Mesin motor balap di MotoGP terbagi dalam beberapa kategori kapasitas mesin. Ilustrasi/MVA
Mesin motor balap di MotoGP terbagi dalam beberapa kategori kapasitas mesin. Ilustrasi/MVA

Berapa Kapasitas Mesin Motor Moto3 Moto2 dan MotoGP?

Ahmad Garuda • 16 Oktober 2026 14:15
Ringkasnya gini..
  • Kejuaraan dunia Grand Prix Sepeda Motor (MotoGP) dibagi ke dalam beberapa kelas utama yang menjadi jenjang karier bagi para pebalap profesional.
  • Setiap kelas memiliki regulasi teknis yang sangat ketat, terutama mengenai kapasitas mesin (CC), bobot minimum, hingga spesifikasi dapur pacu.
  • Bagi penonton awam maupun pecinta balap kecepatan, memahami perbedaan kapasitas mesin di setiap kelas tentu menjadi hal yang menarik.
Jakarta - Kejuaraan dunia Grand Prix Sepeda Motor (MotoGP) dibagi ke dalam beberapa kelas utama yang menjadi jenjang karier bagi para pembalap profesional. Setiap kelas memiliki regulasi teknis yang sangat ketat, terutama mengenai kapasitas mesin (CC), bobot minimum, hingga spesifikasi dapur pacu.

Bagi penonton awam maupun pecinta balap kecepatan, memahami perbedaan kapasitas mesin di setiap kelas tentu menjadi hal yang menarik. Berikut adalah rincian lengkap mengenai besaran CC untuk kelas Moto3, Moto2, dan MotoGP:

1. Moto3: Kelas Pemula dengan Mesin 250cc
Moto3 adalah kelas entry-level atau batu loncatan pertama bagi pebalap muda dari seluruh dunia sebelum naik tingkat ke Moto2.

-Kapasitas Mesin: Maksimal 250cc
-Konfigurasi: 1 silinder (silinder tunggal), 4-tak (four-stroke).
-Regulasi Khusus: Seluruh tim di kelas ini menggunakan mesin berspesifikasi seragam (saat ini disuplai oleh Honda dan KTM) dengan batasan putaran mesin (rev limit) maksimal di angka 13.500 RPM. Motor Moto3 terkenal lincah dan menjadi tempat di mana pertarungan slipstream (curi angin) antar pebalap sangat mendebarkan.

2. Moto2: Kelas Menengah dengan Mesin 765cc
Menjadi jembatan krusial sebelum masuk ke kelas para raja, Moto2 menyajikan performa mesin yang jauh lebih bertenaga dan bobot motor yang lebih berat dibanding Moto3.
 

-Kapasitas Mesin: 765cc
-Konfigurasi: 3 silinder segaris (inline-three), 4-tak.
-Regulasi Khusus: Sejak tahun 2019, penyuplai mesin tunggal untuk kelas Moto2 adalah Triumph yang mengambil basis mesin dari jalan raya (street triple 765) namun disetel khusus untuk keperluan balap. Sebelumnya, kelas ini menggunakan mesin 600cc 4-silinder. Dengan tenaga yang besar, motor Moto2 menuntut fisik pebalap yang prima dan penguasaan teknik tikungan tinggi.

3. MotoGP: Kelas Utama (Premier Class) 1000cc
Ini adalah kasta tertinggi dari kejuaraan dunia Grand Prix yang dihuni oleh pabrikan-pabrikan raksasa dunia seperti Ducati, KTM, Aprilia, Yamaha, dan Honda. Motor di kelas ini merupakan mahakarya teknologi otomotif roda dua paling canggih di dunia.

-Kapasitas Mesin: Maksimal 1.000cc
-Konfigurasi: Maksimal 4 silinder, dengan konfigurasi mesin umumnya berbentuk V4 atau Inline-4 (tergantung pabrikan).
-Regulasi Khusus: Menggunakan mesin 4-tak dengan diameter silinder maksimal 81 mm. Tenaga yang dihasilkan oleh motor MotoGP bisa mencapai lebih dari 250 tenaga kuda (HP), dengan kecepatan puncak (top speed) yang kerap menyentuh angka 360 km/jam di lurusan sirkuit tertentu.

-Moto3 250cc 1 Silinder 4-Tak
-Moto2 765cc 3 Silinder 4-Tak 
-MotoGP 1.000cc Maks. 4 Silinder 4-Tak

Perbedaan kapasitas dan karakter mesin inilah yang membuat transisi dari Moto3 ke Moto2, lalu ke MotoGP menjadi tantangan tersendiri bagi seorang pebalap profesional. Semakin tinggi kelasnya, semakin besar tenaga serta kompleksitas aerodinamika dan elektronik yang harus dikendalikan di atas sirkuit!

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan