Jakarta: Honda melakukan ubahan untuk salah satu model bebek (cub) andalannya yakni Super Cub 125. Motor bergaya retro ini mendapatkan minim ubahan penampilan, dan pembaruan di teknologi mesin yang digunakan.
Secara keseluruhan, mesin yang digunakan masih menggunakan blok 124 cc dengan tenaga 9,6 daya kuda @ 7.500 rpm dan torsi 10,4 Nm @ 6.250 rpm. Tenaga kemudian disalurkan ke roda melalui gearbox rotary empat kecepatan dengan kopling sentrifugal.
Meski tidak ada yang berubah, namun kuda besi ini sudah memiliki emisi gas buang berstandar Euro 5. Standar lebih tinggi yang didapatkan ini tidak terlepas dari penggantian konfigurasi 2 catalytic converter sebelumnya diganti dengan model tunggal yang lebih bersih dalam menyaring gas buang.
Sedangkan ubahan di sektor penampilan hanya minim. Hanya di sektor desain jok dan footpegs untuk penumpang.
Selebihnya tidak ada ubahan yang dilakukan dari sektor desain. Suspensi depan juga masih menggunakan teleskopik berdiameter 26 mm dan bagian belakang shock absorbers kembar, yang preload bisa disesuaikan.
Rem depan sudah menggunakan sistem cakram hidrolik berdiameter 220 mm dengan kaliper piston tunggal dengan ABS. Sedangkan bagian buritan Super Cub 125 dengan masih sistem tromol berdiameter 110 mm.
Super Cub 125 sekarang ini juga dipasarkan di Indonesia namun masih dengan standar emisi gas buang Euro 3. Konsumen bisa membeli motor bebek retro ini dengan harga Rp73,6 jutaan (on the road DKI Jakarta)
Jakarta: Honda melakukan ubahan untuk salah satu model bebek (cub) andalannya yakni Super Cub 125. Motor bergaya retro ini mendapatkan minim ubahan penampilan, dan pembaruan di teknologi mesin yang digunakan.
Secara keseluruhan, mesin yang digunakan masih menggunakan blok 124 cc dengan tenaga 9,6 daya kuda @ 7.500 rpm dan torsi 10,4 Nm @ 6.250 rpm. Tenaga kemudian disalurkan ke roda melalui gearbox rotary empat kecepatan dengan kopling sentrifugal.
Meski tidak ada yang berubah, namun kuda besi ini sudah memiliki emisi gas buang berstandar Euro 5. Standar lebih tinggi yang didapatkan ini tidak terlepas dari penggantian konfigurasi 2 catalytic converter sebelumnya diganti dengan model tunggal yang lebih bersih dalam menyaring gas buang.
Sedangkan ubahan di sektor penampilan hanya minim. Hanya di sektor desain jok dan footpegs untuk penumpang.
Selebihnya tidak ada ubahan yang dilakukan dari sektor desain. Suspensi depan juga masih menggunakan teleskopik berdiameter 26 mm dan bagian belakang shock absorbers kembar, yang preload bisa disesuaikan.
Rem depan sudah menggunakan sistem cakram hidrolik berdiameter 220 mm dengan kaliper piston tunggal dengan ABS. Sedangkan bagian buritan Super Cub 125 dengan masih sistem tromol berdiameter 110 mm.
Super Cub 125 sekarang ini juga dipasarkan di Indonesia namun masih dengan standar emisi gas buang Euro 3. Konsumen bisa membeli motor bebek retro ini dengan harga Rp73,6 jutaan (on the road DKI Jakarta)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ERA)