Taksi Green SM yang tertabrak kereta di Bekasi Timur. Foto: Istimewa.
Taksi Green SM yang tertabrak kereta di Bekasi Timur. Foto: Istimewa.

KNKT Ungkap Temuan Baru Kecelakaan Kereta yang Melibatkan Taksi Green SM

Adri Prima • 22 Mei 2026 17:09
Ringkasnya gini..
  • KNKT membeberkan beberapa temuan dari hasil investigasi kecelakaan kereta yang melibatkan taksi listrik Green SM.
  • Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono menyoroti beberapa hal, mulai dari perekrutan sopir taksi, hingga proses pengenalan kendaraan yang belum optimal.
  • temuan lainnya adalah pengemudi taksi yang terlibat kecelakaan tersebut ternyata baru lama bekerja alias pengemudi baru.
Jakarta: Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membeberkan beberapa temuan dari hasil investigasi kecelakaan kereta yang melibatkan taksi listrik Green SM di kawasan Bekasi Timur beberapa waktu lalu. 
 
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono menyoroti beberapa hal, mulai dari perekrutan sopir taksi, hingga proses pengenalan kendaraan yang belum optimal. 
 

Proses pengenalan kendaraan yang singkat


Menurut Soerjanto, selain rekrutmen yang mudah, pengenalan kendaraan dengan teknologi baru (mobil EV) juga hanya melalui kelas teori singkat yang dinilai kurang komprehensif. Kendaraan EV sepenuhnya belum diadaptasi seluruh kalangan masyarakat sehingga materi pengenalan dan pelatihan harusnya lebih bersifat komprehensif, mulai dari pengoperasian dasar hingga pengetahuan fitur dan cara kerja, dan antisipasi jika terjadi error
 
“Pengenalan kendaraan hanya melalui kelas teori yang singkat. Pelatihan mencakup cara menghidupkan mobil, cara parkir, lampu indikator, knob transmisi, serta penggunaan sabuk pengaman, tidak ada edukasi mengenai teknis kendaraan atau penanganan sistem saat terjadinya error,” ujar Soerjanto dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
 

Sopir yang terlibat kecelakaan berstatus pengemudi baru


Tak hanya itu, temuan lainnya adalah pengemudi taksi yang terlibat kecelakaan tersebut ternyata baru lama bekerja alias pengemudi baru. Bahkan disebutkan kalau sang sopir baru bekerja 3 hari sebagai driver Green SM. 

“Pengemudi yang terlibat laka baru diterima bekerja melalui job fair dan baru bekerja 3 hari,” beber Soerjanto. 
 
Seperti yang ramai diberitakan, taksi Green SM dengan nomor polisi B 2868 SBX tiba-tiba berhenti atau mogok di tengah perlintasan kereta di Bekasi Timur. Taksi tersebut akhirnya ditabrak KRL dan berujung pada kecelakaan maut KA Argo Bromo Angrek vs KRL di stasiun Bekasi Timur yang menewaskan 16 orang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan