Marc Márquez bersama Ducati Corse di Sirkuit Mandalika Nusa Tenggara Barat. Ducati
Marc Márquez bersama Ducati Corse di Sirkuit Mandalika Nusa Tenggara Barat. Ducati

MotoGP 2027 Pakai Mesin 850 cc, Catatan Waktu Tes Sudah Dekati Motor 1.000 cc

Ekawan Raharja • 17 Oktober 2026 14:24
Ringkasnya gini..
  • Motor MotoGP 850 cc untuk musim 2027 dilaporkan mencatat waktu putaran yang mendekati motor 1000 cc dalam tes di Red Bull Ring.
  • Ducati dan Aprilia menegaskan regulasi MotoGP 2027 berfokus pada pengurangan kecepatan puncak demi meningkatkan keselamatan pembalap.
  • Performa motor MotoGP 2027 dalam balapan masih menjadi tanda tanya, terutama terkait daya tahan ban Pirelli dan konsistensi kecepatan.
DKI Jakarta: Motor MotoGP 2027 dengan mesin 850 cc dilaporkan mampu mencatatkan waktu putaran yang mendekati motor 1000 cc generasi saat ini dalam sejumlah tes tertutup. Meski regulasi baru ditujukan untuk mengurangi performa demi meningkatkan keselamatan, hasil awal pengujian menunjukkan prototipe generasi berikutnya masih memiliki kecepatan kompetitif di beberapa sirkuit.

General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, dan CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menegaskan tujuan utama perubahan regulasi bukan memangkas waktu putaran, melainkan mengurangi kecepatan puncak motor, terutama ketika pembalap mendekati tikungan pertama.

Catatan waktu resmi motor 850 cc dengan ban Pirelli baru akan tersedia setelah tes pascamusim MotoGP di Valencia pada 1 Desember 2026, dikutip dari Corsedimoto. Namun, hasil tes yang beredar sejauh ini memberikan gambaran awal mengenai performa motor dengan regulasi baru tersebut.

Catatan Tes MotoGP 2027 di Red Bull Ring

Dalam tes di Red Bull Ring, Spielberg, Austria, rookie LCR Honda Diogo Moreira dilaporkan mencatatkan waktu tercepat 1 menit 28,4 detik. Saat sesi kualifikasi pada akhir pekan balapan di sirkuit yang sama, ia membukukan waktu 1 menit 29,1 detik menggunakan motor Honda 1000 cc.

Sementara itu, Pedro Acosta yang mengendarai KTM 1000 cc mencatatkan waktu 1 menit 27,9 detik saat kualifikasi untuk meraih posisi start di baris depan. Dalam tes motor 850 cc, pembalap tersebut membukukan waktu 1 menit 28,9 detik.
 

Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa selisih waktu putaran motor 850 cc dan 1000 cc relatif kecil dalam pengujian tersebut. Namun, hasil tes awal belum dapat dijadikan gambaran menyeluruh mengenai performa motor 2027 di semua sirkuit maupun dalam kondisi balapan.

Regulasi Baru MotoGP 2027 Berfokus pada Keselamatan

Mulai musim 2027, MotoGP akan menggunakan mesin berkapasitas 850 cc, turun dari 1000 cc. Regulasi baru juga mencakup penghapusan perangkat pengatur ketinggian motor (ride-height devices), pembatasan aerodinamika, serta peralihan pemasok ban dari Michelin ke Pirelli.

Selain itu, jumlah bahan bakar yang tersedia akan dikurangi, sedangkan bobot minimum motor diturunkan empat kilogram. Perubahan tersebut diharapkan membentuk karakter motor yang berbeda, termasuk dalam hal kecepatan, pengendalian, dan performa saat menikung.

Bagi Ducati Corse, pengurangan kapasitas mesin dan tenaga berkaitan erat dengan upaya meningkatkan keselamatan pembalap. Dall'Igna menilai waktu putaran bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan regulasi baru.

“Alasan utama kami ingin mengurangi performa bukanlah waktu putaran, melainkan kecepatan puncak, yaitu kecepatan saat pembalap mencapai tikungan pertama. Itulah sebabnya kami ingin mengurangi tenaga dan kapasitas mesin,” ujar Dall'Igna.

Ia juga menilai motor generasi baru tetap dapat mencatatkan waktu putaran yang mendekati motor 2026 tanpa menghilangkan manfaat dari sisi keselamatan.
 
“Saya pikir, meskipun waktu putaran masih cukup dekat dengan catatan pada 2026, kita tetap bisa mendapatkan peningkatan dari sisi keselamatan. Jadi, sejujurnya, saya pikir ini adalah langkah yang perlu diambil,” sambung Dall'Igna.

Aprilia Soroti Rekor Kecepatan MotoGP di Mugello

Massimo Rivola menyoroti rekor kecepatan tertinggi MotoGP yang tercipta di Sirkuit Mugello pada Mei lalu. Jorge Martin dan Marco Bezzecchi sama-sama mencapai 368,6 km/jam, sekaligus mencatatkan rekor kecepatan tertinggi dalam sejarah MotoGP.

Menurut Rivola, pengurangan tenaga mesin sekitar 50 hp akan membantu menekan kecepatan puncak motor.

“Itu sangat tinggi. Jadi, pengurangan tenaga sekitar 50 hp tentu akan menurunkan kecepatan tersebut,” jelas Rivola.

Meski demikian, hasil pengujian awal menunjukkan motor 850 cc masih berpotensi mencatatkan waktu putaran yang cepat. Rivola mengatakan para pembalap juga menilai motor baru lebih mudah dikendarai, sehingga mereka berpeluang mengelola karakter motor dengan lebih baik.

“Dari apa yang kami lihat, waktu putaran masih terlihat cukup cepat. Pada saat yang sama, para pembalap mengatakan motor ini lebih mudah dikendarai, sehingga mereka mungkin bisa mengendalikannya dengan lebih baik. Namun, lebih baik melihat ke depan daripada ke belakang, karena keputusan ini sudah dibuat.”

Performa MotoGP 2027 dalam Balapan Masih Jadi Tanda Tanya

Meski hasil satu putaran menunjukkan performa yang kompetitif, Rivola mengingatkan bahwa kemampuan motor mempertahankan kecepatan sepanjang balapan masih belum diketahui. Karakter ban Pirelli juga menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi performa motor baru.

“Kami belum tahu apakah kecepatannya akan tetap sama sepanjang balapan. Untuk satu putaran, sejauh ini motor-motor tersebut terlihat cukup cepat, bahkan mungkin sangat cepat di beberapa sirkuit, dengan selisih yang hanya sedikit dari motor 1000 cc. Namun, ban jelas menjadi faktor penentu, dan hal itu masih belum sepenuhnya diketahui,” tutup Rivola.

Dengan demikian, efektivitas regulasi MotoGP 2027 tidak hanya akan ditentukan oleh catatan waktu putaran. Kecepatan puncak, karakter pengendalian, performa ban, dan konsistensi selama balapan juga menjadi aspek penting untuk menilai dampak perubahan regulasi terhadap keselamatan serta persaingan di lintasan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan