Tuas transmisi manual. BMW
Tuas transmisi manual. BMW

BMW Kembangkan Sistem Pengaman Transmisi Manual Salah Oper Gigi

Ekawan Raharja • 02 Januari 2026 08:34
Jakarta: Di tengah percepatan era elektrifikasi, transmisi manual ternyata belum sepenuhnya ditinggalkan. Sejumlah pabrikan, termasuk BMW, masih melihat adanya nilai emosional dan pengalaman berkendara yang tidak tergantikan dari perpindahan gigi manual.
 
Bahkan, BMW terus mengembangkan teknologi transmisi manual agar lebih aman dan ramah bagi pengemudi. BMW M sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk tetap menyediakan transmisi manual pada model performa tinggi dalam beberapa tahun ke depan, seperti dikutip dari Carbuzz.
 
Komitmen tersebut kini diperkuat dengan temuan paten baru yang mengungkap pengembangan sistem transmisi manual cerdas untuk mencegah terjadinya 'money shift'.

'Money shift' merupakan kondisi ketika pengemudi salah memindahkan gigi, yakni menurunkan gigi saat seharusnya menaikkan gigi. Kesalahan ini bisa menyebabkan putaran mesin melonjak melewati batas aman (over-rev), yang berujung pada kerusakan serius pada mesin dan transmisi dengan biaya perbaikan sangat mahal.

Baca Juga:
Ini Cara Hitung Denda Telat Bayar Pajak Motor


Dalam dokumen paten yang diajukan ke German Patent and Trade Mark Office (DPMA) pada 2022, BMW menjelaskan sistem transmisi manual dengan jalur perpindahan gigi (gear gate) yang dilengkapi mekanisme pengunci. Prinsip kerjanya mirip dengan reverse lockout mobil manual modern, namun diterapkan ke seluruh rentang gigi.
 
Sistem ini menggunakan sensor untuk mendeteksi gigi yang sedang digunakan serta kecepatan putaran mesin. Alternatifnya, sistem juga dapat membaca kecepatan kendaraan atau putaran as roda. Berdasarkan data tersebut, sistem akan menentukan apakah perpindahan gigi tertentu aman dilakukan.
 
Jika perpindahan gigi berpotensi menyebabkan over-rev, sistem akan menutup akses ke gigi tersebut secara otomatis. Sebaliknya, gigi akan kembali terbuka saat kondisi kendaraan dinilai aman. Dengan demikian, pengemudi hanya bisa memilih gigi yang tidak berisiko merusak mesin atau transmisi.
 
Konsep ini memiliki kemiripan dengan fitur auto rev-matching yang sudah diterapkan pada mobil manual modern, namun dengan lapisan perlindungan tambahan berupa penguncian mekanis. Hasilnya, risiko kerusakan akibat salah perpindahan gigi dapat ditekan secara signifikan, bahkan untuk pengemudi yang kurang berpengalaman.

Baca Juga:
Kapasitas Toyota Hiace: Muat Sampai 16 Orang Loh!


Teknologi ini dinilai relevan, terutama mengingat beberapa mesin performa BMW generasi terbaru, dikenal rentan mengalami masalah crank hub akibat downshift yang terlalu agresif. Dengan sistem baru ini, BMW berupaya meningkatkan daya tahan komponen sekaligus menjaga pengalaman berkendara manual tetap menyenangkan.
 
Jika nantinya diproduksi massal, inovasi ini berpotensi menjadi evolusi penting transmisi manual, menjadikannya lebih aman tanpa menghilangkan sensasi mekanis yang selama ini menjadi daya tarik utama bagi penggemarnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan