Phnom Penh: Honda Astrea dahulu sempat terkenal di Indonesia sebagai salah satu sepeda motor bebek yang banyak penggemarnya. Akan tetapi sepeda motor tersebut kini sudah tidak diproduksi, dan era kejayaan motor bebek juga sudah jauh berkurang tergantikan model skuter matik (skutik).
Namun jangan salah sangka kalau Astrea sudah benar-benar punah karena jenama asal Jepang tersebut masih memproduksinya hingga sekarang ini. Bahkan sepeda motor ini sekarang sudah mengadopsi mesin 125 cc.
Astrea hingga sekarang masih diproduksi di Kamboja dengan nama Dream. Bahkan di sana, Dream baru saja mendapatkan pembaruan dengan nuansa yang mewah dan elegan.
Kesan elegan ini ditonjolkan melalui warna hitam yang dihiasi dengan strip emas, speedometer dengan aksen emas, dan emblem di depan yang juga diberikan warna emas. Sedangkan bagian lampu depan menggunakan potongan diamond cut yang ramping, khas seperti milik Astrea, dan DRL LED di atas lampu sein.
Sepeda motor ini juga terbilang masih minim fitur cangguh. Sebagai contoh di sektor pengereman masih menggunakan model tromol. Sedangkan peleknya masih menggunakan model jari-jari 17 inci yang dikombinasikan karet bundar berukuran 60/100 di depan dan 70/100 di belakang.
Nah soal mesin, Grand Astrea yang kita ketahui menggunakan mesin 97,1 cc berpendingin udara, satu silinder overhead camshaft (OHC) dengan daya 7,3 daya kuda. Sekarang mesin tersebut sudah diganti dengan ukuran yang lebih besar.
Dream menggunakan mesin 124,8 cc dan masih menggunakan sistem karburator. Tenaga dari mesin kemudian disalurkan ke roda melalui transmisi semi otomatis 4-percepatan.
Nah bagaimana menurut Anda? Masih cukup klasik untuk dikendarai?
Nah soal mesin, Grand Astrea yang kita ketahui menggunakan mesin 97,1 cc berpendingin udara, satu silinder overhead camshaft (OHC) dengan daya 7,3 daya kuda. Sekarang mesin tersebut sudah diganti dengan ukuran yang lebih besar.
Dream menggunakan mesin 124,8 cc dan masih menggunakan sistem karburator. Tenaga dari mesin kemudian disalurkan ke roda melalui transmisi semi otomatis 4-percepatan.
Nah bagaimana menurut Anda? Masih cukup klasik untuk dikendarai?
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ERA)