Suzuki Ertiga Hybrid. foto: medcom.id
Suzuki Ertiga Hybrid. foto: medcom.id

Sistem Sederhana Bikin Ertiga Hybrid Super Irit, Simak Penjelasannya

Adri Prima • 30 Juni 2022 07:09

Ia menambahkan, untuk kendaraan 7 seater, efisiensi menjadi salah satu faktor penting sehingga Suzuki membuat langkah-langkah penerapan untuk mencapai hal tersebut. 
 
"Smart hybrid ini penggabungan antara desain arsitektur body, teknologi mesin yang ditunjang elektrifikasi sehingga biaya yang dikeluarkan konsumen saat membeli terjangkau, perawatannya juga tidak menjadi lebih mahal,” sambungnya. 

Rahasia Ertiga Hybrid super irit


Seperti yang telah diberitakan, hasil pengetesan konsumsi BBM Ertiga Hybrid mencapai 23 km per liter. Dalam beberapa pengujian lain dengan gaya berkendara yang berbeda, konsumsi BBM bahkan tembus 25 – 30 km per liter. 
 
Teknologi Suzuki Smart Hybrid mencakup ISG (Integrated Starter Generator) yang terintegrasi dengan mesin K15B, serta Lithium-Ion battery. Kedua teknologi ini membuat kendaraan menjadi lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar. 

ISG berfungsi sebagai motor dan generator yang menangkap dan menyimpan energi listrik ke Lithium-Ion Battery.
 
“Kendaraan pada saat awal bergerak pasti butuh tenaga lebih besar. Setelah dia berjalan, kecepatan bertambah, beban itu akan berkurang. Pada saat yang berat itu kita bantu dengan improvement item (ISG) untuk selanjutnya,” kata Joshi. 
 
Sistem Sederhana Bikin Ertiga Hybrid Super Irit, Simak Penjelasannya
 
Sederhananya, saat akselerasi di rpm rendah, ISG akan memberi suplai tenaga dari baterai Lithium Ion berkapasitas 6Ah. Tenaga listrik tersebut disalurkan oleh ISG untuk membantu putaran flywheel mesin sehingga nafas atau tarikan mesin terasa lebih enteng. Ketika beban mobil berkurang, suplai tenaga juga otomatis terhenti dan mobil berjalan seperti biasa. 
 
Banyak yang beranggapan kalau kunci irit Ertiga Hybrid sangat ditentukan oleh komponen ISG. Namun hal itu tidak sepenuhnya benar. 
 
Menurut Joshi, sebelum membahas ISG, Suzuki sebenarnya sudah mengaplikasikan desain struktur body ringan. 
 
“Kita pakai platform yang mensimplifikasi body menjadi lebih ringan. Mobil itu kan bawa beban dirinya sendiri. Semakin berat beban body itu semakin besar energi yang harus dikeluarkan. Jadi desain (struktur body) itu sudah me-reduce beban kendaraan itu sendiri,” terangnya.
 
“Kemudian platform dari mesin, kita bisa lihat di konvensional engine Ertiga ini sudah dikenal irit dengan performa yang mumpuni di segmennya. Kita nggak berpikir ini harus setara dengan sportscar. Tapi dengan sistem yang sederhana, jadi yang ada itu kemudian dikembangkan poin-poin mana yang perlu ditingkatkan untuk menunjang efisiensinya itu,” beber Joshi.
 
Read All




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan