Jaecoo J5 EV. Jaecoo
Jaecoo J5 EV. Jaecoo

Mobil Listrik VS Mobil Konvensional, KOLEKSI: Ini Perbandingan Biayanya!

Ekawan Raharja • 15 April 2026 11:26
Ringkasnya gini..
  • Komunitas Mobil Elektrik Indonesia menyebut biaya operasional mobil listrik jauh lebih murah dibanding mobil konvensional.
  • Pengguna EV rata-rata mengeluarkan Rp250 per km di dalam kota, sedangkan mobil konvensional bisa mencapai Rp1.000 per km.
  • Pertumbuhan pengguna mobil listrik diperkirakan meningkat seiring potensi kenaikan harga BBM akibat konflik di Timur Tengah.
DKI Jakarta: Ketua Umum Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (KOLEKSI), Arwani Hidayat, menyebut biaya penggunaan mobil listrik jauh lebih rendah dibandingkan mobil berbahan bakar konvensional, terutama dalam hal konsumsi energi per kilometer.
 
Menurut Arwani, pengguna kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) dapat merasakan perbedaan biaya operasional yang cukup signifikan, baik saat digunakan di dalam kota maupun perjalanan luar kota.
 
"Untuk konsumsi dalam kota, rata-rata pengguna EV menghabiskan sekitar Rp250 per km dan luar kota sekitar Rp350 per km untuk EV yang memiliki power lumayan besar," kata Arwani saat dihubungi ANTARA.

Sebagai perbandingan, biaya penggunaan mobil berbahan bakar bensin atau diesel dinilai jauh lebih tinggi. "Jika pakai mobil konvensional, di dalam kota itu bisa mencapai Rp1.000 per km dan luar kota Rp1.200 per km kurang lebih," ia menambahkan.

Baca Juga:
Konsumen Chery Tiggo 8 CSH Curhat Mobil Bermasalah Setelah 3 Hari Pakai


Selain biaya operasional yang lebih rendah, Arwani juga menilai sarana pendukung penggunaan kendaraan listrik di Indonesia terus berkembang.
 
Berdasarkan data dari PT PLN (Persero), hingga 2025 telah tersedia 4.655 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Infrastruktur tersebut berada di sekitar 3.007 lokasi berbeda.
 
Selain SPKLU, PLN juga menyediakan layanan Home Charging Services bagi pemilik kendaraan listrik. Hingga akhir 2025, layanan ini tercatat telah digunakan oleh sekitar 70.250 pelanggan.
 
Arwani juga mengungkapkan bahwa pada awal tahun 2026 pertumbuhan pengguna mobil listrik sempat melambat. Hal ini dipengaruhi kekhawatiran sebagian konsumen terkait isu pencabutan insentif pemerintah untuk pembelian kendaraan listrik.
 
"Awal tahun ini agak melambatkan karena adanya isu pencabutan insentif dan pada kwartal kedua bulan April ini kemungkinan besar akan naik, sejalan dengan isu kenaikan BBM pada mobil konvensional akibat perang di Timur Tengah," ia menjelaskan.

Baca Juga:
Keren, Indonesia Open Gunakan Mobil Listrik Sebagai Kendaraan Operasionalnya


Menurut Arwani, potensi kenaikan harga bahan bakar minyak akibat konflik geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran dapat mendorong masyarakat untuk mempertimbangkan beralih ke kendaraan listrik.
 
Jika harga BBM meningkat, kendaraan listrik dinilai menjadi alternatif yang lebih ekonomis dalam jangka panjang bagi pengguna kendaraan pribadi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan