Jakarta: Mercedes-Benz EQS mendapatkan pembaruan di berbagai aspek, mulai dari tampilannya sampai performa yang ditawarkan. Salah satu yang menarik dari pembaruan kali ini adalah jarak tempuh mobil listrik tersebut semakin jauh.
Perubahan di eksterior yang paling mencolok adalah area fasia dilengkapi aksen krom tiga baris pada bagian gril, yang menambah kesempurnaan sentuhan klasik. Kemudian kini kembali hadir logo Mercedes yang berdiri tegak.
Interior kemudian berubah dengan kehadiran ventilasi udara dengan bingkai krom galvanis. Lalu, kursi belakang memiliki tampilan baru menggunakan trim 'Pinnacle' serta MBUX (Mercedes-Benz User Experience) yang menjadi perlengkapan standar untuk EQS.
Bagian kursi belakang juga mendapatkan sandaran kaki serta dapat disesuaikan hingga kemiringan 36 derajat. Tentunya, hal itu menambah kenyamanan bagi penumpang, apalagi busa juga ikut ditambah 5 mm. Sementara kursi depan dapat dilipat yang dapat memberikan ruang lebih luas.
Pihak pabrikan tidak menyentuh area tampilan Hyperscreen di interior. Namun, Hyperscreen kini akan menjadi standar di setiap varian EQS.
Para insinyur kemudian mengganti baterai yang digunakan, dari 108,4 kWh menjadi 118 kWh. Alhasil jarak tempuhnya meningkat 11 persen, dari 717 KM menjadi 799 KM. Bahkan versi Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Procedure (WLTP) bisa mencapai 822 km.
New EQS jelas berpeluang masuk ke Indonesia. Mengingat distributornya di Indonesia menawarkan mobil listrik tersebut dalam 4 varian dengan harga mulai dari Rp2.984.000.000 sampai Rp3.950.000.000 (off the road).
Jakarta: Mercedes-Benz EQS mendapatkan pembaruan di berbagai aspek, mulai dari tampilannya sampai performa yang ditawarkan. Salah satu yang menarik dari pembaruan kali ini adalah jarak tempuh
mobil listrik tersebut semakin jauh.
Perubahan di eksterior yang paling mencolok adalah area fasia dilengkapi aksen krom tiga baris pada bagian gril, yang menambah kesempurnaan sentuhan klasik. Kemudian kini kembali hadir logo Mercedes yang berdiri tegak.
Interior kemudian berubah dengan kehadiran ventilasi udara dengan bingkai krom galvanis. Lalu, kursi belakang memiliki tampilan baru menggunakan trim 'Pinnacle' serta MBUX (Mercedes-Benz User Experience) yang menjadi perlengkapan standar untuk EQS.
Bagian kursi belakang juga mendapatkan sandaran kaki serta dapat disesuaikan hingga kemiringan 36 derajat. Tentunya, hal itu menambah kenyamanan bagi penumpang, apalagi busa juga ikut ditambah 5 mm. Sementara kursi depan dapat dilipat yang dapat memberikan ruang lebih luas.
Pihak pabrikan tidak menyentuh area tampilan Hyperscreen di interior. Namun, Hyperscreen kini akan menjadi standar di setiap varian EQS.
Para insinyur kemudian mengganti baterai yang digunakan, dari 108,4 kWh menjadi 118 kWh. Alhasil jarak tempuhnya meningkat 11 persen, dari 717 KM menjadi 799 KM. Bahkan versi Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Procedure (WLTP) bisa mencapai 822 km.
New EQS jelas berpeluang masuk ke Indonesia. Mengingat distributornya di Indonesia menawarkan mobil listrik tersebut dalam 4 varian dengan harga mulai dari Rp2.984.000.000 sampai Rp3.950.000.000 (off the road).
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)