebabkan tekanan udara ban terus berkurang.

Mengapa Tekanan Ban Sulit Diprediksi?

Penentuan tekanan awal ban menjadi tantangan bagi tim karena kondisi ban dapat berubah selama balapan. Tim harus memperhitungkan data dari balapan sebelumnya, sesi latihan, serta kemungkinan situasi yang akan dihadapi pembalap saat balapan.

Tekanan ban depan menjadi bagian yang paling sulit diprediksi. Ketika pembalap berada di udara bersih, temperatur dan tekanan ban depan dapat turun. Sebaliknya, ketika berada di belakang pembalap lain dan terkena udara panas atau dirty air, temperatur serta tekanan ban dapat meningkat.

Kondisi cuaca juga memengaruhi tekanan ban. Perubahan temperatur, hujan, dan angin dapat mengubah karakteristik tekanan selama balapan.
 

Tekanan awal yang terlalu rendah membuat pembalap berisiko terkena penalti karena tidak memenuhi persentase minimum. Sebaliknya, tekanan awal yang terlalu tinggi dapat mengurangi performa, terutama ketika pembalap berada di belakang motor lain.

Karena itu, tidak ada satu angka tekanan awal yang berlaku untuk semua pembalap. Tekanan yang sesuai untuk pembalap di baris depan dapat berbeda dengan pembalap yang memulai balapan dari posisi belakang.

Selama balapan, pembalap mendapatkan informasi tekanan ban melalui layar dasbor. Informasi tersebut dapat menjadi peringatan apabila kondisi tekanan ban berisiko membuat pembalap gagal memenuhi persentase minimum.

Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menaikkan tekanan ban depan adalah membiarkan pembalap lain melewati dirinya, kemudian mengikuti *slipstream* pembalap tersebut selama beberapa lap.

Michelin Digantikan Pirelli pada MotoGP 2027

Regulasi tekanan ban kembali berpotensi mengalami perubahan pada 2027. Pada musim tersebut, MotoGP akan memasuki era regulasi teknis baru dengan mesin 850 cc dan larangan penggunaan perangkat pengatur ketinggian.

Pada saat yang sama, pemasok ban resmi MotoGP akan berganti dari Michelin menjadi Pirelli. Pergantian pemasok tersebut berpotensi membuat nilai tekanan minimum disesuaikan dengan karakter ban baru.

Pirelli juga disebut terbuka terhadap perubahan persentase lap dan besaran penalti. Namun, perubahan tersebut akan bergantung pada data yang dikumpulkan selama pengujian ban dengan motor bermesin 850 cc serta kesepakatan dalam Grand Prix Commission.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan