DKI Jakarta: GAC mengembangkan sistem Intelligent Cockpit berbasis chip Qualcomm Snapdragon SA8155P untuk meningkatkan responsivitas dan kemudahan penggunaan fitur digital di dalam kabin kendaraan. Teknologi ini mengandalkan kemampuan pemrosesan hingga 105 KDMIPS, RAM 16 GB, dan penyimpanan internal 128 GB.
Chip kokpit atau cockpit chip berfungsi sebagai pusat pemrosesan berbagai fitur digital kendaraan, termasuk sistem hiburan dan informasi, seperti disebutkan dalam pernyataan resmi perusahaan.
Kemampuan chip tersebut turut memengaruhi kecepatan respons layar, kelancaran perpindahan menu, serta kemampuan sistem menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan.
Pada sistem Intelligent Cockpit, GAC menggunakan chip otomotif Qualcomm Snapdragon SA8155P. Kombinasi chip, RAM, dan penyimpanan internal tersebut dirancang untuk mendukung pengoperasian berbagai fungsi digital agar lebih responsif.
Performa Intelligent Cockpit GAC
Dari sisi penggunaan, sistem Intelligent Cockpit GAC dirancang memiliki waktu penyalaan sekitar empat detik setelah kendaraan dinyalakan. Perpindahan antarmenu juga dirancang berlangsung lancar, sedangkan kemampuan multitasking memungkinkan beberapa aplikasi berjalan secara bersamaan.
Baca Juga :
GAC Gandeng Grab untuk Berikan Layanan Roadside Assistance
Respons sistem dan kemudahan pengoperasian menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih praktis. Pengguna dapat mengakses berbagai fungsi digital di dalam kabin sesuai kebutuhan mobilitas sehari-hari.
Manufaktur Terintegrasi GAC
Selain mengembangkan teknologi kokpit digital, GAC menerapkan proses manufaktur yang mengutamakan otomasi, fleksibilitas, dan pengendalian kualitas.
Proses produksi tersebut mencakup penggunaan robot di sejumlah stasiun kerja, lini produksi fleksibel untuk mendukung pembuatan beberapa model kendaraan, serta sistem ketertelusuran data produksi dari awal hingga akhir.
Penggunaan robot ditujukan untuk menjaga konsistensi proses produksi. Sementara itu, lini produksi fleksibel memungkinkan penyesuaian terhadap kebutuhan pembuatan berbagai model kendaraan. Sistem ketertelusuran data juga mendukung pemantauan proses produksi secara menyeluruh.
Melalui pengembangan Intelligent Cockpit dan penerapan manufaktur terintegrasi, GAC menggabungkan pengembangan teknologi kabin dengan proses produksi yang terstruktur. Kedua aspek tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menghadirkan kendaraan dengan teknologi digital dan kualitas produksi yang diperhatikan di setiap tahapan.
DKI Jakarta: GAC mengembangkan sistem Intelligent Cockpit berbasis chip Qualcomm Snapdragon SA8155P untuk meningkatkan responsivitas dan kemudahan penggunaan fitur digital di dalam
kabin kendaraan. Teknologi ini mengandalkan kemampuan pemrosesan hingga 105 KDMIPS, RAM 16 GB, dan penyimpanan internal 128 GB.
Chip kokpit atau cockpit chip berfungsi sebagai pusat pemrosesan berbagai fitur digital kendaraan, termasuk sistem hiburan dan informasi, seperti disebutkan dalam pernyataan resmi perusahaan.
Kemampuan chip tersebut turut memengaruhi kecepatan respons layar, kelancaran perpindahan menu, serta kemampuan sistem menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan.
Pada sistem Intelligent Cockpit, GAC menggunakan chip otomotif Qualcomm Snapdragon SA8155P. Kombinasi chip, RAM, dan penyimpanan internal tersebut dirancang untuk mendukung pengoperasian berbagai fungsi digital agar lebih responsif.
Performa Intelligent Cockpit GAC
Dari sisi penggunaan, sistem Intelligent Cockpit GAC dirancang memiliki waktu penyalaan sekitar empat detik setelah kendaraan dinyalakan. Perpindahan antarmenu juga dirancang berlangsung lancar, sedangkan kemampuan multitasking memungkinkan beberapa aplikasi berjalan secara bersamaan.
Respons sistem dan kemudahan pengoperasian menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih praktis. Pengguna dapat mengakses berbagai fungsi digital di dalam kabin sesuai kebutuhan mobilitas sehari-hari.
Manufaktur Terintegrasi GAC
Selain mengembangkan teknologi kokpit digital, GAC menerapkan proses manufaktur yang mengutamakan otomasi, fleksibilitas, dan pengendalian kualitas.
Proses produksi tersebut mencakup penggunaan robot di sejumlah stasiun kerja, lini produksi fleksibel untuk mendukung pembuatan beberapa model kendaraan, serta sistem ketertelusuran data produksi dari awal hingga akhir.
Penggunaan robot ditujukan untuk menjaga konsistensi proses produksi. Sementara itu, lini produksi fleksibel memungkinkan penyesuaian terhadap kebutuhan pembuatan berbagai model kendaraan. Sistem ketertelusuran data juga mendukung pemantauan proses produksi secara menyeluruh.
Melalui pengembangan Intelligent Cockpit dan penerapan manufaktur terintegrasi, GAC menggabungkan pengembangan teknologi kabin dengan proses produksi yang terstruktur. Kedua aspek tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menghadirkan kendaraan dengan teknologi digital dan kualitas produksi yang diperhatikan di setiap tahapan.
(UDA)