IMI sekarang ini sedang membuat panduan standarisasi touring dengan sepeda motor.
IMI sekarang ini sedang membuat panduan standarisasi touring dengan sepeda motor.

Safety Riding

IMI Godok Standarisasi Konvoi Sepeda Motor

Otomotif pelanggaran imigrasi safety riding
Ekawan Raharja • 24 September 2020 14:00

Ciwidey: Ikatan Motor Indonesia (IMI) berinisiatif untuk membuat standarisasi pelaksanaan kegiatan mobilitas, khususnya tata cara berkendara sepeda motor berkelompok. Standarisasi ini termasuk memasukkan unsur adaptasi terhadap kondisi new normal akibat pandemik Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia, yang sudah terjadi beberapa bulan ke belakang.
 
Dalam pembuatan standarisasi tata cara berkendara sepeda motor berkelompok, IMI menugaskan satu tim khusus yaitu Tim Mobilitas untuk menghasilkan standarisasi dalam bentuk buku dan video panduan. Pembuatan video panduan ini menjadi sangat istimewa karena akan menjadi panduan standarisasi yang pertama diterbitkan di Indonesia.
 
Tak hanya itu, panduan ini akan menjadi yang pertama diterbitkan di dunia setelah 13 tahun. Panduan berkendara berkelompok terakhir dibuat oleh biker Amerika Serikat pada tahun 2007.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Tujuan pembuatan standarisasi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan khususnya komunitas atau klub sepeda motor, dan pengguna jalan raya umumnya,” jelas Ketua Umum IMI, Sadikin Aksa, melalui pesan elektroniknya.
 
Standarisasi ini dibuat mengingat IMI merupakan sebagai induk organisasi otomotif di Indonesia dan sebagai fasilitator dan regulator kegiatan otomotif di Indonesia meliputi bidang Olahraga dan Mobilitas. Hal ini sudah disahkan melalui Surat Keputusan Menteri Perhubungan, Menteri Hukum & HAM, Komisi Olahraga Nasional Indonesia Pusat, dan sesuai dengan Undang-Undang RI No 3 Tahun 2005 SKN.

Indonesia Butuh Standarisasi

Pembina IMI & Ketua MPR, Bambang Soesatyo, menyatakan dukungannya atas terbentuknya Standarisasi Tata Cara Mengemudi Berkendara Sepeda Motor Berkelompok. Menurutnya Indonesia butuh standarisasi tata cara berkendara, khususnya saat berkelompok, untuk mengurangi angka kecelakaan di jalan raya yang melibatkan kendaraan roda dua.
 
“Di Indonesia tercatat ada lebih dari 2.800 kecelakaan dan lebih dari 548.000 pelanggaran lalu lintas. Dari trennya, pemilik kendaraan roda dua di Indonesia ini sudah hampir melampaui 120 juta, dan pertumbuhannya luar biasa yaitu 9 persen sedangkan pertumbuhan jalan hanya 1,9 persen,” papar pria yang akrab disapa Bamsoet.
 
"Jalan di Indonesia dikuasai oleh pengguna roda dua yaitu sekitar 87,3 persen dan sisanya pengguna kendaraan lain. Oleh karena itu sudah perlu untuk membuat standarisasi. Saya mengapresiasi IMI yang menginisiasi acara ini agar ke depan berkendara berkelompok harus tahu tekniknya," sambungnya.
 
Nantinya panduan ini akan mencakup mengenai perlengkapan berkendara, formasi touring, dan lain-lainnya. para biker Tim Mobilitas Membuat panduan instruksi berkendara seperti penggunaan safety gear, formasi konvoi seperti dalam kondisi jalan macet, penggunaan hand-signal, aturan dalam melewati jalan tikungan, pengereman, manajemen perjalanan, dan lain-lain. Di dalam panduan juga terdapat aturan dalam pelaksanaan protokol kesehatan new normal dalam mobilitas.
 
Setelah buku dan video ini jadi, masyarakat bisa mengunduhnya secara gratis dan memanfaatkannya untuk berkendara dengan kuda besi kesayangan. "Saya berharap kegiatan ini juga membuka mata kita terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup dan kepedulian sosial di dalam masyarakat kita. Agar apa yang kita lakukan selain menyenangkan hati kita juga menyenangkan orang lain,” ucap Sekretaris IMI Mobilitas, Joel D Mastana.


 
(ERA)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif