DKI Jakarta: Sejumlah produsen otomotif yang beroperasi di Amerika Serikat (AS) meminta Kongres memperkuat pembatasan terhadap kendaraan asal China. Langkah ini dinilai perlu untuk mengantisipasi masuknya mobil China ke pasar AS, terutama terkait keamanan data kendaraan, teknologi konektivitas, dan persaingan industri otomotif domestik.
Mengutip laporan Carscoops, desakan tersebut disampaikan Alliance for Automotive Innovation. Organisasi yang beranggotakan Ford, General Motors (GM), Toyota, Volkswagen, Hyundai, dan sejumlah produsen lainnya itu meminta pemerintah AS mempertahankan pembatasan terhadap produsen otomotif China.
Presiden Alliance for Automotive Innovation, John Bozzella, mendesak Kongres agar mencegah produsen China melakukan ekspansi seperti yang terjadi di pasar Eropa.
Bozzella menyoroti impor kendaraan buatan China ke Uni Eropa yang mencapai lebih dari 1,1 juta unit selama delapan bulan pertama 2026. Jumlah tersebut bahkan melampaui total impor sepanjang 2025.
AS Sudah Batasi Mobil dan Teknologi China
Amerika Serikat sebenarnya telah menerapkan sejumlah pembatasan terhadap kendaraan asal China. Pada Januari 2025, pemerintahan Presiden Joe Biden menetapkan aturan pembatasan teknologi kendaraan terkoneksi (connected vehicle) yang berkaitan dengan China dan Rusia.
Baca Juga :
KEK Industropolis Batang Perluas Peluang Industri Otomotif
Aturan tersebut menyasar perangkat lunak serta produsen yang memiliki keterkaitan tertentu dengan kedua negara. Larangan penjualan kendaraan terkoneksi yang menggunakan perangkat lunak tertentu mulai berlaku untuk model tahun 2027.
Sementara itu, pembatasan perangkat keras konektivitas kendaraan dijadwalkan berlaku untuk model tahun 2030. Terdapat pula tenggat terpisah pada Januari 2029 untuk perangkat keras yang tidak terkait dengan model tahun tertentu.
Ketentuan tersebut juga berlaku bagi kendaraan yang diproduksi di Amerika Serikat apabila menggunakan teknologi atau melibatkan produsen yang masuk dalam kategori pembatasan. Kebijakan ini turut berdampak terhadap produsen seperti Polestar yang memiliki keterkaitan dengan perusahaan China.
RUU Keamanan Kendaraan Terkoneksi Masuk Pembahasan
Upaya memperkuat pembatasan tersebut juga tercantum dalam Connected Vehicle Security Act of 2026. Rancangan undang-undang ini disponsori Senator Partai Republik Bernie Moreno dan Senator Partai Demokrat Elissa Slotkin.
RUU tersebut mengatur pembatasan kendaraan terkoneksi, perangkat lunak tertentu, serta perangkat keras konektivitas yang berkaitan dengan negara-negara yang dianggap berisiko. Aturan itu juga dirancang untuk mencegah upaya menghindari pembatasan melalui perubahan nama, merek, maupun restrukturisasi produk.
Connected Vehicle Security Act of 2026 telah memperoleh persetujuan bulat dari Komite Perdagangan Senat pada Juli 2026. Namun, rancangan tersebut masih harus melalui tahapan legislasi berikutnya sebelum dapat diberlakukan sebagai undang-undang.
Baca Juga :
Cek Daftar Mobil China Terlaris Agustus 2026
Di sisi lain, Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan terbuka terhadap kehadiran mobil China di pasar AS selama kendaraan tersebut diproduksi di dalam negeri. Pernyataan itu disampaikan pada September 2026.
Sikap tersebut membuka kemungkinan berbeda dalam arah kebijakan otomotif AS. Jika kendaraan China diizinkan diproduksi di Amerika Serikat, persaingan di pasar domestik berpotensi berubah, terutama karena produsen China dikenal menawarkan kendaraan dengan harga kompetitif dan teknologi yang semakin berkembang.
DKI Jakarta: Sejumlah produsen
otomotif yang beroperasi di Amerika Serikat (AS) meminta Kongres memperkuat pembatasan terhadap kendaraan asal China. Langkah ini dinilai perlu untuk mengantisipasi masuknya
mobil China ke pasar AS, terutama terkait keamanan data kendaraan, teknologi konektivitas, dan persaingan industri otomotif domestik.
Mengutip laporan Carscoops, desakan tersebut disampaikan Alliance for Automotive Innovation. Organisasi yang beranggotakan Ford, General Motors (GM), Toyota, Volkswagen, Hyundai, dan sejumlah produsen lainnya itu meminta pemerintah AS mempertahankan pembatasan terhadap produsen otomotif China.
Presiden Alliance for Automotive Innovation, John Bozzella, mendesak Kongres agar mencegah produsen China melakukan ekspansi seperti yang terjadi di pasar Eropa.
Bozzella menyoroti impor kendaraan buatan China ke Uni Eropa yang mencapai lebih dari 1,1 juta unit selama delapan bulan pertama 2026. Jumlah tersebut bahkan melampaui total impor sepanjang 2025.
AS Sudah Batasi Mobil dan Teknologi China
Amerika Serikat sebenarnya telah menerapkan sejumlah pembatasan terhadap kendaraan asal China. Pada Januari 2025, pemerintahan Presiden Joe Biden menetapkan aturan pembatasan teknologi kendaraan terkoneksi (connected vehicle) yang berkaitan dengan China dan Rusia.
Aturan tersebut menyasar perangkat lunak serta produsen yang memiliki keterkaitan tertentu dengan kedua negara. Larangan penjualan kendaraan terkoneksi yang menggunakan perangkat lunak tertentu mulai berlaku untuk model tahun 2027.
Sementara itu, pembatasan perangkat keras konektivitas kendaraan dijadwalkan berlaku untuk model tahun 2030. Terdapat pula tenggat terpisah pada Januari 2029 untuk perangkat keras yang tidak terkait dengan model tahun tertentu.
Ketentuan tersebut juga berlaku bagi kendaraan yang diproduksi di Amerika Serikat apabila menggunakan teknologi atau melibatkan produsen yang masuk dalam kategori pembatasan. Kebijakan ini turut berdampak terhadap produsen seperti Polestar yang memiliki keterkaitan dengan perusahaan China.
RUU Keamanan Kendaraan Terkoneksi Masuk Pembahasan
Upaya memperkuat pembatasan tersebut juga tercantum dalam Connected Vehicle Security Act of 2026. Rancangan undang-undang ini disponsori Senator Partai Republik Bernie Moreno dan Senator Partai Demokrat Elissa Slotkin.
RUU tersebut mengatur pembatasan kendaraan terkoneksi, perangkat lunak tertentu, serta perangkat keras konektivitas yang berkaitan dengan negara-negara yang dianggap berisiko. Aturan itu juga dirancang untuk mencegah upaya menghindari pembatasan melalui perubahan nama, merek, maupun restrukturisasi produk.
Connected Vehicle Security Act of 2026 telah memperoleh persetujuan bulat dari Komite Perdagangan Senat pada Juli 2026. Namun, rancangan tersebut masih harus melalui tahapan legislasi berikutnya sebelum dapat diberlakukan sebagai undang-undang.
Di sisi lain, Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan terbuka terhadap kehadiran mobil China di pasar AS selama kendaraan tersebut diproduksi di dalam negeri. Pernyataan itu disampaikan pada September 2026.
Sikap tersebut membuka kemungkinan berbeda dalam arah kebijakan otomotif AS. Jika kendaraan China diizinkan diproduksi di Amerika Serikat, persaingan di pasar domestik berpotensi berubah, terutama karena produsen China dikenal menawarkan kendaraan dengan harga kompetitif dan teknologi yang semakin berkembang.
(UDA)