Suzuki Smart Hybrid merupakan teknologi yang mengoptimalkan efisiensi kendaraan dengan mengandalkan 2 komponen utama sebagai pendamping mesin pembakaran internal. Suzuki
Suzuki Smart Hybrid merupakan teknologi yang mengoptimalkan efisiensi kendaraan dengan mengandalkan 2 komponen utama sebagai pendamping mesin pembakaran internal. Suzuki

Teknologi Otomotif

Bedah Proses Kerja Suzuki Smart Hybrid

Ekawan Raharja • 17 Mei 2022 11:00
Jakarta: Teknologi di industri otomotif semakin berkembang dan memberikan beragam pilihan sesuai kebutuhan masyarakat. Dari sekian banyak teknologi ramah lingkungan yang ditawarkan, ada sejumlah pilihan bagi konsumen di Indonesia mulai dari listrik murni, plug-in hybrid, hingga hybrid.
 
Untuk model hybrid, ada bermacam-macam jenis teknologi hybrid. Salah satu inovasi pengembangan teknologi Suzuki adalah Suzuki Smart Hybrid (SSH) yang telah diperkenalkan di Indonesia belakangan ini.
 
“Saat ini industri otomotif sudah memasuki era elektrifikasi. Oleh karena itu, Suzuki mengenalkan teknologi elektrifikasi yang lebih modern, efisien, kompak, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. SSH adalah teknologi yang kami yakini bisa diserap dengan baik oleh pasar,” terang 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales, Donny Saputra, melalui keterangan resminya.
 
Inovasi yang ditawarkan pabrikan asal Jepang ini merupakan teknologi yang mengoptimalkan efisiensi dengan mengandalkan 2 komponen utama sebagai pendamping mesin pembakaran internal. Kedua komponen tersebut yaitu Integrated Starter Generator (ISG) dan Lithium-Ion Battery.
 
Secara bersamaan dengan mesin pembakaran internal, dukungan teknologi ini akan menambah keunggulan fitur lain seperti Auto Start-Stop, restart yang halus dan senyap setelah auto start-stop aktif, bantuan tenaga untuk akselerasi yang lebih responsif, serta kemudahan regenerasi daya baterai selama pengurangan laju mobil.
 
 
Prinsip mekanisme kerja untuk mencapai efisiensi sangat praktis bagi pengendara bisa dilakukan ketika pengemudi melakukan akselerasi, komponen ISG akan memberikan bantuan tenaga kepada mesin bila dibutuhkan untuk meringankan beban pada putaran mesin sehingga pengendara bisa memperoleh tenaga yang diperlukan secara lebih cepat. Saat pengendara harus melakukan perlambatan kecepatan menggunakan rem, fungsi ISG akan mengubah energi kinetik menjadi energi listrik yang kemudian akan disimpan dalam Lithium-Ion Battery.
 
Kondisi mobil yang telah berhenti akan mengaktifkan fitur Auto Start-Stop sehingga mesin mobil akan mati secara otomatis untuk menghemat konsumsi bahan bakar, dan dalam saat yang sama seluruh komponen elektrikal yang berada di dalam kabin seperti head unit, instrument cluster, Multi Information Display, power window, dan lampu kabin akan tetap berfungsi berkat pasokan listrik dari Lithium-Ion Battery 6Ah. Sedangkan AC dan lampu ekterior juga tetap aktif lewat pasokan listrik dari Lead Acid Battery 55Ah sehingga pengendara dan penumpang pun akan tetap merasa nyaman. Peran ISG akan kembali bekerja secara halus untuk menyalakan mesin dengan otomatis ketika pengendara melepaskan injakan kaki di pedal rem (untuk mobil bertransmisi otomatis) atau pedal kopling (untuk mobil bertransmisi manual) sehingga mobil dapat kembali digunakan untuk berakselerasi. 
 
“Kami mengembangkan teknologi ini berdasarkan riset internal yang kami lakukan. Fitur ini disesuaikan dengan pangsa pasar dan tren otomotif untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan advanced technology yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” tutup Donny.
 
(ERA)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif