Jakarta - Popularitas kendaraan listrik, khususnya motor listrik, terus meningkat pesat seiring dengan kesadaran masyarakat akan mobilitas yang ramah lingkungan dan hemat biaya. Namun, di balik berbagai keunggulannya, ada satu isu krusial yang kerap memicu kekhawatiran para pengguna: kasus motor listrik terbakar saat pengisian daya (charging).
Meski insiden ini tergolong jarang terjadi, dampaknya tentu tidak bisa diabaikan. Memahami akar permasalahannya adalah langkah awal terbaik untuk mencegah risiko bahaya tersebut.
Faktor Utama Penyebab Motor Listrik Terbakar saat Charging
Kebakaran pada kendaraan listrik saat pengisian daya umumnya tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor teknis maupun kelalaian penggunaan yang menjadi pemicu utamanya:
Penggunaan Perangkat Pengisian Daya (Charger) Tidak Original
Menggunakan charger sembarangan atau produk aftermarket murah yang tidak sesuai spesifikasi pabrikan dapat mengacaukan arus listrik yang masuk ke baterai, memicu overheating, hingga korsleting.
Kualitas Baterai yang Buruk atau Rusak
Baterai jenis Lithium-ion sangat sensitif terhadap benturan fisik, suhu ekstrem, atau penurunan kualitas sel internal. Sel baterai yang mengalami kerusakan (swollen atau kembung) sangat rentan memicu thermal runaway saat diisi daya.
Baca Juga:
Korlantas Tegaskan Razia Kendaraan dari Rumah ke Rumah Akhir September Hoaks
Instalasi Listrik Rumah yang Tidak Memadai
Mengisi daya motor listrik menggunakan stopkontak bercabang (kabel ekstensi) atau kapasitas daya rumah yang terlalu kecil dapat menyebabkan penurunan tegangan (voltage drop) dan membuat kabel meleleh akibat panas berlebih.
Komponen Kelistrikan Longgar atau Korosi
Adanya kabel yang terkelupas, soket penghubung yang longgar, atau paparan air yang menyebabkan korsleting di area port pengisian daya motor.
Jakarta - Popularitas
kendaraan listrik, khususnya
motor listrik, terus meningkat pesat seiring dengan kesadaran masyarakat akan mobilitas yang
ramah lingkungan dan hemat biaya. Namun, di balik berbagai keunggulannya, ada satu isu krusial yang kerap memicu kekhawatiran para pengguna: kasus motor listrik terbakar saat pengisian daya (charging).
Meski insiden ini tergolong jarang terjadi, dampaknya tentu tidak bisa diabaikan. Memahami akar permasalahannya adalah langkah awal terbaik untuk mencegah risiko bahaya tersebut.
Faktor Utama Penyebab Motor Listrik Terbakar saat Charging
Kebakaran pada kendaraan listrik saat pengisian daya umumnya tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor teknis maupun kelalaian penggunaan yang menjadi pemicu utamanya:
Penggunaan Perangkat Pengisian Daya (Charger) Tidak Original
Menggunakan charger sembarangan atau produk aftermarket murah yang tidak sesuai spesifikasi pabrikan dapat mengacaukan arus listrik yang masuk ke baterai, memicu overheating, hingga korsleting.
Kualitas Baterai yang Buruk atau Rusak
Baterai jenis Lithium-ion sangat sensitif terhadap benturan fisik, suhu ekstrem, atau penurunan kualitas sel internal. Sel baterai yang mengalami kerusakan (swollen atau kembung) sangat rentan memicu thermal runaway saat diisi daya.
Instalasi Listrik Rumah yang Tidak Memadai
Mengisi daya motor listrik menggunakan stopkontak bercabang (kabel ekstensi) atau kapasitas daya rumah yang terlalu kecil dapat menyebabkan penurunan tegangan (voltage drop) dan membuat kabel meleleh akibat panas berlebih.
Komponen Kelistrikan Longgar atau Korosi
Adanya kabel yang terkelupas, soket penghubung yang longgar, atau paparan air yang menyebabkan korsleting di area port pengisian daya motor.
(UDA)