Pemuda asal Magetan, Jawa Timur, tersebut memilih Mitsubishi Triton Ultimate AT 4x4 produksi 2020 sebagai kendaraan sehari-hari. Keputusan itu terbilang berbeda dibandingkan kebanyakan anak muda yang cenderung memilih sedan, hatchback, atau SUV.
“Saya memang senang mobil yang berbeda dengan circle saya. Selain untuk tampil beda, juga sesuai dengan passion saya dalam olahraga ekstrem,” buka Hasel dikutip dari situs resmi Mitsubishi.
Hasel mengaku membutuhkan kendaraan yang mampu mengakomodasi berbagai aktivitasnya, mulai dari mengangkut motor trail hingga digunakan dalam kompetisi drag race resmi. Menurutnya, Mitsubishi Triton menawarkan fleksibilitas yang sulit ditemukan pada kendaraan lain di kelasnya.
Baca Juga:
AISMOLI: Kenaikan Harga BBM Jadi Momentum Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
“Triton ini yang menurut saya punya banyak fungsi. Bisa muat bawa dua motor trail dengan nyaman, terus yang lebih penting mesinnya bertenaga buat dipakai balap. Nggak banyak double cabin yang mesinnya kencang. Istilahnya, satu mobil bisa banyak fungsi,” tambah Hasel.
Kemampuan multifungsi tersebut menjadi alasan utama dirinya menjatuhkan pilihan pada Triton. Tidak hanya mendukung aktivitas olahraga ekstrem, kendaraan ini juga dimanfaatkan untuk kebutuhan harian.
Menariknya, Hasel juga membawa Triton miliknya ke lintasan drag race. Dengan sejumlah modifikasi ringan, performa kendaraan disebut mampu memberikan hasil yang kompetitif.
“Dengan modifikasi sedikit saja, Triton saya bisa mendapatkan waktu 8,6 detik untuk jarak 201 meter di balap drag. Bisa mirip-mirip sama mobil yang lebih kecil dan enteng,” ceritanya.
Catatan waktu tersebut menunjukkan kemampuan mesin diesel 4N15 yang dipadukan dengan sistem penggerak empat roda (4x4) dan transmisi otomatis. Kombinasi tersebut dinilai mampu memberikan akselerasi yang cukup baik meski kendaraan memiliki dimensi dan bobot yang lebih besar dibanding mobil penumpang pada umumnya.
Baca Juga:
Program B50 Mulai Berlaku 1 Juli, Berpotensi Hentikan Impor Solar C48
Selain performa, Hasel juga mengaku puas dengan kenyamanan yang ditawarkan Triton. Setelah menempuh jarak sekitar 146 ribu kilometer, kendaraan tersebut disebut masih beroperasi tanpa kendala berarti.
Berbagai fitur kenyamanan yang tersedia di kabin juga menjadi nilai tambah. Mulai dari electric seat untuk pengemudi, monitor hiburan, cruise control, hingga beragam sensor yang membantu manuver kendaraan berukuran besar tersebut.
Untuk memperkuat karakter yang berbeda, Hasel turut melakukan sejumlah modifikasi pada kendaraannya. Beberapa perubahan yang dilakukan meliputi penggunaan pelek dan ban balap, penyesuaian ketinggian suspensi, serta pemasangan livery pada bodi kendaraan.
Modifikasi tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan tampilan visual, tetapi juga mendukung kebutuhan penggunaan di lintasan balap.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda