Area dashboard Audi C Concept. Audi
Area dashboard Audi C Concept. Audi

Ogah Ikuti Tren, Audi Pertimbangkan Kurangi Layar Besar di Dashboard

Ekawan Raharja • 05 Februari 2026 09:28
Ringkasnya gini..
  • Audi mulai pertanyakan tren layar besar di dashboard mobil modern.
  • Massimo Frascella menyebut layar besar bukan pengalaman terbaik bagi pengguna.
  • Audi C Concept tampil dengan pendekatan interior lebih sederhana dan fungsional.
Stuttgart: Tren penggunaan layar berukuran besar di dalam kabin mobil tampaknya mulai dipertanyakan. Setelah beberapa tahun terakhir industri otomotif berlomba menghadirkan layar terbesar dengan minim tombol fisik, Audi kini memberi sinyal akan mengambil pendekatan berbeda.
 
Chief Creative Officer Audi, Massimo Frascella, secara terbuka menyampaikan pandangannya terkait penggunaan layar berlebihan di kendaraan modern. Dalam wawancara dengan Top Gear, ia menilai layar besar bukan selalu solusi terbaik untuk pengalaman pengguna.
 
“Layar besar bukanlah pengalaman terbaik,” ujar Frascella. Ia bahkan menyebutnya sebagai “teknologi demi teknologi,” ujarnya dikutip dari Carscoops

Frascella bergabung dengan Audi pada 2024 setelah sebelumnya terlibat dalam pengembangan sejumlah model penting Land Rover seperti Velar, Defender, dan Range Rover. Model-model tersebut dikenal tidak mengandalkan layar raksasa sebagai pusat perhatian interior. Pendekatan desain serupa tampaknya mulai tercermin dalam Audi C Concept yang disiapkan menuju tahap produksi.

Baca Juga:
Ini Efek Buruk Suka Tahan Rem Sambil Gas di Tanjakan


Dalam sejumlah gambar resmi, Audi menampilkan versi konsep tanpa layar sentuh infotainment tengah. Pada versi yang menggunakan layar, tata letaknya lebih sederhana dan menyerupai pendekatan desain interior Land Rover atau Range Rover saat ini.
 
Frascella menyebut visi desainnya berlandaskan empat kata kunci: jelas, teknis, cerdas, dan emosional. Namun, menurutnya, unsur emosional tidak perlu dipaksakan. Ia menilai aspek tersebut seharusnya muncul secara alami melalui disiplin, presisi, dan tujuan desain yang kuat.
 
“Audi selalu berada dalam performa terbaiknya ketika percaya diri. Jadi Anda harus mendengarkan apa yang dibutuhkan pelanggan, lalu menemukan cara sendiri untuk menghadirkannya melalui pengalaman merek Anda, bukan seperti semua orang,” katanya.
 
Pernyataan ini mengindikasikan Audi berpotensi mengambil jalur berbeda dari tren industri yang saat ini didominasi digitalisasi ekstrem di kabin. Meski demikian, implementasi penuh dari visi tersebut pada lini produksi massal Audi masih perlu ditunggu.
 
Yang jelas, langkah ini menunjukkan kemungkinan perubahan arah strategi desain Audi, dari sekadar mengikuti tren layar besar menjadi fokus pada keseimbangan antara teknologi, fungsionalitas, dan pengalaman berkendara.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan