Jakarta: Jakarta masih memiliki wacana untuk menggelar balap mobil listrik, Formula E, pada tahun 2022. Sayangnya gelapan seri di Jakarta ini sudah tidak akan diikuti pabrikan dan tim Mercedes-Benz karena mereka mengumumkan akhir keikutsertaan mereka di musim ini.
Pabrikan asal Jerman tersebut memastikan akan mengakhiri kisah ABB FIA Formula E, sebagai peserta tim dan pabrikan, pada akhir Musim 8. Uniknya, langkah ini diambil oleh mereka di tengah rencana mereka untuk menjadi produsen mobil listrik seutuhnya.
Rival BMW ini mengakui sedang mengalihkan sumber daya yang dimiliki untuk mempercepat proses elektrifikasi, termasuk pengembangan tiga arsitektur khusus listrik yang akan diluncurkan pada tahun 2025. Oleh karena itu, Mercedes-Benz akan merelokasi sumber daya dari tim Formula E dan penerapan pembelajaran dalam kompetisi untuk pengembangan produk.
Ke depannya, perusahaan akan memusatkan kegiatan motorsport di Formula 1 (F1), memperkuat status olahraganya sebagai laboratorium tercepat untuk mengembangkan dan membuktikan teknologi kinerja masa depan yang berkelanjutan. Pembelajaran ini akan diwujudkan melalui arsitektur produk masa depan seperti platform AMG.EA, platform listrik kendaraan kinerja khusus yang akan diluncurkan pada tahun 2025, dan proyek-proyek seperti Vision EQXX.
"Di Mercedes-Benz, kami telah berkomitmen dan berupaya untuk memerangi perubahan iklim selama dekade ini. Hal ini menuntut kami untuk mempercepat transformasi perusahaan, produk, dan layanan kami menuju masa depan yang bebas emisi dan berbasis perangkat lunak, dan untuk mencapainya, kami harus memberikan fokus penuh pada kegiatan inti kami," buka Member of the Board of Management of Daimler AG and Mercedes-Benz AG, Markus Schäfer, melalui keterangan resminya.
"Dalam dunia motorsport, Formula E telah menjadi ajang pembuktian keahlian kendaraan elektrik kami dan membangun merek Mercedes-EQ kami. Tetapi di masa depan, kami akan terus mendorong kemajuan teknologi, terutama di sisi penggerak listrik, dengan fokus pada F1. Hal ini merupakan sebuah medium di mana kami terus-menerus menguji teknologi kami dalam persaingan paling ketat yang ditawarkan dunia otomotif. F1 menawarkan potensi yang besar untuk transfer teknologi, seperti yang dapat kita lihat dalam proyek yang sedang berlangsung seperti Vision EQXX, dan tim kami serta seluruh seri akan mencapai status net-zero pada akhir dekade ini."
Sebelum benar-benar berakhir, pihak pabrikan berencana menjual tim ini kepada pihak-pihak yang ingin berkompetisi di dunia jet darat listrik tersebut. Sehingga tim bisa tetap mengikuti balapan di bawah pemilik baru.
Kami sangat beruntung dapat menikmati dukungan dalam membangun operasi Formula E yang terdepan di kelasnya selama beberapa musim terakhir. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada perusahaan atas kepercayaan dan dukungannya dalam perjalanan kami sejauh ini. Meskipun Mercedes-Benz telah memutuskan untuk pergi, kami mengakui nilai dan kekuatan Formula E; oleh karena itu, kami akan mempelajari opsi terbaik bagi tim untuk terus bersaing di luar Musim 8," tambah Team Principal Mercedes-EQ Formula E Team, Ian James.
Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat
"Dalam dunia motorsport, Formula E telah menjadi ajang pembuktian keahlian kendaraan elektrik kami dan membangun merek Mercedes-EQ kami. Tetapi di masa depan, kami akan terus mendorong kemajuan teknologi, terutama di sisi penggerak listrik, dengan fokus pada F1. Hal ini merupakan sebuah medium di mana kami terus-menerus menguji teknologi kami dalam persaingan paling ketat yang ditawarkan dunia otomotif. F1 menawarkan potensi yang besar untuk transfer teknologi, seperti yang dapat kita lihat dalam proyek yang sedang berlangsung seperti Vision EQXX, dan tim kami serta seluruh seri akan mencapai status net-zero pada akhir dekade ini."
Sebelum benar-benar berakhir, pihak pabrikan berencana menjual tim ini kepada pihak-pihak yang ingin berkompetisi di dunia jet darat listrik tersebut. Sehingga tim bisa tetap mengikuti balapan di bawah pemilik baru.
Kami sangat beruntung dapat menikmati dukungan dalam membangun operasi Formula E yang terdepan di kelasnya selama beberapa musim terakhir. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada perusahaan atas kepercayaan dan dukungannya dalam perjalanan kami sejauh ini. Meskipun Mercedes-Benz telah memutuskan untuk pergi, kami mengakui nilai dan kekuatan Formula E; oleh karena itu, kami akan mempelajari opsi terbaik bagi tim untuk terus bersaing di luar Musim 8," tambah Team Principal Mercedes-EQ Formula E Team, Ian James.
Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ERA)