Nissan Leaf, salah satu mobil listrik yang sudah resmi dijual. MI/Ramdani
Nissan Leaf, salah satu mobil listrik yang sudah resmi dijual. MI/Ramdani

Mobil Listrik

Ini 4 Mitos Mobil Listrik yang Sudah Terpatahkan

Adri Prima • 30 Desember 2021 06:10
Jakarta: Meningkatnya jumlah produsen mobil yang mengumumkan rencana untuk beralih ke kendaraan listrik menjadi bukti kalau kendaraan nol emisi tersebut pelan tapi pasti akan menjadi kendaraan masa depan. 
 
Awalnya mobil listrik dianggap sebagai pasar untuk kalangan atas saja yang terobsesi dengan pemeliharaan lingkungan. Namun kini, mobil listrik menjadi pertimbangan banyak orang dari berbagai kalangan.
 
Perlahan, berbagai mitos mobil listrik pun mulai dipatahkan oleh fakta-fakta yang mulai mendapatkan perhatian. Dilansir dari situs resmi Nissan, berikut ini 4 mitos terkait mobil listrik yang sudah terpatahkan oleh fakta.

1. Mobil listrik punya jarak tempuh pendek


Jarak tempuh mobil listrik tergantung pada kapasitas baterai. Sebagian besar mobil listrik yang sudah mendapatkan pengisian penuh menargetkan jangkauan hingga 500 km bahkan ada yang mencapai 1.000 km. Jika dalam kondisi tertentu seperti baterai mobil yang tidak terisi penuh, Anda dapat mengurangi sekitar 10 persen hingga 15 persen dari klaim tersebut sehingga setidaknya mobil listrik memiliki jangkauan sekurang-kurang 400 kilometer dalam sekali pengisian penuh. Cukup jauh bukan?

2. Laju mobil listrik pelan


Laju sebuah mobil dipengaruhi oleh torsi yang dihasilkan. Pengertian torsi sendiri adalah suatu gerakan berupa dorongan yang terjadi antara piston dan poros engkol. Pada contoh mobil listrik yang sudah beredar di pasaran saat ini, sudah tidak ada lagi sistem mekanikal dari sebuah mesin konvensional. Artinya tidak ada lagi tenaga yang terbuang percuma mulai dari mesin sampai ke roda mobil. 
 

Oleh karena itu, tenaga dan torsi yang dihasilkan oleh motor listrik langsung disalurkan ke roda sehingga menghasilkan sebuah laju yang instan bahkan saat mulai bergerak dari kecepatan awal. 

3. Punya mobil listrik itu boros uang


Listrik biasanya menghabiskan sekitar Rp4.000 per kilowatt/jam, tergantung pada di mana Anda tinggal (daerah pedesaan bisa lebih mahal). Pada mobil listrik kecil, dibutuhkan sekitar Rp278ribu untuk muatan penuh yang diklaim dapat membawa Anda sejauh 450 kilometer. Anggaplah biaya tersebut bisa membuat mobil listrik melaju hingga 400 kilometer, itu artinya sekitar Rp70ribu per 100 kilometer. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan asumsi harga bensin rata-rata Rp20ribu setiap 100 kilometer, mobil berbahan bakar fosil akan menelan biaya lebih dari Rp150ribu per 100 kilometer. Angka tersebut menunjukkan bahwa mobil listrik membutuhkan biaya sekitar setengah dari total keseluruhan yang dibutuhkan mobil bensin, sehingga punya mobil listrik tidak bisa dikatakan lebih boros. 
 

Selain itu perawatan mobil listrik jauh lebih sederhana dibandingkan mobil konvensional. Sehingga konsumen semakin berhemat karena biaya perawatan yang super murah. 

4. Mobil listrik gampang korsleting saat hujan


Kekhawatiran soal mobil listrik gampang korsleting saat hujan juga tidak tepat. Meskipun benar bahwa air merupakan media penghantar arus listrik, namun hal tersebut tidak lantas membuat mobil listrik jadi berbahaya dan gampang korsleting saat hujan atau kena air.
 
Perlu diketahui, mobil listrik diluncurkan setelah lolos berbagai tahap uji ekstrem, khususnya yang berkaitan dengan keselamatan dan keamanan pengguna. Oleh karena itu, meskipun mobil listrik bertenaga listrik, mobil ini akan tetap aman digunakan saat hujan dan dapat dicuci seperti mobil-mobil konvensional.
 
(PRI)
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif