Jakarta: Harga mobil listrik yang ada di pasar otomotif sekarang ini masih berada di atas Rp600 juta dan tergolong mahal untuk kebanyakan konsumen di Indonesia. Oleh sebab itu, Haka Motors memiliki cita-cita untuk bisa menghadirkan mobil listrik dengan harga yang sangat terjangkau.
Presiden Direktur Haka Motors, Halim Kalla, menyebutkan sebagai anak bangsa ingin memberikan menunjukan kemampuannya menciptakan kendaraan listrik. Tentu saja kendaraan listrik yang dihasilkan bukan hanya sekadar bisa diproduksi, namun kendaraan yang dibutuhkan dengan harga yang terjangkau.
"Apa yang saya buat ini adalah suatu cita-cita lama untuk bisa melahirkan suatu produk Indonesia. Walaupun memang sebetulnya belum pada taraf produksi massal, tapi paling tidak kita lahirkan suatu konsep, prototype, bahwa ini sesuatu yang dibutuhkan masyarakat, dan ini sesuatu yang bisa kita buat," ujar Halim di Kemayoran Jakarta.
Oleh sebab itu, Haka Motors kemudian ikut serta di Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2022 dengan membawa 3 model mobil listrik. Ke-3 mobil tersebut merupakan mobil dengan status purwarupa dengan berbagai desain yang dibutuhkan konsumen di Indonesia.
Pertama ada, Smuth merupakan produk kendaraan listrik dengan model pikap yang menggunakan baterai lithium ion berkapasitas 15,4 kWh. Dengan daya 7,5 KW, kendaraan ini memiliki kecepatan maksimal 70 kilometer per jam dan mampu menempuh jarak hingga 175 kilometer dalam satu kali pengisian daya.
Kemudian, Erolis merupakan kendaraan listrik roda empat berdaya 4 KW yang menggunakan baterai lithium ion 7,6 kWh. Kecepatan maksimalnya 60 kilometer per jam dan jarak tempuhnya hingga 150 kilometer.
Sementara itu, Trolis merupakan kendaraan listrik roda tiga berdaya 2 KW yang juga menggunakan baterai lithium ion 7,6 kWh, memiliki kecepatan maksimum 50 kilometer per jam, dan jarak tempuh hingga 150 kilometer.
"Semua komponennya juga hampir kita buat sendiri. Selain itu, desain, rancangan, engineering, semuanya oleh anak-anak bangsa kita semua. Tapi, memang kita harus berlatih banyak dari luar. Semuanya kita buat di dalam negeri, kecuali baterai dan motor penggeraknya. Tapi, saat ini cuma itu saja, yang lainnya kita buat sendiri," ujarnya.
Halim menyebutkan keikutsertaan mereka di PEVS 2022 dengan membawa 3 mobil ini untuk mendapatkan masukan mengenai mobil konsep yang mereka miliki. Masukan yang diberikan ini diharapkan bisa memberikan gambaran terharap kesukaan serta pilihan konsumen secara umumnya.
"Saya punya target, 2024 kita mulai produksi mobil ini," kata Halim.
Halim juga menyebutkan bahwa Smuth EV akan dibanderol sekitar Rp140-150 juta, Erolis Rp85-95 juta, dan Trolis Rp60 juta.
Kemudian, Erolis merupakan kendaraan listrik roda empat berdaya 4 KW yang menggunakan baterai lithium ion 7,6 kWh. Kecepatan maksimalnya 60 kilometer per jam dan jarak tempuhnya hingga 150 kilometer.
Sementara itu, Trolis merupakan kendaraan listrik roda tiga berdaya 2 KW yang juga menggunakan baterai lithium ion 7,6 kWh, memiliki kecepatan maksimum 50 kilometer per jam, dan jarak tempuh hingga 150 kilometer.
"Semua komponennya juga hampir kita buat sendiri. Selain itu, desain, rancangan, engineering, semuanya oleh anak-anak bangsa kita semua. Tapi, memang kita harus berlatih banyak dari luar. Semuanya kita buat di dalam negeri, kecuali baterai dan motor penggeraknya. Tapi, saat ini cuma itu saja, yang lainnya kita buat sendiri," ujarnya.
Halim menyebutkan keikutsertaan mereka di PEVS 2022 dengan membawa 3 mobil ini untuk mendapatkan masukan mengenai mobil konsep yang mereka miliki. Masukan yang diberikan ini diharapkan bisa memberikan gambaran terharap kesukaan serta pilihan konsumen secara umumnya.
"Saya punya target, 2024 kita mulai produksi mobil ini," kata Halim.
Halim juga menyebutkan bahwa Smuth EV akan dibanderol sekitar Rp140-150 juta, Erolis Rp85-95 juta, dan Trolis Rp60 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ERA)