Ban sepeda motor. Michelin
Ban sepeda motor. Michelin

3 Tips Merawat Ban Motor agar Aman saat Musim Hujan

Ekawan Raharja • 03 November 2026 16:28
Ringkasnya gini..
  • Michelin Indonesia mengingatkan pengendara motor untuk memeriksa kondisi ban agar tetap aman saat menghadapi jalan basah selama musim hujan.
  • Tiga hal penting meliputi pemeriksaan tapak ban, menjaga tekanan udara sesuai rekomendasi, dan memilih ban sesuai kebutuhan.
  • Desain alur tapak, kompon, serta kondisi ban secara keseluruhan turut memengaruhi daya cengkeram ketika melintasi jalan basah.
DKI Jakarta: Pengendara sepeda motor perlu memperhatikan kondisi ban saat memasuki musim hujan. Kondisi jalan yang basah dan tergenang air dapat memengaruhi daya cengkeram, stabilitas, serta pengendalian kendaraan. Karena itu, pemeriksaan ban secara rutin menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keselamatan berkendara.

Product Manager Michelin Indonesia, Mochammad Fachrul Rozi, mengatakan kondisi ban perlu mendapat perhatian lebih selama musim hujan. Pemeriksaan sederhana dapat membantu pengendara menjaga performa ban ketika melintasi jalanan basah.

“Saat musim hujan, kondisi ban menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan pengendara. Permukaan jalan yang basah dapat memengaruhi daya cengkeram ban, sehingga pemeriksaan rutin dan pemilihan ban yang tepat sangat diperlukan. Hal sederhana seperti menjaga tekanan udara, memperhatikan kondisi tapak, dan menyesuaikan cara berkendara dapat membantu pengendara merasa lebih aman dan percaya diri selama perjalanan,” ujar Fachrul melalui keterangan resminya

3 Hal yang Perlu Diperhatikan pada Ban Motor saat Musim Hujan

Fachrul Indonesia membagikan tiga hal yang perlu diperhatikan pengendara sepeda motor untuk menjaga kondisi ban selama musim hujan.
 

1. Periksa kondisi tapak dan tingkat keausan ban

Tapak ban memiliki peran penting dalam membantu mengalirkan air dari area kontak ban dengan permukaan jalan. Karena itu, pengendara perlu memeriksa alur tapak dan indikator keausan secara berkala.

Ban dengan tapak yang terlalu aus berpotensi mengalami penurunan daya cengkeram, terutama ketika melintasi jalan basah. Pengendara juga perlu memastikan tidak terdapat kerusakan fisik, seperti retakan, benjolan, maupun kondisi lain yang dapat memengaruhi kinerja ban.

2. Pastikan tekanan udara sesuai rekomendasi

Tekanan udara ban turut memengaruhi kestabilan, pengendalian, dan tingkat keausan. Pengendara disarankan memeriksa tekanan ban secara rutin ketika kondisinya masih dingin.

Pengisian tekanan udara juga perlu mengikuti rekomendasi pabrikan kendaraan. Pengendara tidak disarankan mengurangi tekanan ban secara sembarangan dengan anggapan dapat meningkatkan daya cengkeram ketika melewati jalan basah.

3. Pilih ban sesuai kebutuhan dan kondisi berkendara

Pemilihan ban perlu disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas, baik untuk perjalanan harian di perkotaan maupun perjalanan jarak jauh. Selain ukuran yang direkomendasikan pabrikan kendaraan, pengendara juga perlu mempertimbangkan karakter penggunaan dan performa ban.
 

Ketika musim hujan, desain alur tapak menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan. Ban dengan alur yang dirancang untuk membantu mengalirkan air dapat mendukung daya cengkeram di permukaan jalan basah dibandingkan ban berpola semi-slick yang memiliki orientasi penggunaan berbeda.

Meski demikian, kemampuan ban tidak hanya ditentukan oleh desain alur tapak. Kompon, kondisi tapak, serta karakteristik desain ban secara keseluruhan turut memengaruhi performanya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan