Motor listrik United. United E-Motor
Motor listrik United. United E-Motor

AISMOLI: Kenaikan Harga BBM Jadi Momentum Percepat Adopsi Kendaraan Listrik

Ekawan Raharja • 19 Juni 2026 12:55
Ringkasnya gini..
  • AISMOLI menilai kenaikan harga BBM dan pelemahan rupiah menjadi momentum mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
  • Survei menunjukkan 98 persen masyarakat mendukung kendaraan listrik dan mayoritas setuju pemerintah mempercepat transisi energi.
  • AISMOLI menegaskan konsistensi kebijakan dan regulasi menjadi kunci pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional.
DKI Jakarta: Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi momentum yang tepat untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia.
 
Ketua Umum AISMOLI, Budi Setiyadi, mengatakan kenaikan harga BBM sekitar 37 persen yang berlaku sejak 10 Juni 2026 semakin meningkatkan beban biaya masyarakat, baik pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS membuat biaya impor BBM semakin mahal dan berpotensi menambah beban subsidi energi yang ditanggung pemerintah.
 
"Kondisi ini menciptakan peluang sebagai momentum paling tepat untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik secara masif di Indonesia," kata Budi dikutip dari Antara.

Menurut Budi setiap kendaraan listrik yang digunakan masyarakat akan mengurangi ketergantungan terhadap BBM secara permanen. Langkah ini juga dapat memperluas ruang fiskal pemerintah dan mengurangi dampak fluktuasi harga energi global terhadap APBN.

Baca Juga:
Cek Daftar Harga Mobil PHEV per Juni 2026


Mengacu pada riset INDEF 2025, hampir 20 persen pengeluaran rumah tangga dialokasikan untuk kebutuhan kendaraan, mulai dari pembelian, perawatan, pajak hingga bahan bakar. Karena itu, dukungan pemerintah terhadap penggunaan kendaraan listrik dinilai akan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
 
"Dalam situasi inilah kami siap mendukung komitmen pemerintah dalam mendorong transisi kendaraan listrik," katanya.
 
AISMOLI juga menyatakan siap bekerja sama dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik nasional melalui kebijakan yang konsisten dan berkelanjutan.
 
Budi mengungkapkan dukungan masyarakat terhadap kendaraan listrik terus meningkat. Berdasarkan survei yang dilakukan di Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, dan Makassar, sebanyak 98 persen responden mendukung penggunaan kendaraan listrik.
 
Survei tersebut juga menunjukkan 94,8 persen responden setuju pemerintah perlu mempercepat transisi menuju kendaraan listrik. Sementara itu, 96,8 persen pengguna kendaraan listrik mengaku merasakan manfaat berupa biaya operasional yang lebih rendah, perawatan yang lebih mudah, dan pajak yang lebih ringan.

Baca Juga:
Intip Diskon Motor Listrik Honda di PRJ 2026


Di sisi lain, 81,1 persen responden yang belum memiliki kendaraan listrik menyatakan bersedia beralih apabila kendaraan listrik terbukti mampu meningkatkan kualitas hidup dari aspek kesehatan, lingkungan, dan ekonomi.
 
Hasil survei juga mencatat 89,2 persen responden berharap harga kendaraan listrik lebih terjangkau. Selain itu, 95,8 persen mendukung peningkatan produksi kendaraan rendah emisi di dalam negeri. "Masyarakat Indonesia sudah siap, memahami manfaatnya, dan menantikan percepatan transisi energi di bidang transportasi," ujar Budi.
 
Sekretaris Jenderal AISMOLI, Hanggoro Ananta Khrisna, menilai keberhasilan pengembangan industri kendaraan listrik sangat bergantung pada konsistensi kebijakan pemerintah. Menurut dia, kepastian kebijakan fiskal dan regulasi jangka menengah hingga panjang.
 
Mulai dari insentif pembelian, perpajakan kendaraan, hingga standar produksi, menjadi faktor penting untuk mendorong investasi industri kendaraan listrik. "Tanpa konsistensi kebijakan, setiap gelombang adopsi yang terbentuk berisiko terhenti ketika program berakhir atau berganti," katanya.

Baca Juga:
Usai Menang di Estoril, Kiandra Ramadhipa Alihkan Fokus ke Jerez


Hanggoro menambahkan industri kendaraan listrik telah siap mendukung percepatan transisi energi. Ketersediaan kendaraan, jaringan distribusi, dan berbagai usulan teknis telah disampaikan kepada pemerintah.
 
"Dengan konsistensi kebijakan, Indonesia memiliki peluang nyata untuk membangun industri kendaraan listrik yang kompetitif secara global," ujar Hanggoro.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan