DKI Jakarta: Pameran industri otomotif Automechanika Jakarta 2026 mencatatkan 18.315 pengunjung dari 64 negara dan wilayah selama penyelenggaraan perdananya di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten pada 24–27 September 2026.
Ajang yang mempertemukan pelaku industri otomotif dan rantai pasok tersebut menghadirkan 339 peserta pameran dari 15 negara dan wilayah dengan luas area pameran mencapai 20.800 meter persegi.
Dari total pengunjung, sekitar 21% berasal dari luar negeri. Sepuluh negara dan wilayah dengan jumlah pengunjung asing terbanyak meliputi China, Malaysia, Singapura, Jepang, India, Thailand, Myanmar, Arab Saudi, Australia, dan Taiwan.
“Respons yang luar biasa dan penuh antusiasme dari para peserta menegaskan bahwa pasar memang siap menyambut pameran berkelas ini. Skala partisipasi global juga menjadi indikator kuat adanya kepercayaan terhadap Indonesia dan platform ini, dengan komposisi peserta pameran yang seimbang antara pihak internasional dan domestik (50-50), serta kehadiran pengunjung yang mewakili 64 pasar global,” ujar General Manager Messe Frankfurt (HK) Ltd, Fiona Chiew, melalui keterangan resminya.
Automechanika Jakarta Buka Peluang Bisnis Aftermarket Otomotif
Automechanika Jakarta 2026 menghadirkan perusahaan dari 15 negara dan wilayah, termasuk Indonesia, China, Jerman, Hong Kong, India, Italia, Jepang, Lithuania, Malaysia, Singapura, Taiwan, Thailand, Turki, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat.
Baca Juga :
Automechanika Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Ini Lokasi dan Jadwalnya!
Produk dan teknologi yang dipamerkan mencakup berbagai segmen rantai nilai otomotif, mulai dari suku cadang dan komponen, kelistrikan dan elektronik, aksesori dan modifikasi, diagnostik dan perbaikan, hingga manufaktur otomotif dan otomatisasi.
Pameran ini juga membuka kesempatan bagi perusahaan internasional untuk menjajaki pasar Indonesia sekaligus mempertemukan produsen lokal dengan calon mitra bisnis dari berbagai negara. Salah satu peserta utama adalah Astra Otoparts, yang membawa 25 merek dan perusahaan patungan (joint venture/JV), termasuk Aisin, Akebono, Aspira, Denso, GS Astra, Incoe, KYB, Pirelli Tyres, SKF, dan sejumlah perusahaan lainnya.
Peserta lain berasal dari berbagai bidang industri, di antaranya Bosch Car Service Indonesia, Brembo, Astemo, Garuda Metalindo, Hella, Mahle, NSK, Schaeffler, Selamat Sempurna, Snap-on, TecAlliance, TUV Rheinland, dan Weichai Torch.
Kehadiran beragam perusahaan tersebut memperlihatkan cakupan Automechanika Jakarta yang tidak hanya menyasar produsen kendaraan, tetapi juga pemasok komponen, distributor, bengkel, penyedia peralatan, dan pelaku bisnis aftermarket.
Ketua GIAMM, Yusak Kristian Solaeman, menilai pameran ini dapat menjadi sarana untuk memperkuat hubungan bisnis dan membuka peluang kerja sama baru bagi industri otomotif nasional.
Baca Juga :
Automechanika Jakarta 2026 Bakal Digelar di Indonesia, Ini Jadwal dan Lokasinya
“Harapan kami adalah Automechanika Jakarta menjadi lebih dari sekadar pameran; kami ingin acara ini berfungsi sebagai platform yang solid dan jembatan bagi para pelaku industri untuk terhubung, bertukar ide, dan mengeksplorasi peluang kolaborasi baru, baik di Indonesia maupun di tingkat internasional. Indonesia adalah rumah bagi sejumlah besar produsen part/komponen otomotif, dan antusiasme yang kuat yang kami saksikan mencerminkan kesiapan industri untuk terhubung dengan pelanggan global dan mengeksplorasi peluang bisnis baru,” tambah Yusak.
Industri Otomotif Indonesia Dinilai Punya Potensi
Pasar otomotif Indonesia dinilai memiliki peluang pertumbuhan seiring dengan besarnya populasi dan meningkatnya kebutuhan mobilitas. Pertumbuhan jumlah kendaraan juga berpotensi meningkatkan kebutuhan terhadap layanan purnajual, termasuk suku cadang, perawatan, perbaikan, serta peralatan bengkel.
Di sisi lain, peluang investasi jangka panjang turut menjadi perhatian pelaku industri, terutama pada sektor manufaktur otomotif dan pengembangan rantai pasok lokal.
Automechanika Jakarta 2026 mendapat dukungan dari berbagai asosiasi dalam negeri, antara lain Asosiasi Perbaikan Bodi Otomotif Indonesia (ABBA), Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI), Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI), Asosiasi Aftermarket Otomotif Indonesia (GATOMI), Asosiasi Pengusaha Aksesori Mobil Indonesia (PAHAMI), serta Asosiasi Industri Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO).
Dukungan internasional juga datang dari organisasi industri otomotif di Eropa dan Asia, termasuk International Independent Aftermarket Association (AAMPACT), European Independent Automotive Data Publishers Association (ADPA), Japan Auto Body Repair Association (JABRA), dan Malaysia Used Vehicle Autoparts Traders Association (MUVATA).
Penyelenggara menyebut dukungan dari pelaku industri, asosiasi, media, dan komunitas otomotif menjadi bagian dari penyelenggaraan perdana tersebut. Dengan mempertemukan produsen, pemasok, distributor, dan pembeli dari berbagai negara, Automechanika Jakarta berupaya membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi industri otomotif Indonesia.
