Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita. Medcom.id/Damar Iradat
Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita. Medcom.id/Damar Iradat

Insentif Kendaraan Listrik 2026, Agus: Enggak Beda Jauh

Ekawan Raharja • 11 Mei 2026 09:13
Ringkasnya gini..
  • Skema insentif disebut tidak jauh berbeda dari program sebelumnya untuk mendorong transisi dari BBM ke listrik.
  • Pemerintah tengah menyiapkan insentif baru untuk mobil dan motor listrik yang ditargetkan berlaku Juni 2026.
  • Indef menilai insentif kendaraan listrik mampu memperkuat ekonomi dan menarik investasi global ke Indonesia.
DKI Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan pemerintah menyiapkan skema baru insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV), baik untuk mobil listrik maupun motor listrik. Skema tersebut disebut tidak akan jauh berbeda dengan program insentif yang sebelumnya pernah diterapkan.
 
“Kira-kira nanti modelnya akan tidak terlalu berbeda dengan model yang pernah kita pergunakan ketika kita memberikan insentif untuk mobil listrik dan bantuan pembelian untuk motor listrik,” kata Agus dikutip dari Antara.
 
Menurut Agus, Kementerian Perindustrian saat ini sedang menyiapkan Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) sebagai dasar pelaksanaan kebijakan tersebut. Langkah ini menyusul target implementasi insentif kendaraan listrik yang direncanakan Kementerian Keuangan mulai berlaku pada Juni 2026.

“Modelnya kira-kira hampir sama. Sekarang kita lagi siapkan,” ujar Agus.
 
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, juga pernah menyatakan pemerintah menargetkan insentif kendaraan listrik mulai diterapkan pada awal Juni 2026. Kebijakan tersebut ditujukan untuk mendorong pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Baca Juga:
Bocor Halus Bikin Pusing, Ini Cara Deteksi Kebocoran di Ban Mobil


“Nanti anggarannya kami hitung dan kami siapkan. Yang jelas, saya ingin itu masuk mulai awal Juni bisa diimplementasikan,” ujar Purbaya.
 
Purbaya menjelaskan, tujuan utama kebijakan insentif kendaraan listrik adalah mengubah pola konsumsi masyarakat dari penggunaan BBM menuju energi listrik.
 
Di sisi lain, Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai kebijakan insentif elektrifikasi kendaraan dapat menjadi investasi fiskal jangka panjang yang berdampak positif bagi ekonomi nasional.
 
Indef menilai program tersebut tidak hanya mempercepat transisi energi, tetapi juga berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan fiskal negara.
 
Lembaga tersebut juga mencatat insentif kendaraan listrik sebelumnya berhasil menarik minat produsen global untuk menanamkan investasi dan membangun basis produksi di Indonesia. Berdasarkan catatan Indef, investasi asing di sektor kendaraan listrik Indonesia mencapai USD2,73 miliar dalam tiga tahun terakhir.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan