DKI Jakarta: Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Otomotif (Hipmi Otomotif), Hasstriansyah, menilai keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tetap memberikan insentif pajak kendaraan listrik serta pembebasan aturan ganjil genap menjadi kabar positif bagi calon konsumen.
“Bagus Pak Gubernur tetap memberlakukan bebas pajak, setelah berita keputusan tetap bebas pajak di Jakarta, mungkin memberi angin segar (bagi calon konsumen),” kata Hasstriansyah dikutip dari Antara.
Menurut dia keputusan tersebut hadir pada momentum yang tepat di tengah ketidakpastian regulasi terkait insentif kendaraan listrik. Sebelumnya, sempat muncul kebingungan setelah terbit aturan dari Kementerian Dalam Negeri yang kemudian disesuaikan melalui surat edaran, sehingga kewenangan pengaturan kembali diserahkan kepada pemerintah daerah.
Ketidakpastian itu membuat sebagian masyarakat memilih menunda pembelian kendaraan listrik sambil menunggu kepastian insentif fiskal, khususnya terkait pajak kendaraan bermotor.
Baca Juga:
BYD M6 PHEV Sudah Didaftarkan, NJKB Mulai Rp104 Juta
Hasstriansyah menilai langkah Pemprov DKI Jakarta sebaiknya diikuti pemerintah daerah lain, terutama wilayah penyangga Jakarta seperti Jawa Barat, agar masyarakat semakin yakin beralih ke kendaraan listrik.
“Namun masih wait and see juga, apakah diikuti oleh Pemda Jawa Barat (cakupan Jabodetabek), karena mayoritas beli EV di Jabodetabek tetap karena bebas ganjil genap. Sehingga pemerintah daerah lainnya perlu mengikuti DKI Jakarta. Saya rasa ada pengaruh menjadi pertimbangan jadi beli EV atau tidak,” ujar dia.
Selain faktor insentif, momentum pameran otomotif seperti Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) dan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) pada Juli-Agustus 2026 diperkirakan turut memengaruhi keputusan pembelian kendaraan listrik.
Konsumen dinilai masih menunggu peluncuran model baru, pembaruan harga, hingga kepastian insentif sebelum membeli kendaraan listrik.
Baca Juga:
Peugeot Motocycles Indonesia, Hidup Lagi di Tangan Distributor Baru
Secara global, penjualan kendaraan listrik terus menunjukkan tren positif. Dalam beberapa tahun ke depan, satu dari empat mobil yang terjual di dunia diproyeksikan merupakan kendaraan listrik. Sementara di Indonesia, penetrasi penjualan kendaraan listrik pada 2025 disebut sudah mencapai 9-10 persen dari total penjualan kendaraan nasional.
Meski demikian, populasi kendaraan listrik di Indonesia saat ini baru sekitar 45 ribu unit, masih jauh dari target pemerintah yang menargetkan 2 juta unit kendaraan listrik pada 2030.
DKI Jakarta: Sekretaris Jenderal Himpunan
Pengusaha Muda Indonesia
Otomotif (
Hipmi Otomotif), Hasstriansyah, menilai keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tetap memberikan insentif pajak kendaraan listrik serta pembebasan aturan ganjil genap menjadi kabar positif bagi calon konsumen.
“Bagus Pak Gubernur tetap memberlakukan bebas pajak, setelah berita keputusan tetap bebas pajak di Jakarta, mungkin memberi angin segar (bagi calon konsumen),” kata Hasstriansyah dikutip dari Antara.
Menurut dia keputusan tersebut hadir pada momentum yang tepat di tengah ketidakpastian regulasi terkait insentif kendaraan listrik. Sebelumnya, sempat muncul kebingungan setelah terbit aturan dari Kementerian Dalam Negeri yang kemudian disesuaikan melalui surat edaran, sehingga kewenangan pengaturan kembali diserahkan kepada pemerintah daerah.
Ketidakpastian itu membuat sebagian masyarakat memilih menunda pembelian kendaraan listrik sambil menunggu kepastian insentif fiskal, khususnya terkait pajak kendaraan bermotor.
Hasstriansyah menilai langkah Pemprov DKI Jakarta sebaiknya diikuti pemerintah daerah lain, terutama wilayah penyangga Jakarta seperti Jawa Barat, agar masyarakat semakin yakin beralih ke kendaraan listrik.
“Namun masih wait and see juga, apakah diikuti oleh Pemda Jawa Barat (cakupan Jabodetabek), karena mayoritas beli EV di Jabodetabek tetap karena bebas ganjil genap. Sehingga pemerintah daerah lainnya perlu mengikuti DKI Jakarta. Saya rasa ada pengaruh menjadi pertimbangan jadi beli EV atau tidak,” ujar dia.
Selain faktor insentif, momentum pameran otomotif seperti Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) dan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) pada Juli-Agustus 2026 diperkirakan turut memengaruhi keputusan pembelian kendaraan listrik.
Konsumen dinilai masih menunggu peluncuran model baru, pembaruan harga, hingga kepastian insentif sebelum membeli kendaraan listrik.
Secara global, penjualan kendaraan listrik terus menunjukkan tren positif. Dalam beberapa tahun ke depan, satu dari empat mobil yang terjual di dunia diproyeksikan merupakan kendaraan listrik. Sementara di Indonesia, penetrasi penjualan kendaraan listrik pada 2025 disebut sudah mencapai 9-10 persen dari total penjualan kendaraan nasional.
Meski demikian, populasi kendaraan listrik di Indonesia saat ini baru sekitar 45 ribu unit, masih jauh dari target pemerintah yang menargetkan 2 juta unit kendaraan listrik pada 2030.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)