Jakarta: Stabilizer merupakan salah satu komponen pendukung pada setang motor. Komponen ini sebenarnya adalah fitur bawaan untuk motor-motor yang berkapasitas mesin besar atau yang akrab disebut motor gede (moge).
Meski demikian, komponen stabilizer tersebut bisa saja diaplikasikan pada motor biasa jika memang berniat untuk melakukan modifikasi.
Fungsi stabilizer pada dasarnya adalah sebagai peredam atau penstabil pada setang motor. Komponen yang satu ini memiliki beberapa bentuk yang bisa dipilih sesuai kebutuhan pengendara.
Anda dapat memasang steering damper ini sesuai dengan kebutuhan. Hal ini termasuk dengan menyesuaikan jarak tempuh maupun jalan yang sering dilalui.
Apabila jalur yang ditempuh kebanyakan lurus, maka bisa menggunakan stabilizer berukuran 27 mm. Lalu ukuran 201 mm bisa dipakai untuk motor sport dan drag.
Steering damper ternyata dilengkapi dengan sistem hidrolik yang baik, sehingga ketika digunakan untuk berbalik arah atau ditekan akan menimbulkan gaya yang halus dan lancar. Namun untuk stabilizer yang kurang baik, biasanya muncul sendatan ketika ditekan atau dibelokkan.
Oleh karena itu, pemasangan stabilizer ini perlu dilakukan sesuai prosedur agar tidak membahayakan ketika digunakan berkendara. Ada baiknya pemasangan komponen dilakukan oleh teknisi ahli.
Cara kerja stabilizer di setang Motor
Dilansir dari situs resmi Suzuki, sistem kerja stabilizer adalah untuk menghasilkan putaran yang lebih lambat pada setang dengan memanfaatkan sistem hidrolik. Sistem ini bertujuan agar motor stabil saat berkendara dalam kecepatan tinggi atau saat sedang bermanuver di jalanan berliku.
Stabilizer juga bisa berfungsi sebagai pemberat untuk mengurangi getaran pada motor, sehingga lebih stabil ketika dikendarai. Fungsi ini akan bekerja maksimal jika kualitas komponen tersebut bagus.
Produsen motor sendiri sebenarnya sudah menguji dan mengecek kualitas kendaraan sebelum dijual ke konsumen. Jadi seharusnya komponen stabilizer bawaan memiliki kualitas yang bagus.
Pemasangan stabilizer sebaiknya dilakukan sesuai dengan kebutuhan, baik sebagai aksesoris motor maupun komponen pendukung performanya. Pemasangan ini diperbolehkan asalkan bermanfaat dan tidak mengganggu keamanan pengendara saat di jalan, terutama jika dipakai untuk aksesoris.
Ada beberapa tingkatan kekerasan pada alat stabilizer ini, tergantung model dan mereknya. Pengaturan pada tingkatan kekerasan ini disebut dengan klik. Tingkatannya pun bervariasi seperti 8 klik, 14 klik, 22 klik, 24 klik, dan seterusnya, yang bisa diaplikasikan sesuai jenis motor.
Berbagai merek dan jenis klik pun banyak ditawarkan di pasaran membuat pilihannya juga semakin banyak dan tingkat kekerasannya berbeda-beda. Sebagai konsumen, Anda harus lebih teliti dalam memilih klik yang cocok untuk motor yang akan digunakan agar tidak salah pilih.
Cara kerja stabilizer di setang Motor
Dilansir dari situs resmi Suzuki, sistem kerja stabilizer adalah untuk menghasilkan putaran yang lebih lambat pada setang dengan memanfaatkan sistem hidrolik. Sistem ini bertujuan agar motor stabil saat berkendara dalam kecepatan tinggi atau saat sedang bermanuver di jalanan berliku.
Stabilizer juga bisa berfungsi sebagai pemberat untuk mengurangi getaran pada motor, sehingga lebih stabil ketika dikendarai. Fungsi ini akan bekerja maksimal jika kualitas komponen tersebut bagus.
Produsen motor sendiri sebenarnya sudah menguji dan mengecek kualitas kendaraan sebelum dijual ke konsumen. Jadi seharusnya komponen stabilizer bawaan memiliki kualitas yang bagus.
Pemasangan stabilizer sebaiknya dilakukan sesuai dengan kebutuhan, baik sebagai aksesoris motor maupun komponen pendukung performanya. Pemasangan ini diperbolehkan asalkan bermanfaat dan tidak mengganggu keamanan pengendara saat di jalan, terutama jika dipakai untuk aksesoris.
Ada beberapa tingkatan kekerasan pada alat stabilizer ini, tergantung model dan mereknya. Pengaturan pada tingkatan kekerasan ini disebut dengan klik. Tingkatannya pun bervariasi seperti 8 klik, 14 klik, 22 klik, 24 klik, dan seterusnya, yang bisa diaplikasikan sesuai jenis motor.
Berbagai merek dan jenis klik pun banyak ditawarkan di pasaran membuat pilihannya juga semakin banyak dan tingkat kekerasannya berbeda-beda. Sebagai konsumen, Anda harus lebih teliti dalam memilih klik yang cocok untuk motor yang akan digunakan agar tidak salah pilih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ACF)