Suzuki Ertiga. Suzuki
Suzuki Ertiga. Suzuki

Isi Full Tank Suzuki Ertiga, Segini Biayanya!

Ekawan Raharja • 11 Juli 2026 15:01
Ringkasnya gini..
  • Suzuki Ertiga bermesin K15B berkompresi 10,5:1 direkomendasikan menggunakan bensin RON 92 atau setara Pertamax.
  • Isi penuh tangki 45 liter dengan Pertamax butuh Rp731.250, sedangkan Pertalite hanya Rp450.000 per Juli 2026 di DKI Jakarta.
  • Meski lebih murah, Pertalite tidak sesuai spesifikasi Ertiga dan berisiko memicu knocking, menurunkan performa, serta efisiensi mesin.
DKI Jakarta: Di tengah harga bahan bakar minyak (BBM) yang sedang tinggi, urusan biaya isi bensin menjadi salah satu pertimbangan. Bagi pemilik Suzuki Ertiga, banyak yang tetap bertahan dengan Pertamax atau beralih juga ke Pertalite yang lebih terjangkau.
 
Melihat buku panduan yang dikeluarkan pabrikan, Ertiga menggunakan mesin berkode K15B, 4-silinder, berkapasitas 1.462 cc DOHC dengan teknologi VVT. Mesin ini dirancang memiliki rasio kompresi sebesar 10,5:1.
 
Melihat kompresinya, maka disarankan menggunakan bensin dengan spesifikasi Research Octane Number (RON) 92. Di SPBU Pertamina, bensin ini setara dengan Pertamax.

Bila menggunakan acuan harga di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya per Juli 2026, Pertamax berada di angka Rp 16.250 per liter. Ertiga yang memiliki tanki bensin berukuran 45 liter, maka membutuhkan biaya sebesar Rp731.250 untuk sekali pengisian tanki bensin sampai penuh.
 
Melihat biaya yang cukup besar ini, tidak sedikit orang yang beralih ke Pertalite karena harganya yang lebih murah. Namun perlu diingat bahwa penggunaan Pertalite tidak sesuai dengan spesifikasi mesin K15B.

Baca Juga:
Mengapa Masa Berlaku SIM 5 Tahun? Begini Penjelasannya


Acuan harga Pertamina di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya per Juli 2026 untuk pertalite adalah Rp10.000 per liter. Maka dibutuhkan biaya Rp450.000 untuk mengisi tanki bensin Ertiga sampai penuh.
 
Nilai RON bahan bakar memiliki pengaruh langsung terhadap efisiensi pembakaran, performa mesin, emisi gas buang, hingga konsumsi bahan bakar. Bahan bakar dengan RON yang sesuai spesifikasi mesin mampu menghasilkan pembakaran lebih stabil sehingga tenaga yang dihasilkan lebih optimal, konsumsi bahan bakar lebih efisien, dan emisi gas buang lebih rendah. Sebaliknya, penggunaan bensin dengan RON yang tidak sesuai dapat mengurangi efisiensi kerja mesin.
 
Jika mobil yang membutuhkan RON tinggi diisi bensin dengan RON lebih rendah, mesin berisiko mengalami knocking atau ngelitik akibat pembakaran yang terjadi terlalu dini. Kondisi ini dapat menurunkan performa, mengganggu akselerasi, meningkatkan konsumsi bahan bakar, hingga berpotensi merusak komponen mesin seperti piston, katup, dan kepala silinder apabila berlangsung dalam jangka panjang.
 
Jadi kembali lagi kepada sobat medcom, tetap isi bensin sesuai pabrikan atau menurunkan demi biaya isi bensin yang lebih terjangkau.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan