Jakarta: Situasi geopolitik khususnya konflik di Timur Tengah tak hanya berdampak langsung terhadap harga minyak dunia. Situasi ini juga berimbas ke industri pelumas.
Hal ini memaksa pemain besar di industri pelumas seperti Motul Indonesia mengumumkan penyesuaian harga produk yang beredar di pasaran.
Managing Director PT Motul Indonesia Energy, Welmart Purba menjelaskan konflik di kawasan Timur Tengah, berdampak terhadap volatilitas pasar minyak mentah dan turunannya.
“Kondisi tersebut memicu kenaikan harga minyak mentah dunia, meningkatnya biaya bahan baku utama produksi pelumas, serta lonjakan biaya logistik global,” ujar Welmart Purba.
Baca Juga :
Ini Akibatnya Jika Motor Terlambat Ganti Oli
Ia menambahkan kalau faktor fluktuasi nilai tukar rupiah turut memberikan pengaruh signifikan terhadap keseluruhan rantai pasok industri otomotif di Indonesia.
“Jadi untuk menghadapi situasi ini, Motul mengambil langkah strategis guna memastikan keberlanjutan pasokan produk, menjaga standar kualitas pelumas kelas dunia, serta menjamin dukungan layanan jangka panjang bagi seluruh konsumen dan mitra bisnis,” sambungnya.
Menurut Welmart, penyesuaian harga produk dilakukan secara terukur dan penuh pertimbangan.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan situasi global agar kebijakan harga kami senantiasa relevan, kompetitif, dan mencerminkan kondisi pasar yang sesungguhnya,” pungkas Welmart.
Jakarta: Situasi geopolitik khususnya konflik di
Timur Tengah tak hanya berdampak langsung terhadap harga minyak dunia. Situasi ini juga berimbas ke industri
pelumas.
Hal ini memaksa pemain besar di industri pelumas seperti Motul Indonesia mengumumkan penyesuaian harga produk yang beredar di pasaran.
Managing Director PT Motul Indonesia Energy, Welmart Purba menjelaskan konflik di kawasan Timur Tengah, berdampak terhadap volatilitas pasar minyak mentah dan turunannya.
“Kondisi tersebut memicu kenaikan harga minyak mentah dunia, meningkatnya biaya bahan baku utama produksi pelumas, serta lonjakan biaya logistik global,” ujar Welmart Purba.
Ia menambahkan kalau faktor fluktuasi nilai tukar rupiah turut memberikan pengaruh signifikan terhadap keseluruhan rantai pasok industri otomotif di Indonesia.
“Jadi untuk menghadapi situasi ini, Motul mengambil langkah strategis guna memastikan keberlanjutan pasokan produk, menjaga standar kualitas pelumas kelas dunia, serta menjamin dukungan layanan jangka panjang bagi seluruh konsumen dan mitra bisnis,” sambungnya.
Menurut Welmart, penyesuaian harga produk dilakukan secara terukur dan penuh pertimbangan.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan situasi global agar kebijakan harga kami senantiasa relevan, kompetitif, dan mencerminkan kondisi pasar yang sesungguhnya,” pungkas Welmart.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)