Panel surya untuk mobil listrik. Fuyao
Panel surya untuk mobil listrik. Fuyao

Inovasi Panel Surya untuk Mobil Listrik, Bisa Tambah Jarak Tempuh

Ekawan Raharja • 24 Agustus 2026 15:03
Ringkasnya gini..
  • Fuyao Group mengembangkan kaca atap panel surya untuk mobil listrik yang diklaim telah tervalidasi dan siap diproduksi massal.
  • Teknologi Fuyao mengintegrasikan sel surya ke kaca otomotif. Teknologi ini sebelumnya dikabarkan akan ditawarkan pada BYD Han dan Tang.
  • Nissan juga menguji panel surya pada Ariya dan mengklaim mampu menambah jarak tempuh hingga 23 km dalam kondisi cuaca cerah.
Beijing: Upaya meningkatkan jarak tempuh mobil listrik tanpa menambah kapasitas baterai terus dikembangkan. Salah satu teknologi terbaru datang dari Fuyao Group, produsen kaca otomotif asal China, yang mengembangkan kaca atap mobil dengan panel surya terintegrasi.
 
Teknologi tersebut diklaim telah selesai dikembangkan, melalui proses validasi, dan siap masuk produksi massal. Informasi ini dilaporkan Carscoops, yang menyebut teknologi kaca panel surya Fuyao berpotensi menjadi salah satu solusi untuk menambah energi kendaraan listrik tanpa harus memperbesar kapasitas baterai.
 
Fuyao Group merupakan salah satu produsen kaca otomotif terbesar di dunia. Perusahaan tersebut memasok kaca kendaraan kepada sejumlah produsen global, termasuk Ford, General Motors, Subaru, Tesla, dan Volkswagen Group.

Panel Surya Terintegrasi di Kaca Mobil

Berbeda dari sekadar memasang panel surya konvensional di atas kendaraan, Fuyao mengintegrasikan sel surya langsung ke dalam kaca otomotif. Dalam gambar yang dipublikasikan perusahaan, sel surya terlihat menutupi seluruh panel atap hingga melebar ke sebagian area kaca belakang.

Fuyao saat ini memiliki fasilitas produksi di Yangxia dan Hefei dengan kapasitas gabungan mencapai sekitar 3 juta set kaca otomotif per tahun. Kapasitas tersebut juga disebut terus ditingkatkan pada 2026.

Baca Juga:
Kasih Kode, Omoda O4 Bakal Dibanderol Rp400 Jutaan


Meski demikian, belum diketahui berapa kapasitas produksi yang akan dialokasikan khusus untuk kaca otomotif dengan panel surya. Pengembangan teknologi ini pada akhirnya tetap bergantung pada keputusan produsen mobil untuk mengadopsinya ke kendaraan produksi massal.

Dikabarkan Jadi Opsi BYD

Potensi penggunaan teknologi tersebut sebelumnya dikaitkan dengan BYD. Mengutip laporan PV Magazine, laporan dari China pada awal 2026 menyebut Fuyao bekerja sama dengan BYD untuk menghadirkan atap kaca panel surya sebagai opsi pada model Han dan Tang.
 
Teknologi tersebut dikabarkan dibanderol sekitar 8.000 yuan atau sekitar US$1.190. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari BYD maupun Fuyao mengenai penerapan teknologi tersebut pada kedua model.
 
Kebutuhan terhadap panel surya sebagai sumber energi tambahan juga masih menjadi pertimbangan. BYD saat ini mengembangkan teknologi pengisian daya berkecepatan tinggi melalui jaringan Flash Charging dengan daya hingga 1.500 kW, sehingga tambahan energi dari panel surya mungkin lebih berperan sebagai sumber energi tambahan daripada pengganti sistem pengisian utama.

Nissan Juga Kembangkan Atap Panel Surya

Fuyao bukan satu-satunya pihak yang mengembangkan teknologi panel surya untuk kendaraan listrik. Nissan sebelumnya mengembangkan Ariya khusus yang dilengkapi panel surya pada bagian atap, pintu bagasi, dan kap mesin.

Baca Juga:
Kronologi Masalah Hyundai Ioniq 5 AA Juju


Nissan mengklaim panel tersebut mampu menghasilkan energi untuk menambah jarak tempuh hingga 23 kilometer dalam satu hari ketika kondisi cuaca cerah.
 
Namun jumlah energi yang dihasilkan sangat bergantung pada lokasi dan kondisi matahari. Dalam simulasi sepanjang satu tahun, rata-rata tambahan jarak tempuh per hari disebut mencapai sekitar 10,2 kilometer di London, 18,9 kilometer di New Delhi, 21,2 kilometer di Dubai, dan 17,6 kilometer di Barcelona.
 
Ketika kendaraan digunakan untuk perjalanan, kontribusinya menjadi lebih kecil. Dalam pengujian perjalanan selama dua jam dengan jarak 80 kilometer, panel surya Nissan menghasilkan sekitar 0,5 kWh energi yang setara dengan tambahan jarak tempuh sekitar 3 kilometer.

Panel Surya Bisa Kurangi Frekuensi Pengisian

Meski tambahan jarak tempuh dari panel surya tergolong terbatas, teknologi tersebut tetap dapat memberikan manfaat bagi penggunaan harian kendaraan listrik.
 
Nissan menyebut analisisnya menunjukkan pengemudi yang menempuh sekitar 6.000 kilometer per tahun berpotensi mengurangi frekuensi kunjungan ke stasiun pengisian daya dari 23 kali menjadi delapan kali jika menggunakan kendaraan listrik dengan panel surya seperti yang dikembangkan perusahaan.
 
Teknologi kaca panel surya Fuyao kini menambah opsi bagi industri otomotif untuk memperoleh energi tambahan tanpa harus memperbesar kapasitas baterai. Namun, efektivitas dan nilai ekonominya akan sangat bergantung pada biaya produksi, luas panel yang dapat dipasang, kondisi cuaca, serta keputusan produsen kendaraan untuk menerapkannya secara massal.
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan