Kabupaten Tangerang: Automechanika Jakarta 2026 resmi diselenggarakan pada 24-27 September 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten. Pameran ini menghadirkan beragam komponen otomotif dan industri pendukungnya dengan konsep business to business (B2B).
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menyebutkan bahwa pameran ini menjadi tongkak sejarah, dimana Automechanika Jakarta 2026 menjadi negara kedua penyelenggaraan setelah di Frankfurt Jerman. Hal ini menunjukan bahwasanya industri otomotif global kini mulai memandang Indonesia.
"Kita tidak lagi menjadi pasar, tetapi juga menjadi basis produksi, mitra rantai pasok dan pusat regional untuk investasi," kata Faisol saat membuka Automechanika Jakarta 2026 pada Kamis (24-6-2026) di PIK 2.
Ketua Gabungan Industri Alat Mobil Motor (GIAMM), Yusak Kristian Solaeman, menjelaskan kehadiran Automechanika Jakarta 2026 bisa meningkatkan daya saing dan memperluas peran industri otomotif nasional.
"Selama beberapa dekade terakhir, industri komponen otomotif Indonesia telah tumbuh secara stabil seiring dengan perkembangan otomotif di dalam negeri. Saat ini, berbagai komponen yang dibuat di Indonesia telah berhasil diekspor ke seluruh dunia,” ungkap Yusak dimomen yang sama.
Automechanika Jakarta 2026 menggunakan lahan seluas 20.000 meter persegi di NICE dengan 339 peserta pameran. Para peserta ini hadir tidak hanya dari Indonesia, dengan total mencapai 16 negara yang hadir.
Selain memamerkan produk dan teknologi terbaru, ajang ini juga menjadi kesempatan bagi pelaku industri untuk membangun jaringan bisnis dan memperluas kerja sama lintas negara.
Salah satunya Forum Kolaborasi Rantai Pasok yang membahas kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Indonesia, produksi kendaraan listrik (EV), serta integrasi rantai pasok. Forum tersebut menjadi ruang dialog bagi pelaku industri otomotif lokal dan internasional untuk membahas peluang kolaborasi strategis.
AMJKT 2026 juga menghadirkan Lokakarya Teknologi & Keterampilan yang memberikan pelatihan teoretis dan praktik bagi teknisi. Materi lokakarya mencakup peningkatan efisiensi, keberlanjutan, dan kualitas layanan otomotif, termasuk menghadapi perkembangan teknologi serta transisi menuju kendaraan listrik.
Program lainnya adalah Kunjungan Industri yang memberikan kesempatan kepada peserta internasional untuk melihat secara langsung kapabilitas manufaktur Indonesia. Peserta juga dapat berdialog dengan manufaktur dan pemasok untuk menjajaki peluang kerja sama.
Sementara itu, program Business Matching memfasilitasi pertemuan antara pembeli dari luar negeri dan pelaku bisnis lokal. Program ini ditujukan untuk membuka peluang transaksi dan kerja sama bisnis di industri komponen serta aftermarket otomotif.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan