Bandung: Neta sudah menjalin kerja sama dengan PT Handal Indonesia Motor (HIM) untuk merakit mobil listrik mereka. Kabar terbaru menyebutkan mereka sudah menambah kuota perakitan mobil di HIM hingga akhir tahun ini.
Pada akhir Mei 2024, perusahaan menyebutkan ingin memproduksi 10.000 unit Neta V-II per tahun. Namun Managing Director Neta, Jerry Huang, memberikan informasi baru bahwa mereka sudah meningkatkan kuota perakitan sampai 27.000 unit hingga akhir 2024.
"Jadi saat ini sudah ada perjanjian dengan Handal (PT HIM) produksi tahunan sampai 27.000 per tahun. Jadi untuk ke depan mungkin ada plant penambahan kapasitas dengan kerja sama maupun pabrik baru kita melihat itu," ujar Jerry di Cihampelas Bandung.
Jerry juga menyebutkan kuota perakitan di pabrik milik PT HIM yang ada di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat terbatas. Sedangkan PT HIM saat ini sedang membangun pabrik baru dan proses perakitan akan menggunakan pabrik baru.
"Tahun depan kami akan punya pabrik baru dari Handal (PT HIM), sekarang lagi dalam pembangunan dan ini milik Handal (PT HIM). Tahun depan mereka bisa lebih dari 20.000 unit, mereka punya kapabilitas itu lebih dari 20.000 unit. Kalau pindah semuanya, akan pindah lokasi yang baru," tambah Jerry.
Pabrik Baru di Purwakarta
President Director PT HIM, Denny Siregar, menyebutkan perusahaan sedang membangun pabrik baru di Kawasan Integrated Industrial Park (IIP) Purwakarta. Nantinya, pabrik ini akan lebih besar jika dibandingkan pabrik perakitan mobil yang sudah ada di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat.
"Sebagai informasi, kita sedang kembangkan fasilitas baru 60 kilometer dari sini (Pondok Ungu, Bekasi) di Purwakarta Integrated Industrial Park," buka Denny pada 31 Mei 2024 di Pondok Ungu Bekasi.
Dia menyebutkan pabrik terbarunya ini bisa menghasilkan 90 ribu unit per tahun. Sebagai perbandingan, pabrik di Pondok Ungu hanya mampu memproduksi 30 ribu unit per tahun. "Serta kapasitas bila yang di sini 30 ribu unit per tahun, nanti di sana tiga kali lipatnya artinya bisa sampai 90 ribu unit per tahun tapi itu bertahap," beber Denny.
Bandung: Neta sudah menjalin kerja sama dengan PT Handal Indonesia Motor (HIM) untuk merakit
mobil listrik mereka. Kabar terbaru menyebutkan mereka sudah menambah kuota perakitan mobil di HIM hingga akhir tahun ini.
Pada akhir Mei 2024, perusahaan menyebutkan ingin memproduksi 10.000 unit Neta V-II per tahun. Namun Managing Director Neta, Jerry Huang, memberikan informasi baru bahwa mereka sudah meningkatkan kuota perakitan sampai 27.000 unit hingga akhir 2024.
"Jadi saat ini sudah ada perjanjian dengan Handal (PT HIM) produksi tahunan sampai 27.000 per tahun. Jadi untuk ke depan mungkin ada plant penambahan kapasitas dengan kerja sama maupun pabrik baru kita melihat itu," ujar Jerry di Cihampelas Bandung.
Jerry juga menyebutkan kuota perakitan di pabrik milik PT HIM yang ada di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat terbatas. Sedangkan PT HIM saat ini sedang membangun pabrik baru dan proses perakitan akan menggunakan pabrik baru.
"Tahun depan kami akan punya pabrik baru dari Handal (PT HIM), sekarang lagi dalam pembangunan dan ini milik Handal (PT HIM). Tahun depan mereka bisa lebih dari 20.000 unit, mereka punya kapabilitas itu lebih dari 20.000 unit. Kalau pindah semuanya, akan pindah lokasi yang baru," tambah Jerry.
Pabrik Baru di Purwakarta
President Director PT HIM, Denny Siregar, menyebutkan perusahaan sedang membangun pabrik baru di Kawasan Integrated Industrial Park (IIP) Purwakarta. Nantinya, pabrik ini akan lebih besar jika dibandingkan pabrik perakitan mobil yang sudah ada di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat.
"Sebagai informasi, kita sedang kembangkan fasilitas baru 60 kilometer dari sini (Pondok Ungu, Bekasi) di Purwakarta Integrated Industrial Park," buka Denny pada 31 Mei 2024 di Pondok Ungu Bekasi.
Dia menyebutkan pabrik terbarunya ini bisa menghasilkan 90 ribu unit per tahun. Sebagai perbandingan, pabrik di Pondok Ungu hanya mampu memproduksi 30 ribu unit per tahun. "Serta kapasitas bila yang di sini 30 ribu unit per tahun, nanti di sana tiga kali lipatnya artinya bisa sampai 90 ribu unit per tahun tapi itu bertahap," beber Denny.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)