Goodyear smart sensor. goodyear
Goodyear smart sensor. goodyear

Komponen Otomotif

Berkat Internet, Goodyear Punya Ban yang Bisa "Berbicara"

Ekawan Raharja • 07 Desember 2021 14:00
Ohio: Perkembangan internet yang dikombinasikan dengan berbagai benda lainnya menghasilkan banyak inovasi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Goodyear bahkan menggunakan internet untuk ban mereka sehingga menghasilkan ban yang bica "berbicara".
 
Produsen ban asal Amerika Serikat tersebut menghasilkan ban pintar yang terkoneksi dengan internet dan dilengkapi dengan sensor. Melalui sensor dan internet yang dibenamkan, ban ini bisa menghadirkan informasi penting seperti suhu jalan, traksi, akselerasi kendaraan, dan tekanan ban. 
 
Dari perspektif manajemen armada, data-data tersebut menjadi penting agar ban bisa bicara. Memperingatkan pengemudi tentang masalah ban yang ada, sehingga dapat dilakukan antisipasi. 
 
Fitur sensor akan mengirim peringatan lewat indikator tertentu, biasanya berupa kedipan lampu, dan mengirimkan umpan balik kepada sistem pemeliharaan armada melalui telematika. Informasi tersebut kemudian menjadi acuan bagi teknisi untuk melakukan perbaikan maupun penggantian berkala terhadap ban.
 
Teknologi sensor elektronik dirancang untuk dapat bertahan di dalam ban truk yang bergulir. Dengan terus-menerus kirimkan data, tentang faktor operasional penting, seperti suhu, tekanan udara, dan getaran. 
 
 

Menghasilkan TPMS yang Lebih Canggih

Pada ban mobil, sensor pintar saat ini semakin berkembang. Misalnya dalam penyematan sistem manajemen tekanan ban yang dipasang secara internal  untuk Tire Pressure Management System (TPMS). 
 
Penyematan TPMS menjadi lebih menantang dibanding sensor di luar ban karena lingkungan ekstrim dalam ban. Lalu bagaimana penggunaan sensor yang diterapkan pada produk Goodyear? 
 
Perusahaan masih terus menguji beberapa ban purwarupa yang bisa terhubung secara ekstensif dengan berbagai perangkat dari pihak yang terkait. Sebut saja Eagle 360 Urban menerapkan pendekatan yang sama dengan ban bundar (spherical). Dicetak 3D dengan polimer super-elastis dan menyematkan sensor yang mengirim data jalan dan ban, kembali ke kontrol panel. 
 
Data tersebut kemudian diubah menjadi desain tapak yang akan merespons kondisi jalan terkini dengan cepat dan berbagi info kondisi dalam jaringan lebih luas. 
 
Sementara dalam ban konsep 3D Oxygene, lumut hidup dan fotosintesis digunakan untuk memberi daya elektroniknya.  Listrik yang dihasilkan, akan menggerakkan sensor yang terpasang, unit pemrosesan kecerdasan buatan, serta strip lampu yang menyala saat pengemudi mengerem atau mengubah jalur.
 
Kendati demikian, hingga sekarang ban pintar bersensor ini belum tersedia untuk konsumen. 
 
(ERA)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif