DKI Jakarta: Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali meningkat dan menjadi perhatian masyarakat pada awal September 2026. Kondisi tersebut tidak hanya perlu diwaspadai karena dampaknya terhadap kesehatan, tetapi juga terhadap kendaraan yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik.
Abu vulkanik yang terbawa angin dapat menempel pada permukaan kendaraan. Material tersebut memiliki karakteristik yang berbeda dari debu biasa sehingga pemilik mobil perlu lebih berhati-hati ketika membersihkannya.
Mengutip situs Bumen Redja Abadi, abu vulkanik dapat memberikan dampak terhadap sejumlah komponen kendaraan, mulai dari eksterior, mesin, sistem pengereman hingga pendingin kabin.
1. Cat dan Kaca Mobil Bisa Tergores
Abu vulkanik dapat mengandung material asam yang berpotensi memicu korosi pada permukaan kendaraan. Selain itu, kandungan silikon pada abu vulkanik membuat partikelnya memiliki karakter tajam sehingga dapat menyebabkan baret pada kaca maupun bodi mobil.
Jika abu dibiarkan terlalu lama menempel di permukaan kendaraan, risiko kerusakan eksterior dapat meningkat. Dalam kondisi tertentu, permukaan cat bahkan dapat mengalami perubahan warna dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Baca Juga:
Biar Ga Salah Paham, Pahami Jenis Kendaraan Bebas Pajak
Karena itu, pemilik mobil sebaiknya tidak langsung menggosok permukaan kendaraan yang dipenuhi abu vulkanik. Partikel yang masih menempel dapat bergesekan dengan cat atau kaca dan menyebabkan goresan.
2. Filter Udara Mobil Bisa Tersumbat
Partikel abu vulkanik berukuran sangat halus sehingga dapat membebani kerja filter udara kendaraan. Ketika filter terlalu banyak menampung abu, aliran udara menuju mesin dapat terganggu.
Apabila kondisi tersebut dibiarkan, performa mesin dapat ikut terdampak. Karena itu, mobil yang terpapar abu vulkanik dalam jumlah banyak perlu mendapatkan pemeriksaan, termasuk pada bagian filter udara.
3. Abu Vulkanik Bisa Masuk ke Mesin
Debu vulkanik juga berpotensi masuk ke sistem mesin apabila berhasil melewati sistem penyaringan udara. Partikel tersebut dapat masuk hingga ruang bakar dan berpotensi menyebabkan pembentukan kerak maupun kerusakan komponen mesin.
Bumen Redja Abadi menyebut mesin kendaraan cukup rentan terhadap partikel debu. Karena itu, kendaraan yang terkena paparan abu vulkanik sebaiknya tidak langsung digunakan sebelum diperiksa apabila abu sudah masuk ke bagian mesin atau ruang mesin.
Baca Juga:
Kenali Tanda-Tanda Utama Mobil Butuh Spooring
4. Sistem AC Mobil Ikut Terdampak
Abu vulkanik juga dapat menempel pada komponen sistem pendingin udara atau AC mobil. Jika partikel masuk ke dalam sirkulasi udara, sistem AC berpotensi mengalami penyumbatan. Kondisi tersebut tidak hanya dapat mengurangi kinerja pendingin kabin, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas udara yang masuk ke dalam kabin kendaraan.
5. Sistem Pengereman Perlu Diperiksa
Komponen pengereman juga tidak boleh luput dari pemeriksaan setelah mobil terpapar abu vulkanik. Partikel abu dapat menempel pada piringan rem atau masuk ke bagian teromol. Ketika terjadi gesekan dengan kampas rem, permukaan komponen dapat mengalami goresan dan berpotensi mengganggu kinerja sistem pengereman.
Mengingat rem merupakan komponen yang berkaitan langsung dengan keselamatan, pemilik mobil sebaiknya tidak mengabaikan pemeriksaan apabila kendaraan digunakan di wilayah yang terkena paparan abu cukup banyak.
6. Cairan Kendaraan Berpotensi Terkontaminasi
Abu vulkanik juga dapat masuk melalui celah pada bagian tertentu dan berpotensi mencemari cairan kendaraan, seperti oli, minyak rem, maupun cairan radiator. Apabila cairan tersebut terkontaminasi, kandungan di dalamnya dapat mengalami perubahan dan berpotensi menurunkan kinerja komponen kendaraan.
DKI Jakarta: Aktivitas
Gunung Anak Krakatau di
Selat Sunda kembali meningkat dan menjadi perhatian masyarakat pada awal September 2026. Kondisi tersebut tidak hanya perlu diwaspadai karena dampaknya terhadap kesehatan, tetapi juga terhadap kendaraan yang berada di wilayah terdampak
abu vulkanik.
Abu vulkanik yang terbawa angin dapat menempel pada permukaan kendaraan. Material tersebut memiliki karakteristik yang berbeda dari debu biasa sehingga pemilik mobil perlu lebih berhati-hati ketika membersihkannya.
Mengutip situs Bumen Redja Abadi, abu vulkanik dapat memberikan dampak terhadap sejumlah komponen kendaraan, mulai dari eksterior, mesin, sistem pengereman hingga pendingin kabin.
1. Cat dan Kaca Mobil Bisa Tergores
Abu vulkanik dapat mengandung material asam yang berpotensi memicu korosi pada permukaan kendaraan. Selain itu, kandungan silikon pada abu vulkanik membuat partikelnya memiliki karakter tajam sehingga dapat menyebabkan baret pada kaca maupun bodi mobil.
Jika abu dibiarkan terlalu lama menempel di permukaan kendaraan, risiko kerusakan eksterior dapat meningkat. Dalam kondisi tertentu, permukaan cat bahkan dapat mengalami perubahan warna dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Karena itu, pemilik mobil sebaiknya tidak langsung menggosok permukaan kendaraan yang dipenuhi abu vulkanik. Partikel yang masih menempel dapat bergesekan dengan cat atau kaca dan menyebabkan goresan.
2. Filter Udara Mobil Bisa Tersumbat
Partikel abu vulkanik berukuran sangat halus sehingga dapat membebani kerja filter udara kendaraan. Ketika filter terlalu banyak menampung abu, aliran udara menuju mesin dapat terganggu.
Apabila kondisi tersebut dibiarkan, performa mesin dapat ikut terdampak. Karena itu, mobil yang terpapar abu vulkanik dalam jumlah banyak perlu mendapatkan pemeriksaan, termasuk pada bagian filter udara.
3. Abu Vulkanik Bisa Masuk ke Mesin
Debu vulkanik juga berpotensi masuk ke sistem mesin apabila berhasil melewati sistem penyaringan udara. Partikel tersebut dapat masuk hingga ruang bakar dan berpotensi menyebabkan pembentukan kerak maupun kerusakan komponen mesin.
Bumen Redja Abadi menyebut mesin kendaraan cukup rentan terhadap partikel debu. Karena itu, kendaraan yang terkena paparan abu vulkanik sebaiknya tidak langsung digunakan sebelum diperiksa apabila abu sudah masuk ke bagian mesin atau ruang mesin.
4. Sistem AC Mobil Ikut Terdampak
Abu vulkanik juga dapat menempel pada komponen sistem pendingin udara atau AC mobil. Jika partikel masuk ke dalam sirkulasi udara, sistem AC berpotensi mengalami penyumbatan. Kondisi tersebut tidak hanya dapat mengurangi kinerja pendingin kabin, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas udara yang masuk ke dalam kabin kendaraan.
5. Sistem Pengereman Perlu Diperiksa
Komponen pengereman juga tidak boleh luput dari pemeriksaan setelah mobil terpapar abu vulkanik. Partikel abu dapat menempel pada piringan rem atau masuk ke bagian teromol. Ketika terjadi gesekan dengan kampas rem, permukaan komponen dapat mengalami goresan dan berpotensi mengganggu kinerja sistem pengereman.
Mengingat rem merupakan komponen yang berkaitan langsung dengan keselamatan, pemilik mobil sebaiknya tidak mengabaikan pemeriksaan apabila kendaraan digunakan di wilayah yang terkena paparan abu cukup banyak.
6. Cairan Kendaraan Berpotensi Terkontaminasi
Abu vulkanik juga dapat masuk melalui celah pada bagian tertentu dan berpotensi mencemari cairan kendaraan, seperti oli, minyak rem, maupun cairan radiator. Apabila cairan tersebut terkontaminasi, kandungan di dalamnya dapat mengalami perubahan dan berpotensi menurunkan kinerja komponen kendaraan.
(UDA)