DKI Jakarta: Pameran
industri otomotif Automechanika Jakarta 2026 mencatatkan 18.315 pengunjung dari 64 negara dan wilayah selama penyelenggaraan perdananya di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten pada 24–27 September 2026.
Ajang yang mempertemukan pelaku industri otomotif dan rantai pasok tersebut menghadirkan 339 peserta pameran dari 15 negara dan wilayah dengan luas area pameran mencapai 20.800 meter persegi.
Dari total pengunjung, sekitar 21% berasal dari luar negeri. Sepuluh negara dan wilayah dengan jumlah pengunjung asing terbanyak meliputi China, Malaysia, Singapura, Jepang, India, Thailand, Myanmar, Arab Saudi, Australia, dan Taiwan.
“Respons yang luar biasa dan penuh antusiasme dari para peserta menegaskan bahwa pasar memang siap menyambut pameran berkelas ini. Skala partisipasi global juga menjadi indikator kuat adanya kepercayaan terhadap Indonesia dan platform ini, dengan komposisi peserta pameran yang seimbang antara pihak internasional dan domestik (50-50), serta kehadiran pengunjung yang mewakili 64 pasar global,” ujar General Manager Messe Frankfurt (HK) Ltd, Fiona Chiew, melalui keterangan resminya.
Automechanika Jakarta Buka Peluang Bisnis Aftermarket Otomotif
Automechanika Jakarta 2026 menghadirkan perusahaan dari 15 negara dan wilayah, termasuk Indonesia, China, Jerman, Hong Kong, India, Italia, Jepang, Lithuania, Malaysia, Singapura, Taiwan, Thailand, Turki, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat.
Produk dan teknologi yang dipamerkan mencakup berbagai segmen rantai nilai otomotif, mulai dari suku cadang dan komponen, kelistrikan dan elektronik, aksesori dan modifikasi, diagnostik dan perbaikan, hingga manufaktur otomotif dan otomatisasi.
Pameran ini juga membuka kesempatan bagi perusahaan internasional untuk menjajaki pasar Indonesia sekaligus mempertemukan produsen lokal dengan calon mitra bisnis dari berbagai negara. Salah satu peserta utama adalah Astra Otoparts, yang membawa 25 merek dan perusahaan patungan (joint venture/JV), termasuk Aisin, Akebono, Aspira, Denso, GS Astra, Incoe, KYB, Pirelli Tyres, SKF, dan sejumlah perusahaan lainnya.
Peserta lain berasal dari berbagai bidang industri, di antaranya Bosch Car Service Indonesia, Brembo, Astemo, Garuda Metalindo, Hella, Mahle, NSK, Schaeffler, Selamat Sempurna, Snap-on, TecAlliance, TUV Rheinland, dan Weichai Torch.
Kehadiran beragam perusahaan tersebut memperlihatkan cakupan Automechanika Jakarta yang tidak hanya menyasar produsen kendaraan, tetapi juga pemasok komponen, distributor, bengkel, penyedia peralatan, dan pelaku bisnis aftermarket.
Ketua GIAMM, Yusak Kristian Solaeman, menilai pameran ini dapat menjadi sarana untuk memperkuat hubungan bisnis dan membuka peluang kerja sama baru bagi industri otomotif nasional.
“Harapan kami adalah Automechanika Jakarta menjadi lebih dari sekadar pameran; kami ingin acara ini berfungsi sebagai platform yang solid dan jembatan bagi para pelaku industri untuk terhubung, bertukar ide, dan mengeksplorasi peluang kolaborasi baru, baik di Indonesia maupun di tingkat internasional. Indonesia adalah rumah bagi sejumlah besar produsen part/komponen otomotif, dan antusiasme yang kuat yang kami saksikan mencerminkan kesiapan industri untuk terhubung dengan pelanggan global dan mengeksplorasi peluang bisnis baru,” tambah Yusak.
Industri Otomotif Indonesia Dinilai Punya Potensi
Pasar otomotif Indonesia dinilai memiliki peluang pertumbuhan seiring dengan besarnya populasi dan meningkatnya kebutuhan mobilitas. Pertumbuhan jumlah kendaraan juga berpotensi meningkatkan kebutuhan terhadap layanan purnajual, termasuk suku cadang, perawatan, perbaikan, serta peralatan bengkel.
Di sisi lain, peluang investasi jangka panjang turut menjadi perhatian pelaku industri, terutama pada sektor manufaktur otomotif dan pengembangan rantai pasok lokal.
Automechanika Jakarta 2026 mendapat dukungan dari berbagai asosiasi dalam negeri, antara lain Asosiasi Perbaikan Bodi Otomotif Indonesia (ABBA), Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI), Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI), Asosiasi Aftermarket Otomotif Indonesia (GATOMI), Asosiasi Pengusaha Aksesori Mobil Indonesia (PAHAMI), serta Asosiasi Industri Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO).
Dukungan internasional juga datang dari organisasi industri otomotif di Eropa dan Asia, termasuk International Independent Aftermarket Association (AAMPACT), European Independent Automotive Data Publishers Association (ADPA), Japan Auto Body Repair Association (JABRA), dan Malaysia Used Vehicle Autoparts Traders Association (MUVATA).
Penyelenggara menyebut dukungan dari pelaku industri, asosiasi, media, dan komunitas otomotif menjadi bagian dari penyelenggaraan perdana tersebut. Dengan mempertemukan produsen, pemasok, distributor, dan pembeli dari berbagai negara, Automechanika Jakarta berupaya membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi industri otomotif Indonesia.
(UDA)