Isuzu mengakui sudah siap untuk memasuki standar Euro 4 mulai dari kendaraan yang ditawarkan sampai layanan purna jual para konsumennya. Isuzu
Isuzu mengakui sudah siap untuk memasuki standar Euro 4 mulai dari kendaraan yang ditawarkan sampai layanan purna jual para konsumennya. Isuzu

Industri Otomotif

4 Alasan Penerapan Euro 4 Mesin Diesel Diundur

Otomotif isuzu industri otomotif Kementerian Perindustrian
Ekawan Raharja • 28 April 2021 16:00

Jakarta: Hingga sekarang ini pemerintah belum menerapkan standar emisi gas buang Euro 4 kendaraan bermesin diesel. Standar ini sedianya di diterapkan pada April 2021, dan kini diundur menjadi tahun 2022.
 
Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Sony Sulaksono, menjelaskan bahwa ada empat faktor yang mempengaruhi penundaan standar emisi Euro 4 untuk kendaraan diesel. Faktor pertama adalah impor komponen dan suku cadang kendaraan Euro 4 dari negara-negara calon pemasok yang saat ini belum pulih dari dampak pandemi Covid-19.
 
Kedua antre pengujian emisi Euro 4 karena fasilitas pengujian yang terbatas untuk pengujian kendaraan diesel lebih kurang 3,5 ton. “Sementara itu, pengujian kendaraan diesel di atas 3,5 ton dilakukan di luar negeri seperti di Jepang dan Jerman,” ungkap Sony melalui jumpa pers virtual Rabu (28/4/2021).
 
Faktor ketiga adalah pemenuhan kebutuhan tenaga ahli untuk pengembangan teknologi Euro 4 baik dari sisi produksi maupun uji coba mengalami kendala karena pandemi Covid-19.  Faktor keempat, tambahan teknologi standar baku mutu emisi Euro 4 berdampak terhadap harga kendaraan sehingga dikhawatirkan tidak terserap oleh pasar yang daya belinya sedang menurun.
 
Peraturan untuk standar emisi gas buang kendaraan berstandar Euro 4 sebenarnya sudah tertuang melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017. Namun pandemi Covid-19 menghantam global, termasuk Indonesia, hingga akhirnya penerapan standar Euro 4 untuk kendaraan bermesin diesel mendapatkan dispensasi melalui peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No S 786/MENLHK-PPKL/SET/PKL.3/5/2020 tertanggal 20 Mei 2020.


 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif