Ilustrasi lampu sein untuk mobil. Medcom.id/Ekawan Raharja
Ilustrasi lampu sein untuk mobil. Medcom.id/Ekawan Raharja

Sejarah Otomotif

Sejarah Terciptanya Lampu Sein, Mulai dari Mekanis Tangan

Ekawan Raharja • 14 Juni 2022 14:00
Jakarta: Keberadaan lampu sein sangat penting bagi kendaraan bermotor yang ada di jalan raya karena menjadi pertanda akan berbelok. Ternyata, lampu sein ini memiliki sejarah yang amat panjang dan sudah disadari sejak beberapa abad lalu.
 
Sejarah lampu sein dimulai dari industri otomotif abad ke-18 yang sedang pesat berkembang. Kala itu, banyak kendaraan-kendaraan berbahan bakar bensin banyak melaju kencang di jalan raya.
 
Alhasil, banyak kendaraan yang mengalami kecelakaan karena mobil-mobil kala itu belum memiliki lampu sein. Sehingga banyak pengguna jalan lainnya yang tidak paham apabila ada kendaraan yang ingin berbelok.

Dilansir dari The News Wheel, Percy Doughlas-Hamilton berhasil mempatenkan penanda arah kanan dan kiri dengan mekanis tangan pada 1907. Namun, lampu sein atau turn signal ternyata pernah dikatakan bukan sebagai standar keselamatan pada kendaraan. Ini lantaran pengaplikasiannya masih menerapkan mekanis tangan yang dinilai membahayakan.
 
Kemudian ada juga inovasi dari Florence Lawrence, seorang bintang film bisu pada 1914. Dia memodifikasi mobilnya dengan mechanical signaling arm atau umumnya disebut semaphore (semapur).
 

Pada 1920-an, giliran pabrik kendaraan di Jerman berinovasi dengan menggunakan lonceng dan peluit uap, kemudian memasangnya di kendaraan produksi mereka. Lonceng tersebut berfungsi sebagai tanda ketika mobil akan berbelok. Jika lonceng berbunyi sekali maka mobil akan berbelok ke kanan, jika lonceng berbunyi dua kali berarti mobil akan berbelok ke kiri.
 
Tetapi penggunaan lonceng sebagai tanda berbelok tidak efektif karena ramainyalalu lintas membuat suaranya saling bersahut-sahutan. Sehingga tidak jelas apakah lonceng berbunyi sekali atau dua kali. 
 
Pada 1925, Edgar A Walz Jr, mematenkan turn signal modern baru l menggunakan lampu. Teknologi tersebut lebih diterima dan sampai saat ini digunakan pabrikan kendaraan di seluruh dunia.
 
Seiring waktu, sein berkembang pesat dengan menggunakan material-material modern seperti LED. Namun, basic idenya berakar pada temuan Walz dengan mengunakan lampu berkedip. Pengguna kendaraan kini hanya perlu menekan tombol kontak atau menggeser tuas yang telah tersambung dengan lampu indikator. Alat inilah yang dinamakan lampu sein atau lampu riting pada kendaraan modern.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ERA)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan